31 December 2013

Caleg di kampung terlalu banyak



Orang-orang Lembata, NTT, khususnya Ileape, rupanya lagi demam caleg. Di setiap kampung ada saja orang yang mengadu nasib menjadi anggota DPRD Kabupaten Lembata. Pintu rumah warga pun dipenuhi poster caleg.

Kemarin saya harus duduk manis untuk mendengar omongan seorang caleg di kampung. Membosankan tapi tak ada peluang untuk memotong obrolan politik itu. Sebagai orang yang hidup lama di Jawa, saya tentu tidak tega meminta si caleg itu pergi. Saya kan tuan rumah. Si caleg yang harus tahu diri.

Saya coba pakai bahasa tubuh. Sebentar-sebentar lihat jam atau ke belakang. Tapi gak mempan. Yah, politisi lokal memang ndableg. Mau bagaimana lagi?

Kampung saya memang lagi panen caleg. Dan semuanya punya hubungan kekerabatan. Pilih yang mana? Susah juga. Caleg A keluarga dekat ayah, B kerabatnya mama, C keturunan tante, dan seterusnya.

Kalau tidak hati-hati hubungan keluarga bisa rusak gara-gara pemilu. Dan itu sudah sering terjadi di Lembata. Ama X beberapa waktu lalu memilih A saat pilkada, padahal dia juga punya hubungan keluarga dengan B. Meskipun pencoblosan di TPS, orang kampung tahu kalau Ama ini tidak memilih B.

Maka mereka NEKELAN atau jotakan (bhs Jawa) alias tidak baku omong dengan keluarga B. Politik sering membuat ikatan keluarga renggang. Padahal hasil dari proses politik itu pun tak dirasakan masyarakat, termasuk keluarga.

Nah, saat misa Natal di Gereja Atawatung kemarin Pastor Blasius Keban secara khusus mengingatkan umat di Ileape, Lembata, akan ekses demam caleg. Sudah ada sinyal buruk di beberapa kampung betapa hubungan antarkeluarga yang tadinya guyub menjadi renggang gara-gara perang caleg.

Terlalu banyak caleg dengan DPT yang kecil juga sebetulnya tidak cerdas. Sebab suara akan terbagi ke mana-mana sehingga peluang menangnya pun kecil. Andai saja satu kecamatan punya sedikit caleg, yang cerdas dan amanah, hampir pasti lolos ke parlemen.

Nasi sudah jadi bubur. Orang kampung sudah telanjur ngiler pada 25 kursi DPRD Lembata. Semoga semuanya terpilih! Amin.

No comments:

Post a Comment