26 February 2014

Lakon Warung Pangku Wartawan Gresik

Credit foto: http://gresikterkini.blogspot.com/

Ini cuma lakon, pertunjukan singkat buat hiburan, Senin malam 24 Februari 2014, di Surabaya. Tapi sangat menarik dan menggelitik. Ceritanya tentang fenomena warung pangku di Kabupaten Gresik. Yang main ya teman-teman wartawan yang bertugas di Gresik.

Di beberapa tempat ada warung kopi yang menyediakan pelayan-pelayan cakep dan bahenol. Mereka tidak hanya melayani kopi pesanan tamu, tapi juga bisa dipangku. Ada harganya tentu saja. Kalau kopi thok Rp 2000-3000, tapi kalau bonus pangku ya Rp 50 ribu.

Kalau lebih dari pangku? Wah, belum tahu. Perlu dicek dulu ke Gresik.

Ludruk ala OVJ itu dimulai dengan penugasan kepada seorang wartawan muda untuk investigasi warung pangku. Malam-malam dia pamit istrinya karena harus melaksanakan tugas jurnalistik.

Tiba di lokasi si Bondet, wartawan itu, pesan kopi. Lalu didatangi si germo. "Kok sendirian? Di sini anda bisa ditemani cewek cantik," katanya.

Si bondet akhirnya naksir janda cakep berambut pirang (cat). Mereka pun asyik ngobol ngalor ngidul. Lama-lama dia merasa cocok. "Berapa dik?"

"Gak mau sama wartawan. Nanti gak mbayar. Wartawan-wartawan itu kan dari dulu sukanya yang gratisan!" kata si cewek disambut tawa penonton.

"Ah, kamu wartawan ya!" Giliran germo yang khawatir bisnis warung pangkunya dimuat koran, kemudian digerebek satpol PP.

"Tenang bos," kata wartawan. "Kita kan teman. Gak usah khawatir. Yang penting yang itu jadi milikku."

"Siap! Gampang bos!" kata germo.

Sejak itu si Bondet betah berlama-lama di warung pangku. Asyik memangku si janda kembang dan lupa tugasnya sebagai reporter yang harus membuat laporan investigasi. Juga lupa sama istri dan anaknya di rumah.

"Mana tulisan tentang warung pangku?" tanya redaktur.

"Belum ada. Investigasinya sulit karena rupanya mereka tahu kalau saya wartawan. Makanya setiap kali saya ke sana enggak ada yang pangku-pangkuan," kata si Bondet.

Akhinya, suatu ketika rombongan satpol PP datang menggerebek warung pangku itu. Si wartawan tertangkap basah sedang pangku-pangkuan mesra dengan gendakannya, si janda pirang.

Apesnya lagi, istri si wartawan ikut menyaksikan penggerebekan itu. Si wartawan pun tak berkutik. Dia digelandang bersama wanita penghibur itu.

Pertunjukan selesai.

Karena itulah, menurut sutradara Mas Aris, wartawan senior di Gresik, fenomena warung pangku tidak bisa diberantas di Gresik. Banyak oknum yang terlibat, mulai aparat keamanan, wartawan, hingga pengurus desa/kelurahan.

"Lakon itu based on true story. Saya tidak mengada-ada lho," kata sang sutradara.

Hidup warung pangku!

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

1 comment:

  1. Sinis tetapi mengandung kebenaran.

    ReplyDelete