24 October 2013

Prof Wang Xiaohuai bahas kanker di Surabaya

Satu-satunya negara yang paling serius melakukan riset kanker dengan memadukan pengobatan tradisional dan modern adalah Tiongkok. Tak heran, sistem pengobatan kanker di negara naga itu maju pesat. Saat ini ribuan pasien dari seluruh dunia ramai-ramai ke Tiongkok untuk berobat.

Dalam sepuluh tahun terakhir, penderita kanker asal Indonesia, termasuk Surabaya, pun ikut menikmati hasil riset kanker yang dikembangkan dokter-dokter senior di Tiongkok.

Menurut rencana, Prof Dr Wang Xiaohuai akan membahas berbagai teknik pengobatan penyakit kanker yang biasa dilakukan para dokter di Tiongkok. "Prof Wang ini menghabiskan waktu 36 tahun khusus untuk penelitian kanker. Beliau pakar kanker yang sangat dihormati di negaranya," kata Edi Karimun, panitia seminar kanker, Kamis 24 Oktober 2013.

Wang Xiaohuai diminta membahas teknik pengobatan kanker terbaru di hadapan sejumlah pasien, keluarga pasien, dokter, serta berbagai pihak yang concern dengan penyakit kanker. Seminar di sebuah restoran di kawasan Jalan HR Muhammad ini berlangsung pada Ahad (27/10) petang.

Ikut menemani dokter yang bertugas di sebuah rumah sakit militer di Guanghou ini Prof Zhao Yan, ahli internis onkologi.

Edi Karimun menjelaskan, saat ini terdapat 10 metode pengobatan kanker di Tiongkok. Metode paling tua adalah pengobatan tradisional alias TCM.

Kemudian kemoterapi lokal, tomoterapi, imunoterapi sel dendritik, radio seed implantation, sistem pembekuan dan pemanasan, dan imunoterapi seluler antikanker.

"Nah, metode baru yang ditemukan Prof Wang adalah SPDT atau sonophotodynamic therapy. Metode ini sudah diterapkan di Tiongkok dengan hasil yang sangat memuaskan," tutur Edi yang dikenal sebagai salah satu perintis kursus bahasa Mandarin di Surabaya ini.

Edi memaparkan, SPDT ini tidak memakai sistem kemoterapi, melainkan teknik gabungan suara dengan sel aktif. "Ini merupakan cara pengobatan paling mutakhir atau generasi keempat yang disempurnakan dengan memasukkan fotosintesis klorofil," ujarnya.

Edi menyebutkan, Prof Wang Xiaohuai merupakan dokter yang sangat sibuk melakukan penelitian dan supervisi pasien kanker di Kota Dongguan. Karena itu, dia jarang bepergian ke luar kota atau luar negeri.

"Makanya, kedatangan beliau ke Surabaya ini layak disyukuri," kata Edi.


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment