03 November 2013

Ananda Sukarlan Hidupkan Seriosa



Untung Indonesia punya Ananda Sukarlan. Dialah yang mengisi ruang kosong art song alias lagu-lagu seriosa setelah para komponis senior berpulang atau nonaktif karena memang sudah berumur. Ananda muncul dengan cukup banyak komposisi yang sangat indah.

Sedap nian menikmati komposisi seriosa Ananda Sukarlan. Sang pianis yang belakangan serius menjadi komponis ini memang aktif mengadakan kompetisi di berbagai kota. Di Surabaya peserta cukup banyak. Muda-muda, yang wanita cakep-cakep, yang laki-laki punya kualitas vokal bagus.

Ananda Sukarlan pun berhasil melestarikan tradisi musik seriosa dengan caranya sendiri. Kalau dulu, sejak 1950an lagu-lagu seriosa dipopulerkan lewat Bintang Radio, kemudian Bintang Radio Televisi, sekarang Ananda Sukarlan berjuang sendiri dengan cara yang elegan.

Ananda menciptakan komposisi, sebagian berdasar puisi-puisi karya penyair terkemuka, bikin kompetisi sendiri, dan mungkin mengeluarkan duit sendiri untuk hadiah para juara. Luar biasa! Ananda benar-benar seniman tulen yang mau menghidupi seni suara di tanah air.

Sore tadi, 2 November 2013, Ananda Sukarlan muncul di televisi. Diwawancarai Desi Anwar dalam suasana yang intim, santai, sambil minum teh. Desi Anwar kembali memperlihatkan kelasnya sebagai wartawan senior yang tahu benar bagaimana mmperlakukan narasumbernya. Desi juga paham musik klasik, terlihat dari pertanyaan dan komentarnya.

Setelah tinggal di Belanda kemudian Spanyol selama hampir 30 tahun, akhir-akhir ini Ananda sering tur ke tanah air. Dia juga rupanya ingin memulai fase baru dalam dunia kesenimanannya, yakni menekuni komposisi. Menjadi komponis.

Main piano seperti yang bertahun-tahun dilakoninya lebih menjamin nafkah dan kemapanan ekonomi. Cukup membaca partitur, main, tampil di mana-mana, dapat tepuk tangan meriah, dibahas di media massa atau media sosial. Juga bisa keliling dunia.

Tapi Ananda Sukarlan akhirnya belajar dari kearifan sejarah musik klasik. Bahwa para pianis hebat di Eropa pada suatu titik berbelok haluan ke dunia komposisi. Kalau dulu memainkan karya komponis-komponis lain, sekarang membuat komposisi untuk dimainkan sendiri dan orang lain.

Itu antara lain yang mendasari kompetisi art song ciptaannya yang digelar di beberapa kota besar di tanah air. Dahsyat memang lagu-lagu seriosa ala Ananda Sukarlan. Tingkat kesulitannya cukup tinggi tapi tetap enak didengar karena melodius.

Sudah lama saya kesengsem lagu DALAM DOAKU. Dibawakan soprano dan bas, lagu yang diangkat dari puisi Sapardi Joko Damono ini sangat menyentuh kalbu. Saya pun menyimpannya di HP agar bisa didengarkan sewaktu-waktu. Paling enak saat sepi, sendirian, di tempat yang jauh dari keramaian.

Ketika Desi Anwar bertanya komposisi apa yang paling berkesan, Ananda Sukarlan menjawab Dalam Doaku. Oh, ternyata Mas Ananda punya kesan khusus pada lagu yang sangat saya sukai melodi dan liriknya itu.
Sayang, Desi Anwar tidak mengajak penyanyi seriosa untuk membawakan lagu itu. Tahu-tahu obrolan santai sembari minum teh ala Desi Anwar itu pun selesai. Sudah 30 menit.

