18 August 2013

Bella Saphira bebas pindah agama



Konversi agama artis Bella Saphira dari Kristen ke Islam diliput besar-besaran di tanah air. Sejumlah tabloid bahkan membahas persoalan pribadi ini secara panjang lebar. Meski Bella tak banyak bicara soal keputusan penting itu, media tetap saja menyediakan beberapa lembar untuk memuat soal ini.

Bisa ditebak Bella pindah agama karena hendak menikah dengan Agus, mayor jenderal TNI. Hal yang sangat wajar dilakukan seorang wanita untuk menyesuaikan agama calon suaminya. Sebab di Indonesia memang tidak dikenal pernikahan beda agama.

Kalau mau menikah ya salah satunya harus mengalah. Tinggal kuat-kuatan saja ibarat tarik tambang tujuh belasan. Tak ada win win solution di Indonesia untuk urusan seperti ini. Jangankan pasangan Islam-Kristen, sama-sama kristiani pun kalau doktrin gerejanya beda, yang satu baptis selam, satunya baptis percikan saat bayi, pasti tak akan bisa menikah. Pihak Kristen evangelical itu selama ini menganggap baptisan Katolik tidak sah sehingga harus dipermandikan ulang. 

Weleh weleh weleh.....

Yang agak mengherankan, beberapa hari terakhir ini kita membaca di media bahwa keluarga Bella Saphira rupanya tidak merestui pernikahan Bella dan Agus. Tak jelas yang tidak direstui itu Bella jadi muslimah ataukah karena menikah dengan Mayjen Agus.

Jangan-jangan orang tua Bella sudah menyediakan calon suami untuk sang pemain sinetron itu. Jangan-jangan karena bukan sesama etnis. Atau mungkin akumulasi dari berbagai alasan yang memang sudah klasik.

Apa pun alasan dan pertimbangannya, menurut saya, pihak keluarga harus menghargai pilihan anaknya. Termasuk memilih agama yang berbeda dari orang tua. Mau pindah agama, mau nikah dengan jenderal, dengan pengusaha, artis, pegawai negeri, terserah pilihan sang anak.

Jangan lupa, Bella Saphira sudah berusia 40 tahun sehingga punya kematangan untuk menentukan pilihan hidupnya. Termasuk pindah agama atau menikah dengan laki-laki tertentu. Sudah bukan masanya lagi orang tua memaksakan keinginan kepada sang anak.

Tapi memang harus diakui komunalisme masih sangat kuat berlaku di Indonesia. Sehingga urusan pindah agama terlalu sering melibatkan orang-orang di luar individu yang bersangkutan. Pihak keluarga, tetangga, kerabat, teman, hingga media ikut meramaikannya. Berbeda dengan masyarakat Barat yang punya integritas individu sangat tinggi.

"Saya bebas memeluk agama apa saja yang saya kehendaki. Termasuk tidak memeluk agama apa pun," kata Clara, wanita asal Swiss, kepada saya. Dia pun jadi muslimah karena menikah dengan laki-laki Jawa Timur.

Orang tua kamu enggak marah? "Memangnya saya anak kecil? Di Eropa agama itu benar-benar urusan privat. Beda sekali dengan di Indonesia," katanya.

Kembali ke Bella Saphira. Di satu sisi kita berharap pihak orang tua sang artis bermarga Simanjuntak itu bisa menghormati pilihan anak, di sisi lain pihak sebelah pun tidak perlu bersorak-sorai karena si Bella murtad dari agama lamanya. Biasa sajalah. Proporsional dan tidak berlebihan.

Ketika duduk di bangku SMP di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, NTT, saya pernah menanyakan kasus semacam Bella Saphira ini kepada guru agama Katolik. Saya bertanya mengapa anak-anak balita dipermandikan oleh ayah ibunya. Bukankah kanak-kanak itu belum mampu berpikir dan memilih agama sendiri?

Pak Petrus, guru agama Katolik, itu mengatakan orang tua yang beragama Katolik memang berkewajiban untuk mempermandikan anaknya, mendidik dan mengajarkan agama Katolik kepada anaknya. Pendidikan agama yang paling utama, menurut guru saya dulu itu, adalah keteladanan orang tua. Orang tua yang rajin misa, doa angelus tiga kali sehari, selalu doa sebelum dan sesudah makan, rutin sembahyang pagi dan sembahyang malam, rajin membaca kitab suci. Senang menyanyikan lagu-lagu rohani atau liturgi di rumah.

