20 December 2013

Goyang Dangdut di Candi Tawangalun



Candi Tawangalun di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat pagi (20/12/2013), lebih ramai dari biasanya. Ratusan orang mulai anak-anak, remaja, lansia, PNS, rimbawan berbaur jadi satu. Mereka bersama-sama mengadakan penghijauan di lahan kosong kawasan Candi Tawangalun.

Kompleks candi peninggalan Majapahit ini sebenarnya tidak menarik. Meski dekat Bandara Juanda, tak banyak orang yang kenal karena candinya sendiri hanya berupa tumpukan batu bata yang tidak berbentuk. Beda dengan Candi Pari dan Candi Sumur di Kecamatan Porong.

Tanahnya pun bergaram sehingga tanaman-tanaman sulit tumbuh. Selama 14 tahun Ahmad Syaiful Munir, penjaga candi, sudah berusaha menanam pohon tapi selalu gagal. "Saya nanam 100 pohon, yang hidup cuma dua," kata Syaiful dalam beberapa kesempatan.

Tapi, syukurlah, saya melihat ada pohon beringin yang selamat di dekat candi. Jika terus hidup, insyaallah, lima tahun lagi suasananya jadi lain. Sepuluh tahun lagi sudah besar. "Di sini tidak ada sumur. Airnya asin. Saluran air PDAM juga tidak ada," tutur Syaiful yang sudah tiga tahun ini diangkat sebagai PNS khusus untuk mengurus Candi Tawangalun.

Nah, penghijauan untuk proyek hari menanam pohon Indonesia itu berlangsung meriah. Lubang-lubang sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Kita tinggal menanam bibit yang sudah disediakan. Semoga musim hujan ini membuat ratusan tanaman itu selamat.

Sambil menanam pohon, warga Buncitan dan sekitarnya dihibur penyanyi dangdut Fifi Soraya dari Surabaya. Fifi sempat kesasar sehingga terlambat sampai ke Candi Tawangalun. Untung penampilannya tidak mengecewakan.

Mengenakan rok mini, busana cukup sopan, Fifi mengajak penonton bergoyang bersama. Lagu-lagunya dangdut koplo yang memang sangat disukai warga Sidoarjo. Seperti Tutupen Botolmu, Kereta Malam, Goyang Wedhus (Tuku Sate Opo Tuku Wedhus), Buka Titik Joss...

Seakan berlomba, peserta penghijauan bergoyang di Bukit Tawangalun yang basah oleh hujan sehari sebelumnya. Bocah-bocah di samping saya pun joget otomatis seperti mamanya. Bocah hitam manis, arek SD Buncitan, itu bahkan terpilih sebagai salah satu dari tiga pemenang. Hadiahnya Rp 50 ribu!

Penonton bertahan, selain ingin berjoget dan menyaksikan goyangan Fifi, juga menunggu penarikan undian berhadiah sepeda gunung dan sepeda motor.

Mudah-mudahan setelah penghijauan ini Candi Tawangalun makin dikenal masyarakat Sidoarjo. Bahkan bila perlu menjadi salah satu jujukan wisata di Jawa Timur.

Jangan lupa, Candi Tawangalun tak hanya situs lawas, tapi juga punya areal wisata geologi yang cukup luas. Di sini sudah ada mud volcalo atau semacam semburan gunung lumpur jauh sebelum ada semburan lumpur Lapindo di Porong pada 29 Mei 2006.

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment