15 September 2013

Cinta Liang Kaspe untuk KBS



Ketika Pemerintah Kota Surabaya mengambil alih manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS), Wali Kota Tri Rismaharini tanpa ragu-ragu menunjuk drh Liang Kaspe sebagai direktur operasional PD Taman Satwa KBS. Bagi Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, Liang Kaspe merupakan dokter hewan yang paling berpengalaman dalam mengurus ribuan satwa di KBS.


Kecintaan dan pengetahuan Liang Kaspe soal satwa memang tidak perlu diragukan lagi. Meski kebun binatang di kawasan Wonokromo ini berkali-kali diguncang konflik pengurus, Liang Kaspe tak pernah kehilangan cinta untuk satwa di KBS.

Berikut petikan wawancara LAMBERTUS HUREK dengan Liang Kaspe di ruang kerjanya:

Sudah berapa tahun Anda mengabdi sebagai dokter hewan di KBS?

Baru 32 tahun. Belum lama kok. Hehehe....

Luar biasa! Apa resepnya bisa bekerja di KBS yang sering dilanda gejolak manajemen?

Resepnya sederhana saja. Harus punya cinta kasih dan tanggung jawab. Orang yang tidak punya cinta kasih dan tanggung jawab tidak akan mungkin bisa bekerja di lingkungan satwa. Kita harus punya kecintaan yang tulus kepada satwa-satwa yang ada di kebun binatang ini. Satwa-satwa itu juga membutuhkan perhatian dan cinta seperti manusia.

Apakah para pengurus dan karyawan KBS punya cinta kasih dan tanggung jawab itu?

Saya yakin karyawan KBS yang jumlahnya 167 orang ini punya cinta kasih dan tanggung jawab untuk mengurus lebih dari 3.400 satwa yang ada di sini. Bayangkan, 3.400 satwa diurus oleh 167 orang. Artinya, satu karyawan menangani 20 satwa. Padahal, yang namanya karyawan itu ada yang bekerja loket, kebun, kantor, dan sebagainya. Karena itu, semua karyawan dan pengurus harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar agar KBS ini bisa terus eksis dan berkembang.

Setelah dipercaya sebagai direktur operasional, apa langkah-langkah Anda untuk memperbaiki kondisi KBS?

Saya dari dulu selalu tekankan tiga prinsip yang saling berkaitan satu sama lain. Yakni, kesejahteraan satwa, kesejahteraan karyawan, dan kesejahteraan pengunjung. Kalau satwanya tidak sejahtera, kurus, penyakitan, siapa yang mau datang menyaksikan binatang-binatang seperti itu? Jadi, makanan, minuman, kebersihan, dan sebagainya harus diperhatikan.

Kesejahteraan satwa tentu berimbas ke kesejahteraan karyawan karena pemasukan KBS lebih banyak. Kalau karyawan tidak sejahtera, dia tidak bisa bekerja maksimal untuk mengurusi ribuan satwan itu. Pengunjung juga perlu sejahtera supaya bisa membeli tiket masuk yang harganya Rp 15.000 per orang. Kalau 10 orang sudah berapa? Makanya, pengunjung juga harus sejahtera supaya bisa menghidupi KBS ini.

Bagaimana dengan kesejahteraan pengurus?

Hehehe... Pengurus itu kan termasuk bagian dari karyawan juga.

Menyangkut kesejahteraan satwa, mengapa sering terjadi kasus kematian satwa dan satwa-satwa berpenyakit di KBS?

Masalah itu cukup kompleks dan berkaitan satu sama lain. Pertama, faktor air yang dikonsumsi ribuan satwa di KBS ini masih menggunakan air dari Kali Surabaya. Kita kan tahu bagaimana kualitas air dari Kali Surabaya itu. Begitu banyak pencemaran limbah, logam berat, dan sebagainya. Memang ada filter, tapi kualitas air untuk KBS ini kurang bagus. Kedua, makanan yang diberikan oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Saya minta media massa perlu membantu mendidik pengunjung KBS agar tidak memberikan makanan apa pun kepada satwa-satwa.
Saya tegaskan bahwa satwa-satwa di KBS ini sudah cukup makan dan minum, tidak kelaparan. Mereka sama sekali tidak membutuhkan makanan dari pengunjung. Para pengunjung juga sering membuang sampah sembarangan yang membuat lingkungan KBS ini menjadi kotor. Kalau di Singapura pasti sudah dihukum denda. Satwa juga mati karena penyakit atau usia tua.

Lantas, apa solusi soal air bersih tadi?

