24 April 2014

Tiga Seniman PDIP Surabaya ke Senayan

Hasil pemilu legislatif untuk DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur I (Surabaya dan Sidoarjo) baru saja diumumkan. PDI Perjuangan menang dengan meloloskan tiga caleg ke Senayan. PKB dua wakil. Sedangkan Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN, dan PKS masing-masing satu caleg.

Bagi saya, yang menarik adalah PDI Perjuangan. Tiga nama yang lolos sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 sama-sama seniman. Yakni Guruh Soekarnoputra (putra Bung Karno, caleg lama, yang nyaris tidak kampanye tapi suaranya paling banyak, jauh mengungguli caleg-caleg lain), Indah Kurnia (caleg lama alias inkumben), serta Henky Kurniadi.

Siapa tak kenal Guruh? Dia ini seniman sejati yang biasa bermain di area fine art. Kesenian yang dia ciptakan, entah musik, tari, fashion show, dan apa saja selalu punya kelas. Selera seninya luar biasa. Cuma memang dari segi kinerja politik selama ini nyaris tidak kedengaran. Maka, tak banyak orang Indonesia tahu kalau Guruh itu sudah lama jadi anggota parlemen.

Di Sidoarjo, saat musim kampanye, Guruh malah bikin kampanye negatif untuk Joko Widodo. Berbicara di Radio Siaran Pemerintah Kabupaten (RSPK) Sidoarjo, Guruh meminta agar Jokowi, sapaan gubernur DKI Jakarta itu, tidak perlu maju sebagai calon presiden. Selain belum waktunya, dia menganggap Jokowi belum matang pengalaman.

Si Guruh rupanya lupa bahwa ayahnya jadi presiden pertama Republik Indonesia saat berusia 44 tahun. Kampanye negatif seperti ini juga disampaikan Guruh Soekarnoputra di televisi dan di kota-kota lain. Anehnya, pengurus PDI Perjuangan membiarkan saja si Guruh mementahkan Jokowi di mana-mana.

Indah Kurnia mantan direktur bank di Surabaya, BCA, yang berlatar belakang artis penyanyi pop. Indah sering muncul di televisi lokal. Bahkan punya acara khusus tembang nostalgia. Indah juga rutin mengadakan kompetisi pop mandarin se-Indonesia setiap tahun untuk memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya.

Mantan vokalis Casino Band ini pernah membawakan 714 lagu pop tanpa teks untuk merayakan HUT ke-714 Kota Surabaya. Nama Indah Kurnia kemudian tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai orang Indonesia pertama yang mampu membawakan 714 lagu tanpa teks selama dua hari berturut-turut tanpa salah.

Mbak Indah juga dikenal sebagai mantan manajer Persebaya, ketika belum pecah seperti sekarang. Persebaya di tangan indah cukup bagus. Indah kemudian mundur ketika sadar bahwa Persebaya ini tidak kondusif lagi. Terlalu banyak kepentingan di luar bola yang bermain-main. Termasuk politik.

Henky Kurniadi juga seniman dalam arti luas. Dia sering bikin konser bersama sahabat-sahabatnya yang musisi seperti Sawung Jabo untuk mengenang almarhum Gombloh. Dia rela keluar banyak duit untuk konser-konser musik yang nonkomersial. Komitmennya pada kesenian di Surabaya memang luar biasa.

Orang Tionghoa ini juga nguri-uri kesenian Jawa seperti wayang kulit, ludruk, dan kesenian Tionghoa. Dia juga punya penerbit buku. Isinya sangat dominan tentang seni budaya dalam arti luas.

Profil ketiga wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menunjukkan bahwa seniman makin mendapat tempat di dunia politik. Seniman makin pintar main politik pula. Politisi murni seperti pengurus partai, aktivis ormas, atau manusia-manusia yang menggantungkan hidupnya dari politik makin berkurang.

Dari 10 (calon) anggota DPR RI daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo, tampaknya hanya tiga nama yang benar-benar politisi tulen. Imam Nahrawi (PKB), Adies Kadir (Golkar), dan Sigit Sosiantomo (PKS). Tiga lainnya pengusaha. Dan satu lagi anaknya kiai besar, yakni Syakhul Islam, putra Gus Ali dari Tulangan, Sidoarjo.

Yang jelas, DPR RI atau parlemen itu lembaga politik. Bukan dewan kesenian atau manajemen artis. Karena itu, Guruh, Indah, dan Henky harus lebih fokus mengerjakan tugasnya di bidang legislasi, pengawasan, anggaran. Memperjuangkan kepentingan rakyat Surabaya-Sidoarjo yang sudah mempercayakan suaranya.

Selama ini 10 calon wakil rakyat itu belum banyak bersuara soal ganti rugi korban lumpur lapindo di Sidoarjo, misalnya. Menghafal 700 lagu atau serbu atau 10 ribu lagu pop memang bagus. Tapi jauh lebih penting adalah ikut menyelesaikan problem-problem konkret masyarakat yang diwakili.

No comments:

Post a Comment