08 February 2014

Ki Anom Suroto ndalang di Sidoarjo



Saat ini, Sabtu dini hari (8/2/2014),  saya lagi cangrukan di pendapa Kabupaten Sidoarjo. Ramai sekali. Rupanya peminat wayang kulit di kota petis ini masih banyak sekali.

Semar Mbangun Kayangan! Begitu lakon yang dimainkan Ki Anom Suroto, dalang paling top di Indonesia asal Solo. Setiap tahun Pemkab Sidoarjo selalu nanggap dalang kondang untuk pesta rakyat hari jadi Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini hari jadi ke-155. Bupati Saiful Ilah masih merawat tradisi wayangan yang sudah berlangsung sejak zaman dulu di Sidoarjo. Apalagi pendapa di dekat alun-alun juga punya perangkat gamelan yang lengkap.

"Kami satu rombongan dari Sukodono ke sini karena ada Ki Anom Suroto. Gayanya ndalang memang paling menarik," kata bapak yang pakai blankon ini.

Tak hanya dari Sukodono, penggemar kesenian tradisional ini juga datang dari kecamatan yang jauh macam Krian, Tarik, Balongbendo, Taman, Jabon. Ada juga rombongan bapak-bapak dari Surabaya, Kejapanan, Pandaan, Malang. Luar biasa!

"Saya sudah empat kali berturut-turut ditanggap sama Pak Bupati," ujar Ki Anom Suroto. Pak dalang juga memuji 32 prestasi yang dicapai Bupati Saiful + Wabup Hadi Sutjipto dalam tiga tahun ini.

Dua minggu lalu Sidoarjo baru saja meraih Investmen Award, empat kali berturut-turut. Artinya, semburan lumpur lapindo tidak mengurangi minat investor untuk menanam modal di Sidoarjo.

Ki Anom punya daftar panjang prestasi Sidoarjo. 32 macam! Dengan gaya yang kocak + bahasa pejabat, Ki Anom berkali-kali mengapresiasi pencapaian Sidoarjo.

Bagaimana dengan permainan atau sabetan Ki Anom! Wow, masih ciamik soro. Kualitas vokalnya tetap bulat. Suaranya besar, tegas, mantap.

Melihat antusiasme penonton, meskipun masih kalah dengan tiga empat tahun lalu, kita layak bersyukur. Bahwa kesenian lawas yang namanya wayang kulit masih punya penggemar di Sidoarjo.

Oh ya, malam ini juga di kawasan Sedati ada pergelaran wayang kulit semalam suntuk. Syukuran PT Angkasa Pura I, pengelola Bandara Juanda.

Matur sembah nuwun!


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

1 comment:

  1. sundul Gan, kebudayaan indonesia itu hrs tetap di lestarikan. karena merupakan warisan dari jaman dulu.

    ReplyDelete