14 November 2013

Kelenteng Rogojampi Rayakan Hari Jadi Ke-98



Kelenteng Tik Liong Tian, Rogojampi, sebentar lagi punya gawe besar. Mereka menggelar berbagai acara untuk merayakan ulang tahun ke-98 tempat ibadah Tridharma yang berlokasi di dekat Kota Banyuwangi itu.

Puncak acara diisi dengan sembahyang dan syukuran bersama perwakilan pengurus kelenteng se-Jawa Timur dan Bali pada 11 Desember 2013. Namun, sebelumnya panitia mengadakan pertandingan basket yang diikuti enam tim. Yakni, CLS Surabaya, TITD Sidoarjo, TITD Rogojampi, Merpati Denpasar, Garuda Jember, dan Sahabat Ponorogo.

Kejuaraan basket ini, menurut Yuwana Subagia, selain untuk memeriahkan acara, juga menjalin keakraban di antara klub basket yang dikelola yayasan Tionghoa di Jawa Timur dan Bali. "Cukup enam tim saja yang dilibatkan. Kalau terlalu banyak, nanti perlu waktu yang lama dan biayanya juga banyak," kata Yuwana Subagia.

Berdasarkan catatan sejarah, kelenteng yang terletak di kawasan pecinan, Kelurahan Karangrejo, sekitar lima menit dari Banyuwangi ini, dibangun pada 1915 oleh Liem Kim Hong, pedagang asal Hokkian yang tinggal di Blambangan. Kelenteng Tik Liong Tian ini untuk dipersembahkan bagi leluhur mereka, Kongco Tan Hu Cin Jin. Tan Hu Cin Jin dipercaya sebagai leluhur warga Tionghoa yang bermukim di kawasan Blambangan atau Banyuwangi tempo doeloe.

Kelenteng ini juga biasa disebut sebagai induk dari sembilang kelenteng pemuja Tan Hu Cin Jin yang tersebar di Jawa Timur hingga Bali. Di antaranya, di Besuki (Situbondo), Probolinggo, Jembrana, Tabanan, Kuta, dan Buleleng. "Kelenteng di Rogojampi yang terbesar sekaligus tertua," cerita Yuwana.

Legenda yang masih hidup di masyarakat Tionghoa saat ini, menurut Yuwana, Kongco Tan Hu Cin Jin menyelamatkan budak-budak Tionghoa yang akan dibawa VOC ke Batavia menggunakan kapal. Kongco juga dipercaya sebagai seorang tabib yang ramuannya manjur menyembuhkan berbagai penyakit.

Karena jasanya inilah, komunitas Tionghoa di Blambangan kemudian memutuskan mendirikan rumah penghormatan bagi Tan Hu Cin Jin yang kini dikenal sebagai Kelenteng Tik Liong Tian.

"Jadi, Kongco Tan Hu Cin Jin itu dewa lokal yang dulu hidup di daerah Blambangan. Beliau tidak dikenal di kalangan masyarakat Tionghoa negara-negara lain," ujarnya.

Selain pertandingan bola basket, menurut Yuwana, peringatan ulang tahun kelenteng sekaligus bertakhtanya Kongco Tan hu Cin Jin ini dimeriahkan dengan wayang kulit semalam suntuk, bakti sosial pembagian sembako, ramah tamah, serta pentas seni. Panitia mendatangkan penyanyi pop Mandarin dari Malaysia, Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi sendiri.

1 comment:

  1. Masya Allah, Mas Hurek, kon iku koq wis ngeloyong menyang endi-endi, bahkan sampai tanah Blambangan.
    Saya cukup lama hidup di-Kresidenan Besuki, tepatnya daerah Blambangan, bahkan pernah sekolah setahun di Rogojampi.
    Tiap subuh jam 5 sudah berdiri distasiun kereta api Srono, menunggu spoor kluthuk jurusan Bentjuluk - Rogodjampi.
    Hidup saya ini seperti orang Badui, selalu ber-pindah2.

    ReplyDelete