Bahwa setelah dewasa si anak memilih untuk pindah agama, karena merasa agama lain lebih cocok, tak ada seorang pun yang bisa melarang. Termasuk orang tuanya. Contoh paling populer adalah Yudas Iskariot. Kurang dekat apa si Yudas sama Yesus Kristus?

Meskipun pindah agama, kata pak guru, dia tetaplah mendapat hak untuk dicintai sama seperti sebelum pindah agama. Pihak orang tua Bella pun tak perlu malu atau merasa gagal mendidik anaknya hanya karena sang putri jadi mualaf. 

Horas!

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

19 comments:

  1. Shalom,

    ha, ha, ha, menarik kaka topik ini kk tulis, sy baru saja cari2 di internet ttg dasar2 mendidik anak secara Alkitab, singkat kata pencarian sya beragam hasilnya antara pengertian katolik dan protestan tapi intinya apa yang harus disampaikan ke anak dari orang tua adalah takut akan Tuhan atau kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu harus disampaikan sejak dini kepada anak sekaligus memberi teladan yang baik, boleh disunat ataupun tidak kemudian dibaptis.

    atau berdasarkan Ul 6 dalam bahasa Ibrani Shema Yisrael, Adonay Elohenu Adonay ehad (Tuhan itu esa, TAAT-lah anaku) harus diperkenalkan sejak dini.

    dan menurut saya setelah anak dewasa memang dia punya keputusan akan dirinya sendiri seperti doa nabi Daud untuk Salomo menjelang kematiannya, isinya Daud hanya menasehati agar taat tapi keputusan tetap ada di Salomo, dan kita tahu Salomo pun tergelincir namun kasih Allah akan orang benar itu mengikat meskipun dia jatuh bangkit selalu ada pengampunan karena Dia, Allah yang esa dan bukan berarti Daud sabagai orang tua gagal, tidak begitu.

    Walaupun klo Daud saat itu menyasikan Salomo tergelincir pasti sedih.

    saya setuju dengan faktor2 diatas yang kaka tulis, ya orang tua mana yang tidak sedih kita harus realistis juga tapi yang saya cermati dengan kritis disini bahwa media di Indonesia itu belum dewasa dalam melihat persoalan berkeyakinan dalam beragama.

    benar kata Andreas Harsono bahwa banyak wartawan di Indonesia ketika meliput ttg agama selalu larut tidak bisa independen jadinya ketika ada seorang mualaf wah heboh pasti, mari kita hitung: dari Angelina Sondak, Christian Ronaldo, Jono basisnya gugun shelter, diego michels sampai kepala suku di papua yang mualaf akhirnya jadi headline, kenapa???

    jawabnya rating akan iklan dan para redaktur juga wartawan tahu bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam suka hal ini, ini pasar meningkatkan profit sehingga maklum akhirnya nama2 diatas banyak diundang jdi pembicara atau akhirnya klo nasibnya bagus jadi artis buktinya ada kuis yang pesertanya mualaf sampai tv one yang terakhir saja mengadakan acara gestur Tuhan ada dimana2 yag isinya menampilkan wajah2 orang bule yang mualaf dari acara ini saya melihat bahwa pasar mualaf itu seksi sekarang dimana2 klo ada tokoh, atlet sepak bola mualaf beritanya bisa diulas dari yahoo Indonesia sampai Eropa bahkan Amerika tapi jika ada orang Islam yang pindah agama pemberitaannya minim, kita liat sewaktu Sandy Aulia masuk kristen karena nikah yang ditayangkan melulu bapaknya saja yang tidak sudi datang ke pernikahanya karena anaknya pindah agama.

    saya setuju dengan kaka, klo ada orang kristen mo mualaf bagi saya sah2 saja, kita harus hormati keputusan itu walaupun berat realistis aja ya memang bagai disambar petir bagi orang tua dan saya tidak mau munafik soal ini karena teman2 muslim saya juga banyak dan hubunganya baik, jika saya berkata tidak masalah tapi dalam hati mengumpat saya berdosa karena Yesus mengajarkan seia sekata.

    mari kita merenungkan sabda Yesus janganlah melakukan apa yang kamu tidak suka kepada orang lain karena akan berlaku sebaliknya, kasihilah manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri dan jangan menghakimi.

    bagi orang tua tetaplah didik anakmu dengan tulus dan dengan keteladanan berdasarkan firman Tuhan dan percaya sajalah pasti ada buahnya, Allah itu tidak pernah tidur Dia dekat dengan mulut dan hatimu.

    dan bagi para sahabat artis yang mualaf saya tahu bukan saja soal akan menikah tapi mungkin para sahabat juga menemukan kenyamanan batin dengan menjadi mualaf, selamat bagi para sahabat menempuh hidup baru.

    Tuhan memberkati Indonesia, amen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Bung, sudah kasih tambahan catatan.
      Tuhan tidak akan memberkati Indonesia kalau pemimpinnya suka korupsi, hedonis, mengkhianati amanat rakyat.

      Delete
  2. Orang Indonesia memang reseh. Kalau ada yang jadi mualaf langsung ribut masuk media, nada berita positif. Tetapi kalau sebaliknya, wah kebakaran jenggot, dan isu kristenisasi langsung disebarkan. Dasar gak pede. Masyarakat Indonesia sebagian besar baik Kristen maupun Islam belum mengalami renaissance pemikiran, yang membiarkan agama sebagai pilihan pribadi. Semoga ke depan lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Renaisans justru sudah terjadi pada intelektual2 pejuang didikan Belanda seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, M Roem, M Natsir, Kasimo, M Yamin, dan sebagainya.

      Anehnya, justru akhir2 ini mundur jauh ke belakang alias set back pemikiran. Kualitas pemikiran saat ini lebih buruk daripada era Bung Karno, bahkan awal Orde Baru.

      Konsep pencerahan versi Suryadharma Ali, menteri agama, bukan aufklarung tapi fanatisme sempit. Pejabat tinggi aja kayak begitu. Justru orang biasa sering kali lebih arif. Terima kasih atas komentar anda.

      Delete
    2. Betul sekali Sdr. Lambertus. Si Ali ini menggunakan istilah pencerahan tanpa tahu akar kata tersebut. Kata pencerahan digunakannya sbg padanan "mengakui dogma2 Islam Sunni", padahal yang biasa dipakai, kata tersebut digunakan dalam konteks aufklarung, dalam arti berpikir scientific, dan memisahkan ranah agama dari ranah politik. Kedua, kata tersebut dipakai dalam konteks Buddhisme, ketika Sidharta Gautama dan pengikut-pengikutnya menjadi celik mata dan pikirannnya, apa yang menjadi penyebab sengsara (dhukka) manusia.

      Jadi si Ali ini menggunakan kata pencerahan secara sempit dan picik, cocok lah dengan tindakan2nya yang goblok. Wong ngene kok dadi menteri, oh alah, to le, le ... ya begitulah politikus yang menggebu2 mengedepankan kepentingan golongannya di depan seluruh rakyat.

      Delete
  3. bella ini kan public figure sehingga jadi berita besar. kalo yg jadi mualaf orang2 biasa ya gak akan diberitakan. soal agama itu memang urusan pribadi...

    ReplyDelete
  4. di indonesia masih lumayan, cuma rame di media aja. kalo di malaysia, orang islam yg pindah agama dihukum penjara karena dianggap tindak pidana.

    ReplyDelete
  5. bella saphira mendapat PENCERAHAN hehehe... istilah umumnya mendapat HIDAYAH.. jadi orang yg lahir baru tanpa dosa kayak bayi.

    ReplyDelete
  6. Saya setuju dengan Bambang Noorsena, bahwa membicarakan perdamaian agama, tidak harus yang timur itu Islam yang barat itu Kristen. Ketika kita terjebak pada perangkap ini yang ada adalah curiga, padahal, bukan saja masalah mualaf artis, awam atau konflik social berbasis agama di media Indonesia yang menurut Imam Prasodjo (sosiolog UI) sejatinya adalah masalah revolusi teknologi informasi yang mana semua orang, semua umur bisa mengakses dengan sedikit hambatanya dan ketiadaan control serta toleransi yang terbangun, klo ada control dan toleransi ya ini wajar kok terjadi.

    menurut Andreas Harsono (praktisi media), banyak orang terjebak di media internet atau pemberitaan padahal belum tentu kebenaranya karena media yang bagus harus jelas, dapat dikonfirmasi kebenarannya. Makanya saya suka dengan blog pace Hurek ini karena walaupun belum pernah bertemu muka tapi saya tahu dia orang Jawa Pos, tulisannya variatif tidak melulu politik, saya tahu dia Kristen tapi klo Kristen brengsek ya tetep dia krtitik, pace ini klo dibaca dari ideologi anak punk, jujur dan menjadi diri sendiri, pace ini beda, blognya kritis tapi mencerahkan :).

    Di barat, kaum sekuler menganggap kaum agamawan itu munafik dengan melihat kenyataan, bagaimana bisa, semisal sebagian orang Islam di satu sisi berkata bahwa agamanya, agama semesta Alam namun di belahan lainya melakukan sweeping, destruktif, menindak yang beda dengan teriakan Allah Akbar!!!. Begitu juga agama Kristen yang sama munafiknya dan yang paling terbaru yang tidak disangka – sangka adalah konflik Myanmar, Budha dengan Islam Rohingnya, saya punya tesis bahwa semua agama itu berdarah tanganya, tidak ada yang tidak.

    Isu mualaf yang ramai di dunia selebritis dan awam ini memang tidak bisa kita hindari, sekarang Bella besok siapa lagi?

    Seharusnya media di Indonesia meniru media di Mesir yang ketika media barat membuat kartun Nabi Muhammad, menuduh Islam hanya bisa konflik saja namun media Mesir tidak lagi terjebak dengan cacian malah media Mesir membuat tulisan kreatif tentang agama Islam dan hubungan Islam – Kristen disana. Ini baru berpikir maju, tercerahkan.

    dan saran bagi media Kristen yang suka mengcopy paste tulisan bung Hurek tanpa izin seharusnya sudah memulai proyek membuat tulisan berdasarkan semangat pluralisme, demokrasi berlandasakan realisme Alkitab bukan mata ganti mata, gigi ganti gigi dalam menjawab tantangan keberagaman agama, kemajuan teknologi di abad 21 ini.


    ReplyDelete
  7. Biarlah Bella yang tahu urusan dia pindah agama. Dalam masyarakat komunal versi Indonesia sebenarnya yang jadi biangnya adalah "ketamakan" pemilik media dalam menuliskan berita dengan angle yang menjual untuk mendongkrak tiras. Mungkin dugaan saya salah. Kalau memang bukan keuntungan ganda yang dicari, mungkin kasus Ully Artha bisa jadi contoh.

    ReplyDelete
  8. Setuju dengan bang Hurek,....Indonesia tidak akan maju kalau para pemimpinnya berpikiran fanatis sempit,akibatnya rakyatnya juga tidak bisa rukun,mudah terpecah belah bahkan saling menindas. Kalau saja tidak ada Bhineka Tunggal Ika,barangkali Indonesia tidak akan pernah merdeka dari penjajahan...sudah terbukti,dengan kesatuan dan persatuan,Tuhan memberkati bangsa Indonesia pada waktu itu,karena Tuhan akan memerintahkan berkatNya untuk selamanya kepada bangsa yang hidup rukun dalam kesatuan....seperti embun gunung Hermon yang turun keatas gunung gunung Sion (Mazmur 133).
    Kalau saja semua orang Indonesia mengasihi Tuhan,pasti kita semua bisa hidup rukun,karena Tuhan sendiri berfirman: Jikalau seorang berkata "aku mengasihi Allah" dan ia membenci saudaranya,maka ia adalah pendusta,karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya,tidak mungkin mengasihi Allah,yang tidak dilihatnya. (1 Yohanes 4:20). Tuhan mengajarkan Hukum Kerajaan Sorga atau Hukum Kasih,Kasih kepada Tuhan (vertikal) dan Kasih kpd sesama (horizontal) tercrmin dalam Tanda Salib.Jadi Kasih identik dengan Salib,siapa mengasihi,harus rela memikul Salib penderitaan.. Kalau saja
    Hukum Kasih ini dilakukan oleh seluruh umat manusia,maka dibumi seperti di Sorga.....(Doa yang Yesus ajarkan).
    Untuk melakukan Hukum Kasih,Tuhan mengajarkannya secara bertahap,pertama mengasihi orang tua kita seperti diri sendiri,kemudian mengasihi pasangan hidup kita seperti diri sendiri,selanjutnya mengasihi anak anak kita seperti diri sendiri,seterusnya mengasihi seisi rumah kita,tetangga kita,teman2 kita,dan seterusnya.Karena alasan itulah Tuhan sangat sangat membenci perceraian suami istri,karena dapat juga dimaknai pasangan tersebut sudah gugur pada latihan tahap awal,dan konsekuensinya sangat luar biasa,yaitu timbulnya kebencian atau kepahitan hati terhadap pasangan tersebut sampai kepada anak anaknya.Dan ini menjadi salah satu sumber malapetaka kekacauan di muka bumi ini, anak yang kehilangan kasih sayang,hidup dengan luka bathin dan kepahitan,kebencian,sangat mudah tersesat didunia hitam yang menambah derajat kekacauan dunia.
    Kebenaran memang hanya ada satu,karena Tuhan sumber kebenaran adalah Pribadi yang Esa,dan Kebenaran sejati adalah Firman Tuhan atau Pribadi Tuhan sendiri.Firman Tuhan adalah Hukum Tuhan atau Hukum yang berlaku di Kerajaan Sorga,yaitu Hukum Kasih.Barang siapa tidak mau melakukan Hukum Kasih mustahil mampu bertahan hidup di Sorga (masuk Sorga).Memang dunia menawarkan 1001 kebenaran,yaitu 1 Kebenaran sejati dan 1000 kebenaran palsu yang dibuat oleh musuh Tuhan,yaitu iblis (bapa dari seala dusta) semirip mungkin dengan kebenaran sejati (barang imitasi kalau ga mirip,ga bakalan laku) disinilah manusia banyak salah pilih...termasuk sdri.Bela S tersebut...semoga Tuhan beri kesempatan untuk bertobat dari kekilaan.....

    ReplyDelete
  9. Semoga Bela S segera sadar dan bertobat....

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah... bella menemukan cahaya hidayah dari Allah SWT!

    ReplyDelete
  11. Betul....kayaknya Bela sdg dikuasai hidayah dari allah swt ......kasian,... dia kehilangan Hikmat Sorgawi (Hikmat Roh Kudus) sehingga lupa akan Kasih Tuhan Yehovah yang memeliharanya selama ini....dia belum paham bahwa setiap ajaran /agama memiliki allah yang ber beda-beda,makanya sabda allahnya (firmannya) juga berbeda beda,meskipun semuanya meniru semirip mungkin dengan Firman Tuhan sejati dari Allah Abraham,Allah Ishak,Allah Yakub,namun sudah pasti buahnya tentu berbeda.Yesus sudah ingatkan: "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.(Matius 7:15-18).....Pohon yang baik adalah Tuhan,dan pohon yang tidak baik adalah iblis.....Ajaran dari Tuhan (Firman Tuhan sejati) pasti berbuahkan kebaikan,tidak mungkin berbuahkan keburukan...tetapi sebaliknya,ajaran dari iblis (firman tuhan palsu) meskipun kelihatannya sangat baik,bahkan juga mengajarkan kebaikan,tetapi kalau dijalankan dengan sungguh sungguh ujung ujungnya akan membuahkan keburukan,kekacauan,kepahitan,kejahatan semata mata......(... aneh kan?tidak masuk logika ya?....tapi itulah faktanya..)
    Jadi tidak perlu bertengkar,mari kita membuka hati dan sama-sama menyimak dengan hati jernih....ajaran mana yang buahnya baik,....dan ajaran mana yang buahnya tidak baik.......(meskipun sepertinya sama sama mengajarkan kebaikan..).
    Raja Salomo (raja / nabi yang penuh hikmat dari Tuhan) mencatat dalam Kitab Amsal 14:12 :"Ada jalan yan disangka orang lurus,tetapi ujungnya menuju maut"......maut artinya kematian kekal / neraka.....
    Kebenaran sejati yang dari Tuhan (Hukum Sorgawi) diturunkan dari Sorga kepada Adam,Nuh, lalu kepada Abraham diturunkan sampai akhir jaman melalui satu garis keturunan (sesuai Janji Tuhan kepada Abraham)
    yaitu melalui Ishak (anak yang Tuhan janjikan), kepada Yakub (nama lain Yakub adalah Israel),kepada Nabi-nabi bangsa Israel,dan terakhir disempurnakan dalam Injil Yesus Kristus dengan cara mengintisatrikan semua Firman Tuhan sejak dari Taurat,Kitab para Nabi Israel kedalam Dua Hukum Utama (Hukum Kasih),yaitu: Kasih kepada Tuhan dan Kasih kepada sesama manusia....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (sabda Yesus dalam kitab Matius 22:37-40).....Firman Tuhan (Hukum Kerajaan Sorga) yang ditulis sejak Taurat hingga kitab para nabi sudah selesai dan diintisarikan dengan sempurna melalui Injil dalam satu paket Hukum Kasih oleh Yesus Kristus......masih adakah hukum lain yang lebih sempurna dan berani menentang Hukum Kasih tersebut setelah disempurnakan oleh Yesus Kristus...?Mari kita renungkan bersama......

