23 December 2013

Bupati Ngada Blokir Bandara

Apa pun alasannya, blokade lapangan terbang atau bandar udara tidak bisa dibenarkan. Jangankan bupati, gubernur, menteri sekalipun tak berhak melakukannya. Saya kurang tahu apakah presiden boleh melakukannya.

Karena itu, tindakan Bupati Ngada Marianus Sae memerintahkan Satpol PP untuk memblokade bandara di wilayahnya tak bisa dibenarkan. Konyol dan melawan akal sehat. Guyonan yang tidak lucu.

Itulah akibatnya jika seorang bupati mengambil keputusan dengan emosional. Rasio tak dipakai karena emosi sedang mendidih. Hanya karena tidak dapat tiket Merpati, bandaranya ditutup.

Hehehe.... Kita yang berasal dari NTT ikut tertawa, tapi juga sedih dan malu. Flores jadi makin terkenal di media massa, khususnya televisi, bukan karena kehebatan orangnya atau alam yang indah tapi ulah bupati Ngada.

Kalau mau sedikit cerdas, bupati bisa dengan mudah membuat kebijakan yang mempersulit operasional Merpati. Kalau Merpati tidak kooperatif, tidak mau memberi seat, meskipun ada tiga seat kosong (versi bupati), cabut saja izinnya. Gantilah dengan maskapai lain yang masih banyak itu.

Menutup bandara tak akan merugikan Merpati. Toh masih banyak bandara lain di luar Jawa yang belum dilayani. Yang rugi justru penduduk Ngada yang butuh angkutan udara ke Kupang secara berjadwal. Orang NTT yang tinggal di Jawa atau Malaysia akan sulit untuk mudik Natal ke kampung halaman.

Ulah Bupati Marianus ini juga sangat berbahaya karena bisa menjadi preseden bagi maskapai-maskapai lain. Kalau sekarang Merpati yang diblokade, bukan tidak mungkin ke depan maskapai lain diperlakukan seperti ini kalau bupatinya marah. Lalu muncul solidaritas airline. Lalu bandara di Ngada tak diterbangi lagi.

Penjelasan bupati bahwa dia harus ke Kupang untuk urusan DIPA, dan tidak bisa diwakili, cukup masuk akal. Tapi tidak bisa dijadikan alasan untuk memblokade bandara.

Bukankah acara dinas itu sudah lama diagendakan? Bukankah bupati punya staf, ajudan, kepala dinas... yang bisa mengurus tiket Merpati beberapa hari sebelumnya? Mengapa baru pesan tiket pesawat mendadak begitu? Memangnya pesawat itu bus kota atau taksi pribadi?

Mudah-mudahan bapak bupati kita ini mau merenung, mumpung mau Natal, agar lain kali tidak membuat keputusan yang emosional. Terkait Natal ini, ada baiknya pak bupati belajar dari Yosef dan Maria yang tak mendapat kamar di penginapan Bethlehem. Ketika semua kamar penuh, meskipun kondisi Maria hamil tua dan segera melahirkan, Yosef tidak lantas marah-marah kepada pemilik penginapan.

Selamat Natal untuk Bupati Ngada! Salam damai, semoga Merpati dan maskapai lain tetap membuka penerbangan ke Ngada dan kota-kota lain di Flores!


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

3 comments:

  1. Aku dulu punya anak buah dari Ngada, namanya Moses, marganya Djago. Orangnya rajin, pandai, disiplin, dan baik hati. Gak seperti bupati ini, yang membawa nama jelek buat daerahnya.

    ReplyDelete
  2. Bupati Ngada yang mengada ada

    ReplyDelete
  3. Merry Chrismas kk Hurek, hope Chris was born in our heart n fam. cause Chrismas not only joy but careing and smileing to each others :)

    ReplyDelete