05 December 2013

Berita soal Bethany yang bikin risi

Sumber gambar: Surabaya Pagi.


Dulu, berita-berita tentang Gereja Bethany di Surabaya selalu soal KKR yang meriah. Ibadah raya. Mukjizat penyembuhan dari pendeta asing. Kesaksian-kesaksian artis. The year of harvest! Panen melimpah.

Tahun ini koran-koran di Surabaya juga makin rajin menulis Bethany. Tapi bukan soal rohani, kebaktian, miracle.. seminar pertumbuhan gereja. Yang dibahas adalah konflik antarpendeta. Rebutan aset. Gugat-menggugat di pengadilan.

Kamis ini, 5 Desember 2013, koran Jawa Pos dan Memorandum membahas Pendeta Abraham Alex Tanuseputra digugat di PN Surabaya. Yang gugat Pendeta Leonard Limato lewat pengacaranya, Zainuddin.

Alex, bapaknya Bethany Indonesia, dianggap wanprestasi. Opo maneh? Kok gak kelar-kelar sih urusan Bethany ini? Tak bosan-bosannya para pendeta haleluya ini bertengkar di ruang publik, saling gugat di pengadilan.

Bagaimana para pendeta Bethany bisa fokus bekerja, ngemong jemaat, kalau waktunya tersedot untuk urusan hukum? Dan, tidak enaknya, ujung-ujungnya soal aset.

Saya jadi ingat nas yang mengatakan, "Cinta uang adalah akar segala kejahatan!"

Memorandum menulis, konflik di antara pendeta-pendeta Bethany sudah mulai mencuat sejak 2007. Pendeta Alex mengubah akta pendirian gereja karismatik terbesar di Indonesia ini. Leonard Limato yang merasa ikut mendirikan Bethany meradang. Akhirnya, kasus ini makin ramai dan jadi bahan pergunjingan masyarakat.

Yah, mudah-mudahan para pendeta yang paling doyan berteriak HALELUYA itu segera menemukan jalan keluar. Kita yang bukan Bethany pun sudah capek membaca berita-berita tentang konflik gereja di surat kabar.

3 comments:

  1. Sampeyan yang jadi wartawan ya jangan suka nulis tentang konflik gereja tsb, hehehe, krn kita juga sudah bosaaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... wah, komene katolik KTP iki apik. wartawan ya bosen bahas konflik gerejo tapi opo maneh...

      Delete
  2. lho bethany kan hebat... duitnya buanyaaaak.

    ReplyDelete