28 January 2014

Gitar Porong Dipamerkan di Amerika



Tanpa banyak gembar-gembor, Julius Salaka mengikuti pameran gitar internasional di California, Amerika Serikat. Pria yang tinggal di Porong, Sidoarjo, tak jauh dari pasar lama ini, sejak 1997 dikenal luas sebagai pembuat gitar alias luthier ternama.

Dia bikin gitar untuk sejumlah gitaris top macam I Wayan Balawan, Tohpati, dan Dewa Budjana. Nah, di Amerika Serikat, Joel Salaka memamerkan gitar buatannya kepada sejumlah gitaris kawakan di sana.

"Puji Tuhan, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran di Anaheim Convention Center, USA. Ini kempatan yang benar-benar langka," ucap Joel kemarin.

Selama tiga hari Joel bertemu dengan gitaris Amerika yang langsung mencoba gitar buatan Porong dan Kejapanan. Ada musisi Ola Strandberg, Ivan L Pierce, dan Marlon Carbone. Joel menyebut Ola Strandberg sebagai seorang pemusik jenius. "Saya makin bangga karena Ola juga senang menggunakan gitar buatan saya," kata pria kelahiran 23 Juli 1968 itu.

Joel mulai menekuni usaha kerajinan gitar di Porong dan Kejapanan pada awal reformasi, 1997. Krisis moneter membuat lulusan Poltek Universitas Brawijaya, Malang, ini mencoba sesuatu yang baru. Karena dia kehilangan pekerjaan di Surabaya. Iseng-iseng dia bikin gitar listrik... dan ternyata disukai teman-temannya yang musisi.

Tiga tahun membuat gitar pesanan, Joel pada memutuskan untuk membuat merek sendiri. Tak mau lagi menjiplak model gitar orang lain karena terkait hak cipta. Maka, pada tahun 2000 Joel memperkenalkan gitar bermerek Stephallen ke publik, khususnya kalangan gitaris profesional. Desain hingga finishing dikerjakan sendiri oleh Joel.

"Stephallen itu saya ambil dari nama anak pertama saya, Stephen Chandra Satyanugraha yang digabung dengan nama tengah anak kedua saya," ujar suami Sylvia Puspa Dewi yang dinikahinya pada 1997 itu.

Stephallen makin kondang setelah gitaris I Wayan Balawan, yang kondang dengan teknik eight finger tapping, memakai Stephallen pada 2005. Sejak itu pesanan gitar terus mengalir dari dalam dan luar negeri. Dalam setahun dia melayani sekitar 80-90 pesanan atau sekitar tujuh gitar per bulan.

"Tidak bisa bikin banyak karena bukan gitar massal untuk pasaran biasa. Ini gitar khusus yang memerlukan treatment khusus pula," katanya.

3 comments:

  1. Apropos gitar listrik. Ketika putri saya masih berusia 12 tahun, dia meminta kepada saya untuk dibelikan sebuah gitar listrik.
    Dirumah dia sudah punya suling, piano, orgel dan gitar akustik.
    Saya bilang, nanti aku pinjam dulu dari Oom Peter sebuah gitar listrik, kalau lu memang sungguh2 senang main gitar listrik, pasti akan gua belikan.
    Teman baik-ku Peter, orang bule, teman kuliah dan teman seprofisi, adalah seorang yang sangat musikalis. Dia mahir memainkan berbagai musik instrument, dan waktu remaja dia adalah pemimpin sebuah Band. Diruangan musiknya bertumpuk gitar listrik dan alat2 musik.untuk Band.
    Saya ambil salah satu gitar listrik dan bilang kepadanya; Peter gua pinjam gitar ini untuk Irene, nanti pasti gua kembalikan.
    Dia bilang, jangan yang itu, sebab kalau gua lagi iseng atau penat pulang kerja, main musik pakai gitar itu. Gua ambilkan yang lainnya !
    Dia pilihkan sebuah gitar listrik yang tua, dan diberikan kepada anak saya. Esok harinya saya dan anak-saya pergi ketoko spesial alat2 musik. Saya minta supaya gitar tua itu di-stell, dan membeli sebuah tas-gitar yang bagus. Pemilik toko mengamati gitar tua itu dan bertanya; lu dapat darimana gitar ini ? Gua bilang dapat pinjam dari seorang teman. Si-pemilik toko bilang; jaga baik2 gitar tua ini, sebab gitar ini sangat langka didunia, harganya kalau lu jual bisa sampai 30 ribu Euro.
    Ternyata gitar tua itu adalan Fender Stratocaster, hanya gitaris2 ternama seperti Eric Clapton atau Jimmy Hendrix yang punya gitar jenis itu. Setelah setahun, gitar itu kita kembalikan kepada Peter, sebab Irene sudah saya belikan sebuah gitar listrik yang baru. Saya tanya kepada Peter, apakah dia tahu, bahwa gitar tua-nya itu sangat berharga ? Dia jawab ; ya . Itu gitar adalah pemberian ayahnya yang sangat kaya, sebagai hadiah lulus SMA.
    Semoga gitar Porong bisa terkenal seperti Fender.

    ReplyDelete
  2. Kalau mau pesan di mana Bung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa lewat Facebook Julius Salaka di:

      https://www.facebook.com/joelsalaka?fref=ts

      Delete