13 March 2014

Kapan semburan lumpur berhenti?



Ini pertanyaan hampir semua orang Sidoarjo. Sebab sampai sekarang belum ada tanda-tanda lumpur lapindo di Porong itu berhenti menyembur. Sebentar lagi, 29 Mei 2014, semburan lumpur genap delapan tahun.

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Sudah 40-50 ribu warga yang jadi pengungsi karena kehilangan rumah dan tanah. Bahkan kehilangan desa. Empat desa secara de facto sudah hilang di Kabupaten Sidoarjo. Tinggal menunggu pengesahan secara resmi saja.

Lantas, kapan berhenti si lumpur itu? Dulu saya pernah bertanya kepada pakar-pakar geologi, ahli lumpur, tim nasional lumpur. Jawabannya beda-beda. Ada yang bilang 30 tahun, 32 tahun, 35 tahun. Malah ada pakar yang bilang tak ada yang tahu kecuali Tuhan.

Kini, setelah delapan tahun, saya menelepon seorang pakar dari ITB, Dr Heri Andreas. Dia baru saja meneliti pergerakan tanah dan semburan lumpur lapindo dan gejala alam lainnya yang disebut mud volcano. Pertanyaan sama: kapan lumpur berhenti?

Doktor kelahiran 1976 ini kasih kabar gembira. Setidaknya kita tidak perlu menunggu 22 atau 25 tahun lagi. Sebab, menurut Mas Heri, semburan lumpur akan berakhir lebih cepat dari prediksi awal. Dari indikator yang ada fenomena gunung lumpur di Porong tengah mendekati fase akhir.

"Yah, bisa sepuluh tahun lagi. Atau paling lama 15 tahun ke depan," kata Mas Heri yang rajin meneliti mud volcano di Porong itu.

Tetap saja masih sangat lamaaaaa banget. Gunung lumpur ini, bagi pakar-pakar hebat itu, merupakan fenomena alam yang tidak bisa diapa-apakan lagi. Dus, tidak bisa intervensi untuk menutup semburan dengan cara apa pun.

Tiga metode awal, termasuk relief well, sudah gagal total sejak tahun pertama. Kemudian bola beton pun sia-sia. Metode klenik alias dukun hanya jadi bahan tertawaan. Maka BPLS hanya bisa membuang lumpur ke laut melalui Sungai Porong.

Kalau pakar-pakar paling top di Indonesia saja angkat tangan, apalagi orang biasa. Kita di Sidoarjo sudah telanjur berdamai dengan lumpur. Entah kapan berhenti menyembur, 50 atau 100 tahun, atau tidak bisa berhenti, orang gak ngurus. Cuek bebek.

Yang paling penting, ganti rugi itu segera diselesaikan. Sebab, menurut peraturan presiden yang dibuat di Lanudal Juanda, Sidoarjo, 2007, ketika itu Presiden SBY berkantor di Sidoarjo, semua ganti rugi atau ganti untung harus tuntas dalam tempo lima tahun.

Artinya, 2012 harus kelar semua. Lha, sekarang sudah 2014 kok belum selesai? Dan SBY pun Oktober tahun ini sudah lengser.

Piye iki???

No comments:

Post a Comment