Kami sudah mendapat jaminan dari PDAM Surabaya yang akan memasok air bersih ke KBS. PDAM dan KBS ini kan sama-sama milik Pemerintah Kota Surabaya. Jadi, sudah selayaknya bila PDAM Surabaya memasok air bersih untuk keperluan KBS. Sebab, air bersih ini sangat penting untuk kehidupan dan kesejahteraan satwa. Mudah-mudahan tahun depan ribuan satwa KBS ini tidak minum air sungai lagi, tapi air bersih dari PDAM Surabaya.

Bagaimana dengan pendapat bahwa satwa di KBS ini sudah terlalu banyak?

Itu pendapat yang salah. Saya tegaskan bahwa KBS ini tidak mengalami overpopulasi. Lahan yang kosong masih ada untuk pengembangan KBS.

Jadi, tidak perlu memindahkan satwa KBS luar?

Tidak perlu. Kalau ada yang memaksakan pengiriman satwa KBS ke luar, itu namanya perampokan satwa. Dan, sudah pasti melanggar hukum dan aturan kebun binatang yang berlaku di seluruh dunia. KBS ini punya hubungan kerja sama dengan kebun-kebun binatang baik di dalam maupun luar negeri. Nah, kerja sama yang sudah biasa dilakukan adalah tukar-menukar satwa tertentu. Misalnya, KBS pernah menukar okapi (hewan dari Afrika) dengan komodo. Kita juga mengirim bekantan ke Jepang, sementara pihak Jepang mengirim satwanya ke Surabaya.

Ada juga mekanisme yang disebut pelepasliaran satwa. Pada tahun 1990-an KBS pernah melepas liar jalak bali ke Bali barat karena populasinya sudah banyak. Proses pelepasliaran ini tidak sederhana, harus bertahap, tidak langsung dilepas ke hutan. Bayangkan saja, si jalak yang selama ini selalu dikasih makan, tiba-tiba dibiarkan mencari makan sendiri. Maka, harus dilatih cukup lama agar bisa survive di habitat aslinya.

Bagaimana kalau satwa KBS ditukar dengan kendaraan untuk operasional KBS?

Itu salah! Tidak benar! Kebun binatang di seluruh dunia itu tidak mengenal program penukaran satwa dengan mobil atau sepeda motor.

Ngomong-ngomong, satwa apa yang jadi favorit di KBS?

Kita punya banyak kok satwa-satwa andalan. Misalnya, komodo, babi rusa, jalak bali, bekantan. KBS mampu mengembangbiakkan bekantan dengan mudah, sementara kebun binatang lain malah kesulitan. Begitu juga jalak bali, komodo, atau babi rusa. Ini artinya KBS masih punya keunggulan dibandingkan kebun-kebun binatang lain.

Mengenai rencana membuat Sea World dan Night Zoo?

Program itu akan direalisasikan tahun depan, 2014. Kita membuat akuarium raksasa yang bagus agar pengunjung bisa menikmati aneka jenis ikan. Nantinya pengunjung bisa berjalan di tengah akuarium itu. Ada ikan air tawar dan air lautnya.

Kalau Night Zoo itu dibuatkan bangunan khusus untuk binatang-binatang malam (nocturnal). Ada pujasera dan tempat nongkrong yang nyaman. Jangan dibayangkan, pengunjung bisa menonton unta, jerapah, atau komodo pada malam hari. Tapi khusus untuk binatang-binatang yang hanya beraktivitas malam hari.

Selama 32 tahun mengabdi di KBS, menurut Anda, kapan sebetulnya masa kejayaan KBS?

Masa kejayaan KBS itu mudah-mudahan tahun depan di era kepengurusan sekarang. Apalagi setelah ada Sea World dan Night Zoo. KBS ini akan genap berusia 100 tahun pada 31 Agustus 2016. Nah, pada usia satu abad itulah KBS akan mencapai puncak kejayaannya.

Anda optimistis?

Harus optimis dong!

Tentang Liang Kaspe

Nama : drh Liang Kaspe
Lahir : Surabaya, 24 November 1954
Jabatan : Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya.
Alamat : Jalan Setail 1, Wonokromo, Surabaya.
Hobi : Membaca, mengurus satwa

Pendidikan :
- SD-SMA Yayasan Dapena, Surabaya, 1960-1972
- Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, 1973-1981

Riwayat Pekerjaan :

- Dokter Hewan Kebun Binatang Surabaya, 1981-kini
- Kepala Kesehatan Satwa, Kepala penelitian dan
Pengembangan, Kepala Nutrisi, KBS, 1984-2003
- Kepala Konservasi KBS, 2003-2006
- Kepala Unit Kesehatan Hewan, 2006-2011
- Kepala Bagian Rumah Sakit Hewan Setail, KBS, Juni
  2011-2013.
- Direktur Operasional PD Taman Satwa KBS, 2013-sekarang

Dimuat RADAR SURABAYA edisi Minggu 15 September 2013.

No comments:

Post a Comment