DALAM DOAKU SUBUH INI
KAU MENJELMA LANGIT
YANG SEMALAMAN TAK MEMEJAMKAN MATA
YANG MELUAS BENING
SIAP MENERIMA CAHAYA PERTAMA
YANG MELENGKUNG HENING
KARENA AKAN MENERIMA SUARA-SUARA

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

5 comments:

  1. FINISH !!
    Selesai deh baca dari 2005 sampai hari ini. Gak semua sih, seperti artikel paduan suara atau yg ada partitur (?) pasti dilewati. Tulisannya bukan kurang bagus, tapi karena alasan pribadi (baca: gak bisa nyanyi). Pernah coba tapi nada yg keluar kok Do semua yah? Terus pas artikel bola, ntah kenapa touchpadnya langsung loncat ke artikel berikutnya.

    Dalam blog ini, saya baru mudeng kalau sudah “membahayakan” mas Hurek dengan berkomentar secara anonymous. Alasan gak log-in sih karena takut ada phishing (bukan low trust loh, hanya berhati-hati :). Saya minta maaf dan juga berterimakasih sudah membuat blog ini.

    Nah berhubung artikel ini ada kata doa dan sekarang hari minggu, saya mau berdoa “egois”:

    DOA khusus (Ngarep banyak bacaan): Semoga laptop dan desktop mas Hurek sembuh, biar nulisnya bisa 4x dalam sehari. 2 dari BB, 1 dari laptop dan 1 lagi dari desktop . Jadi dalam bulan November & Desember ini bisa mengejar ketinggal jumlah artikel thn 2012 (245) atau thn 2007 (338).

    Semoga selalu ingat nulis secara detail lokasi dan tanggal (sebelum eventnya terjadi donk) tentang Surabaya dan sekitarnya. (Asyik bisa jd tour guide)

    DOA umum: Semoga, kecintaan dan kebanggaan terhadap NTT meluas keseluruh nusantara. Dulu yang saya tahu tentang NTT hanya panas, gersang dan Kelimutu. Tetapi sesudah baca tulisan di blog ini, panas dan gersangnya bukan jadi faktor untuk tidak berkunjung ke NTT. Kehidupan bermasyarakat yang sangat toleran, kesederhanaan hidup dan keunikan seperti pasar barter benar-benar menarik dan damai ! Banyak sih orang lain menulis tentang provinsi-provinsi di Indonesia, tetapi gak sedalam blog ini (Asyik ada referensi jalan-jalan).

    DOA sangat-sangat jangka pendek: Semoga ada tambahan artikel lagi malam ini…

    Amin dan selamat hari minggu.

    Salam

    ReplyDelete
  2. hehehe... Matur suwun, terima kasih sampean sudah berkorban waktu untuk membaca curhatan dan catatan ringan saya. Enteng2n aja kok Mas. Ini kebiasaan lama sejak saya SMP di Larantuka suka bikin catatan ringan tentang kaset baru, khotbah pastor yg kurang menarik, acara TV yg bagus, dan apa saja yg saya suka.

    Makanya blog ini kayak prasmanan: isinya macam2, campur aduk, gado2. Mulai soal NTT, gereja, paduan suara, musik klasik, pop, jazz, bahasa hingga isu2 dan tokoh2 Surabaya atau Jawa Timur. Tadinya topik2 ini punya blog sendiri2, tapi akhirnya saya mutusin untuk digabung saja... biar prasmanan tadi. Baca sedikit2 aja.. biar gak capek.

    Sekian dan salam damai sejahtera. God bless you!

    ReplyDelete
  3. Saya diberitahu link ini oleh teman saya, mas / pak Hurek. Terima kasih sudah nonton, semoga terinspirasi, dan terima kasih ulasannya :) . Saya sendiri nontonnya acara tsb ya dari rumah di Spanyol. Anda ada twitter? Kita tweet2an saja, twitter saya @anandasukarlan . Salam, AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Ananda Sukarlan. Kehormatan besar bagi saya seorang maestro ikut membaca dan menulis komentar di blog saya. Benar2 gak nyangka deh!

      Semoga tetap sehat, makmur, dan berkarya dan main piano. Salam untuk mas Ananda dan keluarga di Spanyol. Oh ya, titip salam untuk pemain2 Barcelona dan Real Madrid. Salam el clasico!

      Delete
  4. yah... mas ananda ini seorang musisi sejati yg sangat berbakat dan dikenal di dunia internasional. kita harus bangga n mudah2an makin banyak orang indonesia yg mengikuti jejaknya.

    ReplyDelete