23 February 2014

Dokter jadi caleg di Sidoarjo



Pak Dokter itu kan sudah wareg (kenyang). Mengapa harus jadi caleg? Apa yang dia cari dengan menjadi anggota dewan? Begitu kira-kira gumunan orang di warung kopi di Sidoarjo.

Memangnya yang boleh maju jadi caleg hanya orang-orang lapar? Wah, bisa makan duit rakyat tiap hari. Korupsi, meras sana meras sini. Komentar warga lain.

Ah, andaikan semua anggota dewan itu orang-orang yang sudah wareg! Tapi mana ada batas kenyang? Ketika ketamakan dan nafsu makan makin dirayakan.

Yah, ada beberapa dokter yang maju caleg di daerah pemilihan Sidoarjo. Pak dr Wijono maju DPRD Sidoarjo lewat PDI Perjuangan. Pak dokter ini sudah makmur sejahtera. Punya sekolah, klinik, pasien banyak, dan sebagainya. Anaknya pun dokter.

Ada juga dr Benjamin Kristianto yang maju lewat Gerindra. Dokter yang masih muda ini punya klinik di daerah Sedati, dekat Bandara Juanda. Dokter Benjamin juga aktif melayani pasien lewat bakti sosial di Sidoarjo dan Surabaya.

Lalu, apa yang dicari Pak Dokter? Bukankah jadi wakil rakyat justru membuat praktik melayani pasien tidak bisa optimal? Bahkan tidak bisa praktik lagi?

Manusia tidak hanya hidup dari roti! Begitu kata dr Benjamin yang memang sangat menguasai ayat-ayat kitab suci. Ada idealisme yang diperjuangkan. Paling tidak di bidang legislasi.

Suka tidak suka, katanya, politik itu sangat menentukan kehidupan masyarakat. Karena itu, partai politik harus diperkuat oleh orang-orang yang well educated dan punya idealisme. Bukan orang yang nganggur lalu jadi caleg, siapa tahu bisa jadi wakil rakyat.

"Saya merasa perlu nyaleg karena ada banyak hal yang belum beres," katanya bersemangat.

Lalu dengan senyum khasnya dia menambahkan, "Tolong dibantulah. Soalnya saya lagi blusukan ke berbagai wilayah di Sidoarjo, bikin baksos kesehatan."

Ada juga dr Rudi yang maju lewat Nasdem. Dia punya tiga atau empat klinik kesehatan di Sidoarjo. Tapi naluri politiknya lebih kuat sehingga orang lebih kenal dia sebagai politisi, bukan dokter.

Sempat gabung PDIP, Rudi pindah ke partainya Eros Djarot yang tidak lolos verifikasi. Sekarang saya lihat wajahnya di pinggir jalan pakai baju biru ala Nasdem. Nyaleg DPRD Jatim.

Dokter Rudi ini orangnya easy going. Beberapa kali gagal, tapi tidak putus asa. Maju lagi, siapa tahu gagal lagi eh... Berhasil! "Misi saya untuk pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Bukankah pelayanan itu sudah dilakukan lewat klinik kesehatan?

Beliau ini ingin jalur yang lebih luas lagi. Tapi, kalau dipikir-pikir, sejak dulu para dokter di tanah air banyak yang terjun ke politik. Sebut saja dr Soetomo, dr Wahidin, dr Radjiman, dr Tjipto yang mewarnai pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Di negara tetangga ada dr Mahathir yang berhasil memajukan Malaysia. Siapa tahu dokter-dokter kita yang berpolitik ini pun memberi sumbangan nyata untuk kemakmuran bangsanya.

Jangan seperti dr Bagus yang sudah bertahun-tahun jadi buronan di Jawa Timur karena korupsi.

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment