06 August 2013

Jokowi: Buat lagi 100 Jakarta

Ucapan, pikiran, dan tindakan Jokowi memang menarik. Di majalah Tempo terbaru gubernur Jakarta ini ditanya ruwetnya kota, macet, penduduk yang melimpah.

Jokowi menjawab: "Buat 100 kota industri kayak Jakarta di seluruh Indonesia. Supaya gulanya tak kumpul di sini."

Sepakat. Saya sendiri makin resah melihat keruwetan kota-kota besar yang makin sulit diurai. Makin sering dibahas, dikaji, seminar sana sini, hasilnya tidak jelas. Jalan raya tetap saja macet.

Dan di saat musim mudik seperti sekarang pemerintah mestinya makin sadar akan wabah urbanisasi. Puluhan bahkan ratusan juta orang kembali ke desa atau kota kecil untuk Idulfitri. Jutaan orang ini ibarat semut yang datang mencicipi manisnya gula di kota, khususnya Jakarta.

Desa, apalagi luar Jawa, tak punya gula. Gulanya cuma birokrasi dan politik yang sudah jadi bancakan oknum-oknum tertentu. Mau tak mau semut-semut kampung itu hijrah ke kota. Lalu pulang sejenak saat lebaran, kemudian kembali lagi ke Jakarta.

Makanya, imbauan pejabat-pejabat agar pemudik tidak mengajak kerabat atau kenalannya ke kota sebetulnya sia-sia. Dilarang macam apa pun si semut akan mencari gula. Dirazia satpol PP juga tak akan efektif.

Jokowi menegaskan, kalau mau membereskan Jakarta, pemerintah harus mendorong investasi dan peredaran uang ke luar Jakarta. Ini yang kurang dilakukan pemerintah sejak merdeka 68 tahun lalu.

Berkali-kali kita mengadakan pemilihan umum, ganti presiden, ganti menteri, ganti pejabat, tapi uang justru makin terpusat di Jakarta. Saya ingat kata-kata Jokowi: buat 100 kota industri kayak Jakarta!


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

1 comment:

  1. sangat setuju sekali di apa yang telah di utarakan oleh Jokowi.

    ReplyDelete