26 April 2014

Menunggu kiprah Syaikul Islam di Senayan

Sudah diprediksi tapi tetap mengagetkan. Syaikul Islam menjadi caleg DPR RI peraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif 9 April 2014 di Kabupaten Sidoarjo. Syaikul putra Gus Ali (KH Agoes Ali Mashuri), kian kondang asal Desa Kenongo, Tulangan, Sidoarjo. Kalau tidak salah Syaikul mendapat 78.371 suara.

Luar biasa! Gus Ikul ini mengalahkan nama-nama populer macam Imam Nahrawi, Guruh Soekarnoputra, atau Arezeti Bilbina. Mbak Arzeti malah tidak lolos ke Senayan karena PKB hanya dapat dua kursi.

Sistem kampanye Syaikul sederhana saja. Cukup pasang foto diri dan bapaknya, Gus Ali. Warga hanya diingatkan bahwa Gus Ikul itu putranya Gus Ali. Gus Ali tersenyum penuh arti tanpa harus bicara coblos anakku atau sejenisnya. Tapi pemilih di Sidoarjo dan Surabaya sangat mahfum bahasa visual itu.

Syaikul Islam masih sangat muda, 30an tahun. Belum banyak pengalaman politik atau aktivitas lain yang dilihat masyarakat luas. Dia sering ceramah seperti ayahnya dan disiarkan TV9 Surabaya. Rekam jejaknya masih sedikit.

Ini menjadi tantangan tersendiri ketika Gus Ikul bertugas sebagai anggota DPR RI di Senayan, Jakarta. Dia jadi wakil rakyat Sidoarjo-Surabaya, bahkan Indonesia, bukan saja mewakili simpatisan dan penggemar yang telah memilihnya. Harapan yang luar biasa, terlihat dari suaranya yang fenomenal, menjadi tantangan tersendiri bagi Gus Ikul.
Tadinya saya mengira Syaikul Islam dikader pelan-pelan dulu secara berjenjang. Jadi anggota DPRD Sidoarjo dulu, kemudian lima tahun lagi DPRD Jawa Timur, baru ke Senayan. Tapi rupanya PKB dan Gus Ali ingin langsung membawa kiai muda pengelola lembaga pendidikan di Sidoarjo itu langsung melejit ke Jakarta. Dan sukses.

Yah, kita tunggu dan lihat kinerja gus muda dari Tulangan ini. Insyallah, amanah!

No comments:

Post a Comment