17 December 2013

Malbiaz Lanjutkan Musik Malik Bz

Amru Malik, leader Malbiaz.
Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Setelah ditinggal mati Abdul Malik Buzaid, dua putra musisi legendaris itu meneruskan jejak ayahnya. Malbiaz Group bahkan baru saja merilis album gambus modern bertajuk El Kebeer Kebeer.

"Kami ingin melanjutkan jejak Abah (Malik Bz)  yang konsisten menekuni dunia musik hingga akhir hayatnya," ujar Amru Malik di kediamannya, Kureksari, Waru, kepada saya.

Malbiaz Group juga bermarkas dan berlatih di rumah peninggalan Malik Bz ini. Jauh sebelum pentolan Orkes Melayu Sinar Kemala itu meninggal dunia, tepatnya 2003, Malbiaz sudah eksis. Grup ini bahkan langsung diarahkan oleh Malik Bz.

Karena itu, warna musik grup beranggotakan lima personel ini (Azhar, Variz, Anas, Farhat, dan Amru) masih kental dengan warna Malik Bz. Lirik yang dipakai pun sangat puitis dan religius.

"Tapi, yang jelas, Malbiaz ini jauh lebih modern karena diarahkan untuk menjangkau anak-anak muda," katanya.

Meski begitu, instrumen klasik seperti oud atau gitar gambus tetap dipakai. Begitu juga akordeon, alat musik yang sejak tahun 1960-an ditekuni almarhum Malik Bz. Dalam album pertama yang baru dirilis itu, Amru dan kawan-kawan menampilkan delapan lagu gambus khas Timur Tengah. Lagu-lagu seperti itu dulu juga dimainkan OM Sinar Kemala di beberapa albumnya.

Ke depan, Amru berencana merilis ulang lagu-lagu ciptaan Malik Bz baik yang sudah pernah direkam maupun yang belum. Amru memperkirakan Malik Bz menciptakan sedikitnya 300 lagu semasa hidupnya. Termasuk Keagungan Tuhan yang dipopulerkan Ida Laila serta Titiek Sandhora itu.

Pria kelahiran Sidoarjo, 5 Agustus 1985, ini mengaku sudah membongkar file-file lama milik ayahnya, piringan hitam, kaset, CD/VCD OM Sinar Kemala maupun penyanyi-penyanyi lain yang pernah membawakan karya Malik Bz. Begitu juga partitur lagu-lagu yang ditulis komposer berdarah Timur Tengah itu.

Malbiaz Group akan mempelajari untuk kemudian dibuatkan aransemen baru yang cocok dengan tren musik sekarang. "Tapi roh lagu yang ditanamkan Abah akan kita pertahankan," ucapnya. Dia berharap grup musik ini bisa menjembatani penggemar musik tempo doeloe dan modern.

"Lucu kalau kami membuat musik yang sama dengan era abah dulu," kata pemuda yang akan menikah Februari 2014 itu.

Sembari mempersiapkan album kedua, saat ini Malbiaz rutin mengisi berbagai event di Surabaya, Sidoarjo, dan kota-kota lain. Paling banyak tampil di pesta pernikahan alias wedding party. "Kami punya penggemar khusus meskipun tidak sempat promosi di televisi," katanya.

No comments:

Post a Comment