13 March 2014

Romo Ferdinand Doren SVD di Brasil



Satu lagi pastor asal Flores Timur, NTT, yang diceritakan cukup panjang di Jawa Pos. Kalau sebelumnya Romo Markus Solo Kewuta SVD yang bertugas di Vatikan, hari ini giliran Romo Ferdinand Doren SVD. Kaget, gak nyangka pater asal Bumi Lamaholot itu jadi romo di Sao Paulo sejak 1997.

Tidak salah kalau waktu saya SD di kampung dulu, di Flores Timur, ada poster bertuliskan DUNIA ADALAH PAROKI KAMI. Itulah semboyan kongregasi SVD atau Societas Verbi Divini. Dulu saya tak mengerti maksud moto dan visi pater-pater SVD yang bertugas di NTT.

Kini, rupanya, visi lama itu telah mewujud. Romo-romo SVD asli Flores bertugas jauh di negeri orang. Melayani umat Katolik di sana. Pantas saja ketika saya pulang kampung tak ada lagi romo-romo SVD. Yang ada tinggal imam-imam praja Keuskupan Larantuka.

Di Brasil, negara paling gila balbalan, Romo Doren pun menyesuaikan tugas pastoralnya dengan kegandrungan umat pada sepak bola. Jadwal misa pun disesuaikan untuk mengakomodasi hobi umat. Sepak bola dan misa harus jalan bersama-sama.

Kalau disuruh memilih salah satu, sebagian umat di Brasil pasti memilih sepak bola. Misa urusan belakang. Toh, ada doa tobat untuk minta pengampunan. Saat Piala Dunia nanti, khususnya ketika Brasil bertanding, jadwal misa harus disesuaikan lagi.

Selain bola, sang romo dikabarkan concern pada wong cilik, khususnya petani. Di Amerika Selatan memang terjadi konflik sosial yang kronis antara tuan tanah dan buruh tani. Dan romo harus menyatakan keberpihakannya pada siapa.

Syukurlah, umat marginal ini gandrung sepak bola. Mereka bisa berpesta, berteriak, sukaria, menyambut kemenangan timnya dan lupa akan eksploitasi tuan tanah. Dus, sepak bola ibarat candu yang dibutuhkan untuk mengusir kesumpekan hidup.

Yah, selamat bertugas Romo Doren SVD. Salam sepak bola!

No comments:

Post a Comment