24 March 2014

Seniman jadi caleg. Quo vadis?

Kaget juga ketika bersepeda di kawasan Tambakwedi, Surabaya. Dekat Jembatan Suramadu yang terkenal. Ada foto pelukis terkenal yang sudah tak asing lagi di pinggir jalan. Saya beberapa kali ngobrol sama dia.

Wow, Mbak Nunung jadi caleg Partai Golkar. Nunung Bachtiar nama populer wanita pelukis asal Surabaya itu. Dia sudah keliling Eropa dan Australia untuk melukis + pamer lukisannya. Mbak Nunung tergolong pelukis yang sukses dengan berkesenian.

Kok jadi caleg? Rupanya dia punya bakat terpendam sebagai politisi. Di zaman politik yang bebas terbuka ini siapa pun bebas berkompetisi. Asal ada modal uang, popularitas, dan entah apa lagi.

Mbak Nunung Bachtiar harus kerja keras karena dia lebih populer di kalangan seniman rupa, fine art, bukan masyakarat umum. Beda dengan Nunung Simulat yang makin kondang berkat program OVJ di televisi.

Pekan lalu saya juga mendapat sandek (SMS) dari nomor yang tak dikenal. Isinya: minta dukungan untuk pileg 9 April 2014. Dari gaya bahasanya, orang ini pasti seniman. Dan pasti kenal saya, bahkan ngopi bareng.

Benar saja. Dialah Bung Desemba. Seorang seniman, juga perupa, yang dulu banyak bikin karya instalasi di Surabaya. Desemba maju sebagai calon anggota DPD.

Di pinggir jalan posternya cukup banyak. Agak nyentrik layaknya seniman. Desemba sejak dulu banyak membahas masalah sosial politik. Termasuk dalam karya-karyanya. Karena itu, saya tidak begitu heran kalau dia ingin bicara lebih lugas melalui jalan politik.

Ada lagi budayawan, profesor, serbabisa, yang posternya saya lihat di jalan raya Sidoarjo. Pakar hukum tata negara ini lebih dekat dengan seniman, kumpul sama seniman, bikin puisi + prosa, sembari meneliti persoalan tata negara kita.

Prof Soetanto pun jadi caleg dari Nasdem. Rupanya sang akademikus cum seniman ini tidak puas kalau hanya mengkritik atau kasih masukan dari luar. Prof Tanto ingin masuk sistem, jadi MP, agar bisa mewujudkan impiannya yang belum terwujud.

Ada beberapa lagi seniman di Surabaya dan Sidoarjo yang maju caleg. Rupanya mereka sudah bosan jadi seniman. Rupanya mereka sudah bosan mengkritik pemerintah dan politisi dari luar tanpa ada hasil.

Siapa tahu mengkritik dari dalam bisa lebih didengar. Dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Akankah idealisme seniman-seniman ini (bukan artis + selebritis seperti model, bintang film atau penyanyi) bertahan ketika sudah terpilih?

Kita tunggu saja. Selamat berjuang semoga semua seniman terpilih saat coblosan nanti!

No comments:

Post a Comment