25 October 2013

Doa Rosario yang terlupakan

Ada undangan doa rosario bersama di Gua Maria, Wonokromo. Sebelumnya juga ada acara doa rosario di Gereja Marinus Yohanes, Kenjeran. Undangan sederhana yang mengingatkan saya kan bulan rosario. Bulan Maria.

Oktober dan Mei memang bulan rosario. Bulan untuk memperbanyak devosi, ziarah, doa rosario, baik perorangan maupun bersama-sama. Hidup di kota besar yang sibuk macam Surabaya sering kali membuat kita lupa devosi.

Doa rosario yang sederhana, hafalan, tak sampai 20 menit, rasanya berat sekali. Padahal, saya biasa menonton siaran langsung sepak bola di televisi dua jam nonstop.

Mea culpa mea maxima culpa!

Minggu lalu saya iseng-iseng bertanya kepada beberapa tetangga yang Katolik. Apakah ada doa rosario bersama di wilayah atau lingkungan? Ibu-ibu itu menjawab tidak tahu. Karena memang tidak ada.

Sangat sulit memang mengumpulkan orang Katolik di kota besar untuk doa rosario bersama pada bulan Oktober. Tak usah tiap hari, seminggu sekali pun susah. Dua minggu sekali juga sulit. Sebulan sekali pun tak dapat.

"Kita doa sendiri-sendiri saja," kata seorang bekas aktivis mudika.

Yah, doa sendiri-sendiri! Orang kota punya kesibukan yang luar biasa. Pulang kerja sore, bahkan malam hari. Capek luar biasa. Mana sempat berkumpul untuk doa rosario di lingkungan?

Maka, saya pun teringat pengalaman masa kecil di NTT, pelosok Flores Timur. Setiap bulan Oktober seperti sekarang orang ramai-ramai mengadakan doa rosario di gabungannya masing-masing. Istilah GABUNGAN itu semacam LINGKUNGAN di Gereja Katolik di Jawa.

Setiap malam usai rosario bersama, umat Katolik mengantar panji Bunda Maria ke rumah yang akan jadi tuan rumah besoknya. Begitu seterusnya selama 30 hari. Pada 31 Oktober diadakan perayaan ekaristi atau misa raya penutupan bulan Maria. Sangat meriah!

Setelah menetap bertahun-tahun di Jawa, akhirnya saya sadar bahwa jauh lebih mudah mengajak wong cilik, wong miskin, di desa untuk doa rosario bersama. Orang desa tak punya kegiatan malam hari. Tak ada hiburan malam. Maka acara doa bersama pun jadi semacam hiburan rohani.

Saya pun membaca kembali bunyi pengumuman doa rosario di kawasan Wonokromo itu:
"Acaranya dijamin tidak membosankan...."

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

1 comment:

  1. Sedikit koreksi, bulan Mei tuh bukan bulan rosario, tp bulan maria. Bulan rosario ada di bulan oktober ini. Klow di kampung, mudah pake kelompok teritorial (mis: kelompok KUB), sementara d kota besar, doa bersama barangkali lbh praktis dilakukan d kelompok kategorial (mis: usahawan katolik, KMK, OMK dll) coz susah pakai teritorial coz umat sedikit. Sedikit share, saya jg sering nyasar ke KBG lain pas do'a rosario, coz sy orang baru d tempat sy tinggal kini.

    ReplyDelete