    ReplyDelete
  12. Lanjutan..............Melalui Taurat dan kitab para nabi Tuhan melarang manusia berbuat jahat/ saling menjahati (defensif terhadap kejahatan,supaya tidak ada kejahatan di dunia ini),.....melalui Injil,Tuhan mendorong agar manusia saling mengasihi dan berbuat kebaikan supaya tidak ada kejahatan didunia ini....seperti di Sorga.....Dapat ditarik kesimpulan,melalui Injil Yesus Kritus,Tuhan telah berbicara dengan bahasa terang bahwa dengan menegakkan Hukum Kasih (Hukum Sorgawi) maka kejahatan dan dosa ditaklukkan / tidak berdaya lagi.....,maka akan genaplah Firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (1 Korintus 15:54b-56).
    ....dengan fakta ini,masihkah diperlukan hukum lagi yang dapat menyempurnakan Injil Yesus Kristus....?bahkan pembawa ajaran tersebut bukan berasal dari garis keturunan Ishak (anak yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham untuk membawa berkat keselamatan bagi umat manusia)....paahal faktanya,sejak mulai janji Tuhan kepada Abraham maka pembawa Ajaran Tuhan (Firman Tuhan) selalu konsisten melalui SATU garis keturunan / darah dan terakhir adalah Yesus Kristus yang mnyempurnakan.....mari rendahkan hati kita untuk mohon pimpinan Tuhan yaitu Allah Abraham,Allah Ishak,Allah Yakub,yaitu Yehovah Pencipta langit dan bumi supaya kita dibeikan Hikmat Sorgawi untuk memahami Karya Besar Yehovah,Allah bangsa Irael yang sudah ditransformasikan kepada seluruh bangsa lain diseluruh bumi tersebut tersebut,bangsa Israel sebagai saluran berkat bagi seluruh umat manusia,makanya Israel disebut bangsa pilihan Tuhan (ini hanya sebagai gambaran atau sebutan rohani bagi bangsa/ kumpulan orang yang beriman kepada Yehovah sampai pada akhir jaman).....GBU all.

    ReplyDelete
  13. Untuk sdri Bela,sebaiknya belajar dari pengalaman Angie (angelina Sondakh) yang sudah terlebih dahulu mendapatkan hidayah dari allah swt.....bagaimanakah buahnya...? Tetapi Yesus tetap panjang sabar dan mengasihinya.....berapa kali Tuhan telah menegornya dengan berbagai cara.....bahkan menghajarnya supaya bertobat....sesuai FirmanNya: "karena Tuhan menghajar orang yang ikasihiNya,dan Ia menyesah orang yang diakuinya sebagai anak.Jika kamu harus menanggung ganjaran;Allah memperlakukan kamu seperti anak.Dimanakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh Ayahnya?" (Kitab Iberani 12:6-7).
    Melalui Taurat dan kitab para nabi Tuhan telah menyatakan DiriNya kepada manusia sebagai Pribadi yang membenci dosa dan kejahatan dan berlaku sangat keras terhadap manusia berdosa (sebagai gambaran hukuman Tuhan terhadap manusia berdosa yang tidak bertobat pada hari penghakiman kelak),dan melalui Injil Yesus Kristus Dia menyatakan KasihNya yang tiada terukur terhadap manusia berdosa supaya bertobat dari kejahatannya.Yesus bersabda,bahwa Tuhan turun kedunia bukan untuk mencari orang benar,melainkan orang berdosa supaya bertobat dan diselamatkan dari hukuman kekal....logikanya memang demikian,tidak mungkin manusia berdosa bisa mencari/menghampiri Tuhan yang Maha Kudus,melainkan Tuhanlah yang melawat ke dunia mencari orang berdosa karena KasihNya,seperti bapa mengasihi anaknya....Kasih Allah kepada kita bukan sekedar disabdakan saja,tetapi dibuktikan dengan langkah nyata meskipun harus meninggalkan kemulianNya untuk sementara waktu menjadi serupa dengan manusia.Sekiranya Tuhan hadir ke dunia dengan KemulianNya,maka dunia dan semua manusia berdosa akan hangus terbakar Api Kemuliaan Tuhan,dan itu baru akan terjadi pada Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali pada akhir jaman untuk menjemput umatNya dan secara otomatis menjadi penghakiman bagi orang berdosa yang terbakar Api Kemuliaan Tuhan yang Dahsyat.....Marilah sambut Yesus sebagai Tuhan dan juru Selamat kita sekarang sebelum terlambat,karena Dialah yang akan menghakimi dunia ini kelak.....Mau kenal besok,harus kenal dulu sekarang.....Haleluyah....

    ReplyDelete
  14. Pencerahan untuk kawan kawan semua,
    Dosa masuk ke dunia ketika 1/3 malaikat Tuhan memberontak,dan diusir dari Sorga dilemparkan ke dunia dan menjadi PENGUASA di dunia disebut iblis dan setan.Jadi kalau mau sukses didunia (jabatan,harta,kemasyuran) tidak perlu mencari Tuhan,cukup berteman dengan penguasa dunia/iblis. Gak percaya?faktanya dukun dan tempat pemujaan berhala laris manis.
    Adam yang hidup di Taman Eden jatuh dalam dosa karena ditipu iblis,makanya Adam juga dihukum,dipindahkan kedunia dibawah pengaruh kuasa iblis,anak keturunan Adam bernasib serupa dengan Adam karena lahirnya sudah di dunia.
    Namun karena Kasih Tuhan,sesaat sebelum Adam dikeluarkan dari Tman Eden,Tuhan datang untuk menghampiri/mencari dan berseru seru memanggil Adam,tapi Adam sembunyi,karena dia telah telanjang,hanya bercawat daun pohon ara (baju kemuliaannya sudah terlepas),kalau tidak sembunyi,maka akan hangus terbakar oleh Api Kemuliaan Tuhan.

    Namun pada akhirnya Adam menjawab panggilan Tuhan.Terjadi dialog antara Tuhan dan Adam,disitu Adam mengakui kesalahannya.Akhirnya Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan isterinya dan mengenakannya kepada mereka.(Kitab Kejadian pasal 3).
    Setelah itu mereka dibiarkan hidup dibumi yang telah dikutuki Tuhan karena kejatuhan manusia dalam dosa tersebut.
    Penjelasannya:
    Sampai saat ini,iblis berkuasa dibumi,memiliki kerajaan dan pemerintahan dalam dunia kegelapan,menciptakan berbagai pengajaran palsu/agama palsu,nabi palsu,dan mampu memberikan imbalan kesuksesan duniawi dan berbagai mujizat kepada penganutnya.
    Adam yang telah mengakui dosanya dihadapan Tuhan,diberikan pengampunan,dan dipulihkan kemuliaannya,namun buah dosa harus tetap dipetik,harus hidup didunia (termasuk anak cucunya) yang sarat dengan berbagai penderitaan.
    Proses pemulihan ini tidak mudah,penuh derita,air mata,dan berlangsung sepanjang jaman.
    Prosesnya sebagai berikut:
    Adam dan Hawa hidup di Taman Eden memakai pakaian cahaya kemuliaan dan bergaul akrab dengan Tuhan yang penuh Cahaya Kemuliaan selayaknya Bapa bercengkerama mesra dengan Anak-anakNya.
    Adam jatuh dalam dosa,telanjang (kehilangan cahaya kemuliaan),tidak akan mampu menjumpai Tuhan yang penuh Cahaya Kemuliaan (Api KemuliaanNya),manusia berdosa bisa hangus terbakar/binasa.Kondisi ini,kehidupan Adam terpisah dari Tuhan (terhilang dari hadapan Tuhan).Kondisi yang sangat menyedihkan,menyakitkan dan memilukan, bagaikan Anak terpisah dari Bapanya,dan Bapa terpisah dari Anak yang dikasihiNya.Dan itu menimpa Keluarga (rumah tangga) Allah karena dikacau iblis. (Tidak heran apabila Tuhan Sangat membenci perceraian pada sebuah rumah tangga, karena Dia tahu, betapa akan sangat menyakitkan bagi setiap anggota keluarga tersebut).
    Karena Kasih Bapa,Tuhan mencari manusia,beseru seru memanggil Adam (seruan Tuhan ini berlangsung terus sampai hari ini melalui Injil untuk mencari manusia berdosa),dan Adam menjawab panggilan Tuhan tersebut,dan mengakui dosanya,maka Tuhan mengampuni dosanya dan memulihkan keadaannya,memberikan pakaian baru dari kulit binatang.Ada makhluk hidup yang dikorbankan,diambil kulitnya untuk dijadikan pakaian (kemuliaan) bagi Adam & Hawa.Makhluk hidup tadi harus memiliki kulit (pakaian kemuliaan) untuk menggantikan cawat daun pohon ara,sekaligus menggantikan pakaian kemuliaan Adam yang hilang/tanggal akibat berbuat dosa....siapakah makhluk hidup itu..? Dialah Anak Domba Allah (Yesus Kristus).
    Cawat daun pohon ara adalah simbol kemuliaan duniawi,yaitu:harta benda,kemewahan,kekuasaan,jabatan yang menyilauakan manusia duniawi.Semua kemegahan duniawi ini yang selalu diburu oleh manusia duniawi,kemuliaan duniawi ini hanya bertahan sementara,tidak kekal, bak fatamorgana kehidupan.
    ke...lanjutan 1.

    ReplyDelete
  15. Lanjutan 1:
    Pakaian kulit binatang pemberian Tuhan adalah simbol pakaian rohani yang dikenakan oleh manusia berdosa yang bertobat,percaya kepada Penebusan dosa oleh Yesus Kristus dan telah lahir baru,sehingga mengenakan pakaian kemuliaan selamanya sampai dalam kehidupan kekal di Sorga,pakaian kemuliaan yang setara dengan yang dikenakan Adam sebelum jatuh dalam dosa,sehingga dapat kembali menghampiri hadirat Tuhan yang penuh dengan Api Kemuliaan dan hidup dalam satu Keluarga Allah di Sorga selamanya.
    Ketentuan (Hukum Tuhan/Firman Allah) ini berlaku sejak jaman Adam sampai hari ini,tidak berubah,barang siapa hari ini menjawab dan menanggapi panggilan Tuhan Yesus,mengakui dosa2nya,percaya dosanya telah ditebus,maka dia di selamatkan.Injil mencatat (Yohanes 3:16): "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Salam damai.

    ReplyDelete
  16. Kalo kristen mengajari kasih knp keluarga pacar saya justru membenci saya mereka tidak memberi contoh dr ajaran kasih?? keluarga saya welcome dgn pacar saya walaupun ortu saya tau Pacar saya beda agama. Justru keluarga pacar saya tidak mencontohkan kasih yg di ajarkan yesus itu seperti apa.

    ReplyDelete