19 August 2013

Kris Biantoro dan kesetiaan pernikahan


Seniman Kris Biantoro baru saja meninggal dunia dalam usia 75 tahun. Semoga beliau berbahagia di sisi Tuhan!

Sudah banyak sisi kesenimanan mendiang Kris Biantoro yang dibahas media. Saya mengenang artis serbabisa ini sebagai seorang suami yang sangat mencintai istri Bu Maria dan anak-anaknya. Dia juga sangat menekankan kesetiaan suami-istri.

Maka Kris Bintoro sering berbicara di depan anak-anak muda Katolik tentang cinta kasih suami istri. "Apa yang sudah dipersatukan Allah jangan diceraikan oleh manusia!"

Kata-kata Alkitab ini dijalani Pak Kris hingga ajal menjemput. Kepada anak-anak muda beliau mengatakan, "Kalian boleh gonta-ganti pacar tiga kali seminggu. Tapi kalau sudah menerima sakramen pernikahan di depan pastor, maka petualangan kalian berakhir. Sebab, apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia!"

Kris Biantoro ini memang seorang Katolik Jawa asli Magelang yang sangat religius. Dia juga sering memberi motivasi kepada umat Katolik, khususnya kaum muda, untuk rajin berdoa rosario. Minta bantuan Bunda Maria. Bunda yang selalu menolong.

Kris bercerita dia sering jalan kaki ke Sendangsono, tempat ziarah Katolik yang memiliki Gua Maria pertama di kawasan Promasan, Kulonprogo, Jogjakarta. Di Gua Maria Sendangsono itu Kris berdoa sepuas-puasnya dan beroleh kedamaian. Hatinya merasa tenteram.

Kenapa kalian anak-anak muda tidak datang kepada Sang Bunda? Bunda kita selalu mendengar semua keluhan kita. Kata-kata Kris Biantoro ini masih saya ingat saat perayaan 100 tahun orang Jawa masuk agama Katolik pada 2004 lalu.

Sangat lama saya tak melihat kiprah Kris Bintoro di jagat hiburan karena memang bergulat dengan sakit ginjal. Tahu-tahu muncul berita Kris Biantoro tutup usia.

Resquescat in pace! Selamat jalan Om Kris!



Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

3 comments:

  1. Requiescat in Pace, Krisbiantoro. Dulu paling suka lihat acara quiz yang dipimpin dia. Juga kagum atas kreativitasnya menyanyi lagu2 jaman perjuangan "Juwita Malam" dll, dan kepiawaiannya mengarang lagu Jawa populer Dondong Opo Salak.

    ReplyDelete
  2. selamat jalan Om, selamat berpulang ke Allah Bapa di surga dan pihak keluarga di beri ketabahan. Indonesia kehilangan tokoh yang bukan sekedar seniman tapi juga relawan Trikora, nasionalis - religius, biarlah semua yang bernafas memuji Tuhan.

    ReplyDelete
  3. luar biasa almarhum Krisbiantoro, beliau seniman pejuang yg punya idealisme. penampilannya di TVRI jaman dulu selalu bikin kangen. merdeka!!! RIP.

    ReplyDelete