09 January 2014

Jelang Imlek, Wayang Potehi Laris Manis



Menjelang tahun baru Imlek ini, Ki Subur panen tanggapan. Satu-satunya dalang potehi dari Sidoarjo ini kemarin sibuk menyiapkan berbagai propertinya untuk dibawa ke Jakarta.

"Tahun ini saya mengisi acara di Jakarta dan Tangerang. Pertunjukan diadakan di mal dan kelenteng," tutur Ki Subur saat ditemui di kawasan Buduran kemarin.

Didampingi dua putranya, Alfian dan Ringgo, yang juga asistennya, Subur tampak sibuk membersihkan berbagai perlengakapan wayang potehi. Mulai dari boneka-boneka kain khas Tionghoa hingga aksesoris panggung. Meski pihak panitia sudah menyiapkan properti panggung, Subur dan kedua anaknya mengusung sendiri properti potehi dari Sidoarjo ke Jakarta.

"Persiapan fisik dan mental juga perlu karena pertunjukan di Jakarta dan Tangerang ini memakan waktu cukup panjang," ujar pria yang biasa mengisi pertunjukan potehi di Kelenteng Tjong Hok Kiong, Sidoarjo, itu.

Subur kemudian membeberkan jadwal manggungnya di Tangerang dan Jakarta. Mula-mula dia diminta memeriahkan festival kebudayaan di Summarecon Mall, Tangerang, 12 Januari 2014. Pertunjukan hanya berlangsung sehari dengan lakon bebas.

Istirahat dua hari, Subur ditanggap ke Kelenteng Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 15-16 Januari. Dalam beberapa tahun terakhir, Subur memang kerap mendapat job main di kelenteng terkenal tersebut. "Tanggal 19 Januari saya main lagi di Tangerang," katanya.

Selanjutnya, menyambut kedatangan tahun kuda, pria bernama asli Sugiyo Waluyo ini diminta tampil di Mall Ciputra, Jakarta. Tak tanggung-tanggung, pertunjukan wayang potehi ini berlangsung selama 19 hari.

"Jadi, jadwal manggung saya sebelum dan sesudah tahun baru Imlek ini sangat padat. Jauh-jauh hari saya sudah mendapat job manggung di Jakarta dan Tangerang. Alhamdulilah, kesempatan seperti ini datangnya cuma satu tahun sekali," katanya.

Selain kedua putranya, yang sudah lama dikader sebagai seniman potehi, Subur didukung dua pemusik lain, yakni Candra (asal Surabaya) dan Bambang (asisten dalang). Dalam sebuah pertunjukan potehi, menurut dia, sang dalang cukup dibantu lima hingga tujuh pemusik merangkap asisten. "Tidak perlu banyak kru seperti wayang kulit," katanya seraya tersenyum.

Ditanya soal lakon yang akan dimainkan, Subur mengaku tak diminta secara khusus oleh panitia. Karena itu, dia menyatakan siap menampilkan cerita apa saja sesuai tema perayaan tahun kuda ini. Khusus di Mall Ciputra, dia menyiapkan lakon Sun Go Kong.

"Cerita Sun Go Kong ini sangat menarik dn sesuai dengan tema bunga lotus yang ditawarkan panitia," ucapnya.

Selama 19 hari itu, Subur berusaha menyajikan kisah perjalanan Sun Go Kong yang mengawal gurunya, Tong Sam Cong, ke India untuk mengambil kitab suci secara utuh. Dikenal luas sebagai kera sakti, Sun Go Kong mampu berubah wujud menjadi 72 macam sehingga musuh-musuhnya bisa dengan mudah dikalahkan.

"Sun Go Kong itu punya tongkat ajaib yang bisa disimpan di telinga. Tongkat baja itu bisa dibuat besar atau kecil sesuai kebutuhan," katanya.

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment