26 April 2014

Suara naik, kursi malah turun

Itulah yang banyak terjadi dalam pemilu legislatif lalu. Di Gresik misalnya suara PKB naik cukup banyak, 23.530. Tapi, ketika dikonversi menjadi kursi DPRD, partai nadiyin itu hanya mendapat delapan kursi. Padahal pileg lima tahun lalu PKB dapat 10 kursi.

Kehilangan dua kursi jelas tidak main-main. Kok bisa? Bukankah suara PKB naik signifikan? Itulah sistem pemilu kita yang memang perlu dibenahi terus-menerus agar adil bagi peraih suara banyak.

Suara boleh banyak, tapi kalau distribusi tidak merata di dapil (daerah pemilihan), maka jadinya seperti sekarang. Ini terkait harga kursi alias bilangan pembagi pemilih (BPP). Kalau BPP-nya besar, otomatis partai pemenang pileg kalah sisa suara.

BPP ini sangat sulit dipenuhi caleg, bahkan partai. Hanya satu dua partai saja yang masuk BPP. Misalkan PDIP memenuhi satu BPP di dapil 1. Maka PDIP berhak dapat satu kursi. Tapi sisa suaranya jadi sedikit. Kalah sama partai lain yang tidak masuk BPP. Hasilnya PDIP hanya dapat satu kursi, sama dengan katakanlah Hanura yang suaranya di bawah BPP.

Inilah antara lain yang membuat caleg-caleg partai dua besar tidak lolos ke Senayan. Contohnya Arzeti. Suaranya di atas 50 ribu. Tapi setelah dua caleg PKB masuk DPP, sisa suara PKB kalah sama suara utuh partai lain. Jelas saja Arzeti habis. Padahal, suara dia lebih banyak ketimbang wakil dari partai lain yang diuntungkan sisa oleh sisa suara itu.

Sistem konversi suara ini merugikan partai yang menang pemilu, kata seorang tim sukses caleg PDIP di Surabaya. PDIP memang kalah sisa suara meskipun menang di Jawa Timur.

Lantas, sistem pemilu macam apa yang paling cocok dan adil di Indonesia? Belum ketemu. Sejak reformasi 1998 pakar-pakar politik, anggota parlemen, pembuat undang-undang belum bisa menentukan sistem yang bisa memuaskan berbagai kepentingan.

Ada yang usul sistem distrik. Sang pemenang ambil semua! The winner takes all! Sistem ini sangat bagus untuk menghapus partai-partai dengan suara tanggung atau sedikit. Nanti akan tercipta sistem dua partai macam di Amerika Serikat.

Tapi sudah pasti partai-partai tengah atau kecil protes keras karena eksistensinya lenyap. Distrik dianggap sangat kejam. Maka, sistem sekarang yang proposional terbuka dipakai terus. Dan itu berarti politik dagang sapi akan terus berlanjut di republik ini.

No comments:

Post a Comment