10 November 2013

Xave Hernandez kurang on fire

Sebuah koran besar berbahasa Indonesia hari ini membahas analisis pertandingan Real Betis vs Barcelona malam nanti. Barcelona sangat diunggulkan, sementara Betis kalah terus di empat laga terakhir.

Koran itu mengutip pernyataan Xavi Hernandez, gelandang terbaik di dunia saat ini. Begini ucapan Xavi: "Mungkin kami kurang on fire dalam beberapa pertandingan, tapi kami tetap menang."

Setahu saya Xavi ini tidak bisa berbahasa Inggris. Wawancaranya di televisi selalu dalam bahasa Spanyol. Dan orang-orang Spanyol memang jarang yang fasih berbahasa Inggris. Begitu juga pemain-pemain bola asal Amerika Latin yang berbahasa Spanyol dan Portugis.

Saya dulu sering beberapa pemain bola asal Argentina yang main di Persebaya atau Deltras Sidoarjo. Diajak berbahasa Inggris susah, bahasa Indonesia belum lancar. Mereka selalu minta agar kita berbahasa Spanyol. Alamak, sejak kapan orang Indonesia diajari bahasa Spanyol?

Tapi, justru karena mereka hanya bisa berbahasa Spanyol dan buta Inggris itulah, pemain-pemain Argentina bisa sangat cepat berbahasa Indonesia. Dia seperti dipaksa berbahasa Indonesia karena setiap hari harus bermain bola di Liga Indonesia. Orang Latin seperti Jackson Tiago bahasa Indonesianya malah lebih lancar dari orang Indonesia sekalipun.

Kembali ke Xavi yang ON FIRE. Berita itu jelas diterjemahkan dari kantor berita yang berbahasa Inggris. Si reporter atau wartawan mewawancarai Xavi juga dalam bahasa Spanyol. Kemudian ditulis dalam bahasa Inggris, disebarkan ke seluruh dunia.

Wartawan atau editor koran di Indonesia rupanya lupa bahwa Xavi itu aslinya tidak berbicara Inggris, bahkan tidak bisa ber-english ria. Maka ada frase ON FIRE yang asli istilah bahasa Inggris. Akan sangat masuk akal kalau yang bilang ON FIRE itu pemain-pemain Liga Inggris macam Rooney, van Persie, Ramsey, dan sebagainya.

Di sini kelihatan sekali kalau wartawan atau penerjemah berita itu malas mencari padanan kata ON FIRE. Penerjemahan yang tidak tuntas. Pembaca yang tidak kritis seakan-akan percaya bahwa Xavi Hernandes saat jumpa pers itu bicara dalam bahasa Inggris di kampung halamannya, Barcelona.

Inilah fenomena NGINGGRIS atau english minded yang sudah lama mewabah di tanah air kita. Bahkan para editor bahasa, copy editor, di media massa terkemuka pun membiarkan kata-kata Inggris keluar dari mulut orang yang tidak paham bahasa Inggris.


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment