16 December 2013

Nadjib Martak ketua Nasdem Sidoarjo



Akhmad Nadjib Martak ini Gusdurian sejati. Dia sering mendampingi Ibu Shinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Gus Dur, di berbagai acara di Jawa Timur. Termasuk menemani Bu Shinta ketika mengunjungi komunitas kristiani atau Tionghoa di Jatim.

Karena itu, tak heran Nadjib Martak aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Gus Dur. Ketika PKB pecah dua, Nadjib memilih PKB Gus Dur yang dipimpin Yenny Wahid, putri Gus Dur. Hingga partai ini dinyatakan tak lolos pemilihan umum 2014.

Ketika Nasional Demokrat alias Nasdem dirintis di Sidoarjo, Nadjib Martak pun terpilih sebagai ketua umumnya. Sejak itu pria yang suka bicara ceplas-ceplos itu sering dimuat media massa. Kreatif sekali dia bikin acara untuk sosialisasi Nasdem.

Hingga Partai Nasdem pun lolos verifikasi. Partai pimpinan Surya Paloh ini merupakan satu-satunya partai baru yang ikut Pemilu 2014. Dapat undian nomor 1 pula.

Menjelang pemilu, Nadjib Martak dan kawan-kawan makin intens melakukan sosialisasi atau soft campaign. Nadjib sendiri jadi caleg nomor 1 di dapil 5 wilayah Sidoarjo kota.

"Setiap hari saya dan teman-teman menemui masyarakat. Makanya, saya opimistis Nasdem dapat banyak kursi di DPRD Sidoarjo," katanya.

Partai Nasdem mengontrak kantor bagus di Jalan Gajah Mada, kawasan strategis pusat oleh-oleh di Sidoarjo. Bangunan itu dulunya kantor BRI. Kepada saya, Nadjib pun bergurau seperti biasanya.

"BRI itu kan tempat untuk menyalurkan uang rakyat. Nah, sekarang Nasdem di sini untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Silakan masyarakat mampir ke sini karena kantor kami selalu terbuka," ujarnya seraya tersenyum.

Meski berstatus partai baru, Nadjib menegaskan bahwa para caleg yang didaftarkan ke KPU Sidoarjo sejatinya bukan orang kemarin sore di jagat politik. Mereka umumnya memilih cabut dari partai lama karena perbedaan visi dan idealisme. "Caleg-caleg kami bukan orang pecatan," dia menegaskan.

Kabupaten Sidoarjo punya enam daerah pemilihan. Nadjib Martak menyetor 50 nama ke KPU untuk mengisi enam dapil itu. Berapa target kursi untuk Sidoarjo?

"Minimal semua dapil dapat kursi atau delapan kursi. Kami malah yakin bisa menang di Sidoarjo," katanya.
Bukankah Sidoarjo ini kantongnya nahdliyin yang punya PKB? Nadjib Martak rupanya tak gentar dengan PKB yang katanya berbeda dengan PKB Gus Dur.

"Jangan lupa sebagian besar kader Nasdem Sidoarjo juga nahdliyin. Siapa yang bilang ana ini bukan nahdliyin?" ucapnya dengan retorika khas politisi.

Di kantor DPC Nasdem Sidoarjo ini terpampang foto besar Surya Paloh bersama Nadjib Martak dan pengurus Nasdem Sidoarjo. Nadjib tampak lebih ganteng dan muda di spanduk besar di ruang tengah itu.
Apakah Surya Paloh bakal jadi calon presiden?

Nadjib Martak menegaskan, seluruh kader Nasdem tak akan bicara soal capres jika partai yang mengusung slogan "restorasi Indonesia" itu belum menjadi tiga besar dalam pemilu 9 April 2014. Tugas utama Nadjib Martak dan kawan-kawan adalah membuat partai ini menjadi the best three.

"Kalau sudah ketahuan hasil pemilu, dan Nasdem jadi tiga besar, baru kita bicara calon presiden. Ente jangan buru-buru bahas capres. Oke?" ujar mantan anggota Panwascam Sidoarjo yang ditemani Eko (bendahara DPC + caleg) dan Alim (sekretaris + caleg).

Matahari merambat siang, cuaca Sidoarjo mendung. Perut mulai lapar karena pagi tadi cuma sarapan buah pepaya. Saya pun minta pamit pulang. Matur nuwun Mas Nadjib Martak! Ketua DPC Nasdem Sidoarjo ini kemudian mengantar saya sampai ke halaman parkir.


DPC Partai Nasdem Sidoarjo

Jalan Mojopahit 11 Sidoarjo
Telepon : (031) 8076405
Email : nasdemsidoarjo@ymail.com

No comments:

Post a Comment