05 August 2013

Vanny Rosyane Pakai KAMU

Aneh juga si Vanny Rosyane. Saat tampil di Indonesia Lawyer Club tvOne, wanita yang mengaku sering bermain cinta bersama terpidana mati kasus narkoba, Freddy, ini bicara ceplas-ceplos dan terkesan urakan. Tak ada sopan santun atau unggah-ungguh layaknya diskusi berbobot yang disaksikan jutaan orang Indonesia.

Vanny selalu memotong pembicaraan Thurman Hutapea, kalapas yang dipecat gara-gara ocehan model majalah semiporno itu. Meski jauh lebih muda, Vanny sama sekali tak punya respek pada Pak Thurman.

Dengan nada tinggi Vanny selalu menyebut Pak Thurman, seumur ayahnya, dengan KAMU. "Diam, kamu jangan memotong saya," kata si Vanny.

Pak Thurman tampak marah, sementara Vanny yang ditemani Farhat Abas cengar-cengir. Kamu kamu kamu kamu....

Adakah yang salah dengan KAMU, kata ganti orang kedua? Tidak salah. 

Tapi kata kamu hampir tidak pernah dipakai untuk menyebut lawan bicara yang lebih tua, apalagi pejabat atau bekas pejabat, karena kurang sopan. Terlalu kasar. KAMU hanya cocok untuk menyebut teman sebaya atau yang lebih muda usianya.

Saya tidak tahu si Vanny ini pernah belajar bahasa Indonesia di sekolah/ universitas atau tidak. Tapi rasanya orang yang berpendidikan tak akan menggunakan KAMU untuk orang tua. Apalagi diskusi di televisi yang disiarkan langsung.

Di Flores TImur kata ENGKAU atau KAU sangat lazim digunakan. Orang-orang di daerah saya itu memang kurang tahu bahwa ENGKAU itu kurang sopan. ENGKAU hanya cocok dipakai di kalangan anak-anak sebaya.

Kata ganti orang kedua yang dianggap netral adalah ANDA. Tapi jarang dipakai dalam percakapan karena dirasa terlalu formal. Meski begitu, ANDA lebih pas untuk bahasa tulisan atau diskusi formal. Andai saja si Vanny menggunakan ANDA pasti lebih elegan.

Bahasa Indonesia memang punya masalah dalam kata ganti orang kedua. Karena itu, orang lebih sering menyebut kata sandang plus nama lawan bicaranya.

Contoh: 

Persoalan sebenarnya begini Pak Thurman....

Pernyataan Mbak Vanny itu tidak sesuai fakta di lapangan.

Gara-gara kerikuhan bahasa inilah, orang Jawa lebih suka menggunakan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jawa seperti SAMPEAN, AWAKMU, PANJENENGAN. 

Contoh: 

Mohon panjenengan bersedia menghadiri resepsi itu!

Rupanya bahasa Indonesia belum punya kata ganti orang kedua yang benar-benar netral seperti YOU dalam bahasa Inggris atau NI dalam bahasa Mandarin.

1 comment:

  1. Penggemar Bahasa3:03 AM, August 06, 2013

    Bahasa-bahasa di Indonesia memang menurut budaya masyarakatnya sangat mengakui hierarki. Kalau bahasa Inggris, kata guru bahasa Inggris saya di SMP AC dulu, Pak Trimurti, "I" saja ditulis dengan huruf besar, karena budayanya sangat menghargai individu. Kalau bahasa Indonesia, sebutan orang pertama "saya" itu asalnya dari "sahaya", yang artinya pelayan. Begitu juga dalam bahasa Jawa, "kula" dari "kawula" yang artinya anak buah atau pelayan seorang raja. Dalam bahasa Sunda, bahasa halus untuk orang pertama ialah "abdi", pinjaman dari bahasa Arab, yang artinya juga pelayan. Maksudnya kita harus merendahkan diri kalau bicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati.

    Kalau Vanny dan Thurman, yang satunya perempuan murahan, yang lainnya pejabat yang korupsi, dua2nya tidak perlu dihormati. Jadi biarkan saja mereka gunakan "aku" dan "kamu" dalam perbincangan dan permakian mereka.

    ReplyDelete