30 August 2013

PDIP kurang serius, Soekarwo menang mutlak

Hasil pemilihan gubernur Jawa Timur 29 Agustus 2013 sesuai prediksi. Bahkan perolehan suara Soekarwo-Gus Ipul melebihi perkiraan. Luar biasa karena pasangan Karsa ini beroleh suara hampir 50%.

Selisih suara Khofifah dengan Soekarwo hampir 10% berdasar hitung cepat beberapa lembaga survei. Perbedaan ini terlalu mencolok mengingat DPT Jawa Timur itu mencapai 30 juta. Artinya, beda suara nomor 1 dan 4 ini sekitar 3 juta atau setidaknya 2,5 juta.

Optimisme Khofifah-Herman dan timnya ternyata meleset jauh saat pencoblosan. Jangankan bertarung tiga putaran seperti tahun 2008, pemilukada kali ini selesai hanya dengan satu putaran. Khofifah pun tak bisa bicara banyak begitu melihat quick count di televisi sudah terang-benderang tak menguntungkan dirinya.

Soekarwo memang pantas menang karena punya segalanya. Sebagai inkumben, dia punya banyak kesempatan untuk sosialisasi plus kampanye. Pak Gubernur ini tak sekadar bicara atau obral janji tapi sudah kasih bukti nyata. Prestasi Jawa Timur terlalu banyak di tangan Soekarwo-Ipul.

Khofifah pun luar biasa. Dengan persiapan yang mepet, dana cekak, dukungan partai sempat bermasalah, bekas menteri pemberdayaan perempuan ini beroleh suara yang lumayan. Jauh di atas prediksi banyak lembaga survei.

Sayang, Bambang DH ternyata bukan kandidat jempolan sebagai diklaim selama ini. Perolehan suara calon dari PDI Perjuangan ini jauh di bawah standar. Lebih rendah ketimbang suara PDI Perjuangan di Jawa Timur. Dus, mesin politik partai sebetulnya tidak jalan.

Andai saja suara Bambang-Said di atas rata-rata, perolehan Soekarwo-Ipul tak akan sebanyak sekarang. Jika suara Eggi Sudjana pun cukup tinggi, maka tak akan ada pasangan yang mendapat suara 30%. Dan itu berarti akan ada pilgub putaran kedua Soekarwo vs Khofifah seperti lima tahun lalu.

Sayang, PDI Perjuangan rupanya tidak berniat menang pilgub. Sejak awal partai nasionalis ini terkesan aras-arasan memunculkan pasangan calon. Bambang-Said pun dimunculkan sangat mendadak, sementara si inkumben sudah berlari sangat jauh.

Andai saja Khofifah-Bambang bersatu, rasanya Soekarwo-Saifullah Yusuf tak akan semulus sekarang. Tapi rupanya PDI Perjuangan sadar bahwa Soekarwo sulit dikalahkan sehingga pilgub hanya dijadikan ajang konsolidasi menjelang pemilu legislatif.

Apa boleh buat, begitulah jadinya jika PDI Perjuangan kurang serius berlaga di ajang pilgub. Kurang bergairah mendudukkan kadernya sebagai gubernur Jawa Timur. Hanya menjadikan pilgub sebagai sasaran antara. Maka, kemenangan pun menjadi hak Soekarwo yang memang sangat serius mempersiapkan diri untuk melanjutkan pengabdiannya.

Jer basuki mawa beya!


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

No comments:

Post a Comment