14 April 2014

Litani Ratapan Putra Adonara - Paulus Latera

 INAK ATA WAE BELEK
RAE LEWO TOBO
NAE GANG WUA MALU
EKOT DI LIMAN WANA
TOBO METE TUTU KODA

Petikan Litani 11 buku Litani Nuha Nebon karya Paulus Latera. Guru SMA Kristen Petra 3 Surabaya ini baru saja merilis buku barunya. Kumpulan puisi sederhana tentang kampung halamannya, Adonara.

Pulau kecil di Kabupaten Flores Timur, NTT, ini merupakan jantung etnis, bahasa, dan budaya Lamaholot. Salah satu etnis besar di Provinsi NTT. Etnis yang dikenal suka merantau ke Malaysia Timur, Jawa, atau Papua karena tanah di kampung halamannya kurang subur.

Ajaibnya, ketika berada di tanah rantau, orang-orang Adonara begitu gandrung akan Lewotanah, kampung halaman. Ingat ibunda yang sudah tua, yang makan sirih pinang, duduk sambil cerita ngalor ngidul. Tapi ketika diminta pulang ke kampung halaman seterusnya, si putra Lamaholot itu pikir-pikir 77 kali tujuh kali.

Paulus Latera adalah tipe perantau Lamaholot, asli Adonara Barat, kampung Botung di Tanjung Gemuk yang terkenal itu. Terkenal karena di sinilah pertama kali ada menara (BTS) TVRI sehingga warga Botung bisa menikmati siaran TVRI dengan kualitas gambar paling bagus. Beda dengan orang Lembata yang dulu sulit menangkap TVRI karena pemancarnya jauh di Botung, kampungnya Pak Paulus.

Meski istrinya asli Jawa, dua putrinya (si sulung Santi meninggal setahun lalu) kental dengan bahasa dan budaya Jawa, Pak Paul rupanya punya DNA Adonara yang sangat kuat. Sebagai guru bahasa di sekolah Tionghoa, Petra 3, Pak Paul memang melebur tapi tetap Adonara.

Seorang profesor dari Belanda pernah mengatakan, orang Flores (termasuk Adonara dan Lembata) yang berada di perantauan biasanya menjadi lebih kuat kefloresan dan kekatolikannya. Flores + Katolik menjadi lebih berkembang justru setelah si Flores itu meninggalkan kampung halamannya. Rupanya tesis ini cocok untuk Pak Paulus Latera.

Litani, yang jadi judul buku, merupakan istilah Katolik untuk doa-doa panjang yang berulang untuk memuji Tuhan, hati kudus Yesus, Bunda Maria, dan figur-figur suci dalam agama Katolik. Pak Paul menggunakan analogi ini untuk membuat litani untuk pulaunya, Adonara.

Nuha Nebon: pulau yang terapung! Ungkapan sayang, cinta, dan kerinduan perantau Adonara yang sudah puluhan tahun tinggal di Jawa (Pak Paul alumnus IKIP Sanata Dharma Jogjakarta), tapi justru kian menebal keadonaraannya.

AMAK ATA ORANG TUA
RAE TANA PAE
TOBO METE GOLO TEBAKO
PAE METE HAWON KIRIN

Sedih juga membaca litani-litani Pak Paul tentang Adonara. Ada 19 litani yang nelangsa ibarat lamentasi pekan suci di Flores menjelang Paskah. Kalau di kitab Ratapan, Nabi Yeremia menyusun litani ratapan tentang kejatuhan Yerusalem, di buku bersampul sarung khas Adonara ini Paulus Latera meratapi kampung halaman, Nuha Nebon, yang kini jauh di mata.

ADONARA....
MUKO RAE HOLEN DOAN
TAPO TETI GELONG TAPO BALI
WUA RAE BAKI KERON
MALU WELI KOLEN KUMA

1 comment:

  1. Bisa diterjemahkan artinya pak ?

    ReplyDelete