16 March 2014

Ervinna Rilis Album Teresa Teng



Ervinna masih hangat, asyik, ramah, selalu tersenyum. Di mana pun saya bertemu, penyanyi Surabaya yang sudah merilis lebih dari 200 album ini selalu hangat. Selalu menyapa duluan meski dia seorang bintang terkenal, setidaknya sebelum tahun 2000.

"Kamu datang ke Galaxy Mall ya? Saya mau perkenalkan album baru saya," begitu kata-kata Ervinna saat menelepon saya pekan lalu.

"Siap! Saya sudah dengar kok albumnya Mbak Ervin," kata saya.

"Di mana?"

"Di rumah keluarga Pak James Chu di Manyar Jaya."

"Tapi ya tetap datang karena ini album spesial."

Album terbaru Ervinna, yang sekarang lebih sibuk sebagai ketua komunitas Bunda Kudus Keuskupan Surabaya, ini memang diproduksi oleh James Chu. Pengusaha + seniman musik yang tinggal di Hongkong. James lahir di Banyuwangi.

Dia terkesan dengan Theodora Monica Ervin (full name Ervinna) yang suaranya bagus dan ciamik membawakan pop Mandarin. Cukup banyak album mandarin yang ditelurkan Ervinna pada era 1970 hingga 1980an. Ini membuat Ervinna sangat terkenal di negara-negara berbahasa Mandarin seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, dan daratan Tiongkok tentu saja.

Ketika legenda pop Mandarin asal Taiwan, Teresa Teng, masih berjaya, si Ervinna ini pernah diajak konser bareng di Singapura dan beberapa negara lain. Saya lihat foto Ervinna bersanding dengan Teresa Teng di album lama. Inilah yang mendorong James Chu ingin bikin album khusus mengenang legenda pop Teresa Teng.

"Kalau saja dia masih hidup, Teresa Teng berusia 60 tahun. Nah, di Taiwan dan Hongkong ada perayaan besar untuk merayakan ulang tahun Teresa Teng. Ada konser musik, kunjungan ke makamnya, dan sebagainyan," James Chu menjelaskan.

Ervinna pun sangat antusias. Bersama James Chu, dia memilih lagu-lagu hit mendiang Teresa Teng untuk dibikin versi baru. Versi Ervinna.

"Karakter vokal saya beda sama Teresa Teng. Dia nyanyinya halus, lembut, sementara saya energetik dan dinamis. Saya ingin album ini menggambarkan karakter saya sekaligus keindahan lagu-lagu Teresa Teng," katanya.

James Chu pun sama. Dia tak ingin copy-paste atau bikin musik yang persis sama dengan album Teresa Teng. Dia ingin musik ala James Chu. Sejak dulu James ini gandrung gaya Hawaian, bosas, keroncong, dan campursari Jawa.

"Saya perlu mikir, rombak sana sini, sehingga album Ervinna ini selesainya lama," tutur ayah tiga anak itu.

Penggarapan album ini dilakukan di Hongkong. James mengawal benar proses mixing dan sebagainya. Termasuk desain sampul CD. Mewah banget.

Ada foto-foto nostalgia Ervinna bersama Teresa Teng, perjalanan karier Ervinna yang panjang, serta detail-detail lainnya.

"Saya ingin album ini jadi koleksi spesial untuk penggemar saya. Makanya, garapannya dibuat halus dan sebagus mungkin," kata Ervinna.

"Coba kamu simak lagu ini."

Intronya belum saya kenal, cukup panjang.... Tak lama kemudian suara Ervinna yang khas itu mulai terdengar. NI WEN WO AI NI YOU....

Hehehe...

Lagu Teresa Teng yang sepertinya sudah jadi 'himne kebangsaan' di berbagai hajatan warga Tionghoa di Indonesia. James Chu, yang pagi itu belum mandi, pakai celana pendek, menikmati teh khusus (katanya dari Xinjiang)... mengangguk-anggukkan kepala.

Bagaimana? Bagus enggak?

"Ya, ciamik soro! Bagus banget!" kata saya mengapresiasi kerja keras James Chu dan Ervinna.

 Lalu saya diajak menyimak Tian Mimi dan beberapa lagu lain.

"Saya ingin orang-orang di Taiwan, Hongkong, Tiongkok, atau Singapura menikmati lagu-lagu Teresa Teng dengan rasa Indonesia," katanya.

Saya kemudian diberi hadiah teh khas Xinjiang itu tadi. Kata Mr James Chu, teh itu semacam ramuan herbal yang membuat orang-orang Xinjiang sangat sehat meskipun tiap hari makan daging dalam porsi paling banyak di Tiongkok.

"Kolesterol-kolesterol langsung hilang, stamina jadi bagus," kata James Chu seperti seorang sinse Tionghoa.

Wah, ada-ada saja wong Hongkong yang satu ini!

No comments:

Post a Comment