02 December 2013

Selamat Jalan Mulyana W Kusumah

Mulyana W Kusumah meninggal dunia karena penyakit. Kriminolog dari Universitas Indonesia ini pernah sangat dekat dengan mahasiswa prodemokrasi pada 1990an hingga jelang lengsernya Pak Harto.

Saya ingat betul Kang Mulyana mau tinggal di koskosan mahasiswa ketika mendirikan KIPP di daerah. KIPP lembaga pemantau pemilu pertama di Indonesia ketika Orde Baru sedang galak-galaknya.

Saya pun ikut nimbrung, ngobrol, sama Mulyana Kusumah yang waktu itu rajin menulis di koran dan jadi sumber berita wartawan. Gara-gara Kang Mulyana, saya ikut turun memantau pemilu. Banyak membahas masalah sosial politik di tanah air.

Kang Mul sangat kalem, bicaranya halus, meski opininya tentang Orde Baru sangat keras. Dia tipe dosen idealis yang berani mempertanyakan hegemoni Orde Baru. Beda dengan intelektual-intelektual tukang yang hanya menjustifikasi kebijakan Orde Baru.

Karena itu, ketika Orde Baru jatuh, Mulyana dipercaya jadi komisioner KPU pusat. Mengurusi pemilu demokratis pertama di era reformasi. Betapa ruwetnya pemilu dengan 48 partai. Tapi antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saya pun ikut mencoblos karena gairah reformasi masih menyala-nyala.

Wow, ternyata idealisme KIPP yang disebarkan Mulyana, Goenawan Mohamad, Arbi Sanit, dan kawan-kawan ada bagusnya ketika kita memasuki era baru. Era reformasi. Ketika semua orang bebas berpolitik, mengkritik penguasa, tanpa takut dipenjara.

Sayang, kita tahu, Mulyana dan kawan-kawan tersandung kasus korupsi di KPU. Urusan pengadaan barang yang makan uang besar. Mulyana pun masuk penjara. Sejak itu ambruklah reputasi Mulyana. Tak ada lagi wartawan yang meminta komentarnya tentang demokrasi, hukum, hak asasi manusia.

Mulyana pun hilang dari peredaran. Kecuali keluarga dan orang dekatnya, kita tidak tahu kalau Mulyana sakit serius sejak lama. Saya pun kaget ketika membaca teks berjalan di tvOne: Mulyana W Kusumah meninggal dunia!

Selamat jalan Kang Mul!

Tugasmu untuk membuka jalan demokrasi sudah selesai. Tapi justru korupsi makin merajalela dan dilakukan para eks aktivis mahasiswa yang dulu berteriak anti-KKN!


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment