01 December 2013

Iklan Lifebuoy Menohok NTT


Iklan sabun mandi Lifebuoy yang ditayangkan di televisi nasional benar-benar menohok orang Nusa Tenggara Timur (NTT). Niatnya sih baik, membantu sanitasi di NTT, tapi pesannya di televisi kurang etis.

Iklan itu menganggap anak-anak NTT begitu kotornya. Tidak pernah mandi pakai sabun. Sehingga selalu terserang penyakit menular. Maka, anak-anak NTT tidak bisa merayakan ulang tahun kelima. Alias mati sebelum usia lima tahun alias balita.

Apakah benar fakta di lapangan seperti itu? Anak-anak NTT mati sebelum usia lima tahun? Tak pernah mandi. Tak pakai sabun?

Pihak Lifebuoy rupanya pakai jurus gebyah uyah alias generalisasi. Pars pro toto. Menjumpai kasus kematian anak yang tinggi di salah satu kampung, kemudian bikin kesimpulan sekejam itu. Bahwa anak-anak NTT itu meninggal dunia sebelum usia lima tahun!

Lha, kalau faktanya seperti itu ya penduduk NTT musnah atau terancam musnah. Berkurang dratis. Tak ada lagi remaja dan orang dewasa baru.
Padahal, yang terjadi justru penduduk NTT sudah di atas lima juta jiwa. Dua puluh tahun lalu hanya sekitar 2,5 juta atau 3 juta jiwa.

Lantas, pertambahan penduduk yang siginifikan itu dari mana? Dari luar?

Jelas tidak karena NTT bukan tujuan transmigrasi, tapi pengirim transmigran dan TKI. Begitu banyak orang asli NTT yang keluar tapi jumlah penduduknya malah makin banyak.

Yang pasti, angka 5 juta lebih itu tidak termasuk pengungsi Timor Leste.

Betul kata para sesepuh NTT di Jakarta. Beriklan boleh saja dan perlu. Apalagi punya misi sosial membantu anak-anak NTT di pedalaman dari setiap sabun yang dibeli konsumen. Tapi mengeksploitasi anak-anak NTT, apalagi membuat generalisasi yang ngawur bin gendeng tidak bisa dibenarkan. Tidak etis!

Sebelumnya ada iklan sejenis dari Aqua tentang sulitnya air bersih di NTT. Dengan membeli Aqua, konsumen ikut membantu pengadaan air bersih di NTT. Berbeda dengan Lifebuoy, Aqua menggunakan fakta yang benar. Pun tak sampai melakukan pembunuhan karakter manusia yang kebetulan tinggal di NTT.

Menolong orang lain itu sangat mulia. Dan memang diperintahkan oleh Tuhan. Tapi menolong dengan membunuh karakter orang yang ditolong, menghina, mengejek, melecehkan, martabat orang NTT... tidak bisa dibenarkan.

Maka Bung Karno berteriak lantang kepada Amerika, "Go to hell with your aid!

Istilah Jawanya, "Ora adhus gawe Lifebuoy ya ora patheken!"

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment