25 August 2013

Alim Markus: Cintailah Produk-Produk Indonesia!



Menjelang Hari Kemerdekaan Ke-68 Republik Indonesia, Selasa (13/8/201), Dr HC Alim Markus (62 tahun) menerima bintang jasa Nararya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta. Pengusaha asal Surabaya ini dinilai konsisten menggalakkan produksi dalam negeri melalui puluhan perusahaan yang bernaung di bawah Maspion Group.

Dengan gaya dan aksennya yang khas, Alim Markus memang kerap nongol di televise menjadi bintang iklan dengan ucapan khas, "Cintailah produk-produk Indonesia!" Tak hanya sekadar bicara, ayah enam anak ini juga gencar mempromosikan produk Indonesia ke berbagai negara, khususnya Tiongkok.

Pada November 2013 mendatang, Alim Markus kembali berpartisipasi dalam Canton Fair, pameran dagang terbesar dan tertua di Kota Guangzhou, Tiongkok.Berikut petikan percakapan dengan Alim Markus:

Selamat, Pak! Tahun lalu Anda mendapat penghargaan dari Menko Kesra Agung Laksono, tahun ini Anda menerima bintang jasa Nararya dari Presiden SBY!

Terima kasih! Pemerintah sangat mengapresiasi upaya kami dalam menggalakkan produksi dalam negeri. Jadi, kita semua memang harus mencintai produk-produk Indonesia.

Apa pesan Presiden SBY ketika memberikan bintang jasa Nararya kepada Anda?

Bapak Presiden (SBY) meminta saya untuk meningkatkan produksi asli dalam negeri. Beliau memberi motivasi kepada saya untuk terus mengajak masyarakat untuk menggunakan produsi dalam negeri. Saya jawab sama Bapak Presiden, I will. Saya siap melakukan. Saya akan meningkatkan produksi Indonesia.

Bagaimana perasaan Anda menerima bintang jasa dari Presiden SBY?

Tentu saja saya merasa senang dan bangga karena sudah bisa memberikan sesuatu yang berharga kepada negara kita tercinta. Jangan tanyakan apa yang diberikan negara kepadamu, tapi tanyakan kepada dirimu apa yang Anda berikan kepada negaramu! Maka, sebagai pengusaha, saya berusaha memproduksi produk-produk yang bisa dipergunakan oleh masyarakat. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentunya saya akan meningkatkan produksi di Indonesia.

Lantas, apa rencana Anda dalam waktu dekat untuk menggenjot produksi dalam negeri?

Kami (Maspion Group) melakukan ekspansi di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Kendal. Kabupaten Kendal ini memiliki iklim yang kondusif untuk industri dari sisi infrastruktur, kebijakan pemerintah daerah, dan infrastruktur. Dari sisi perburuhan juga sangat kondusif. Jumlah tenaga kerja di sana sangat berlimpah, sehingga kita tidak akan khawatir kesulitan mencari karyawan.

Pabrik apa yang Anda bangun di Jawa Tengah?

Kami akan memproduksi plastik, aluminium, alat-alat rumah tangga, dan alat elektronik. Pasokan bahan baku bisa dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sehingga produksi bisa berjalan dengan baik. Paling cepat akhir tahun 2014 pabriknya selesai. Ini ekspansi atau perluasan dari pabrik-pabrik yang sudah ada di Jawa Timur.

Mengapa Anda terus melakukan ekspansi?

Ini sesuai dengan komitmen kami untuk menggalakkan produksi barang-barang di dalam negeri. Kita buktikan bahwa orang Indonesia pun mampu memproduksi berbagai jenis barang yang dibutuhkan masyarakat. Jadi, kita tidak perlu tergantung pada barang-barang dari luar negeri (impor). Kalau kita bisa bikin sendiri, mengapa harus mengimpor? Selain itu, yang sangat penting, pembukaan pabrik-pabrik baru berarti membuka lapangan kerja bagi banyak orang di sekitar lokasi pabrik. Banyak warga di sana bisa bekerja di situ.

Bagaimana dengan sikap sebagian orang yang menganggap produk-produk dalam negeri kurang berkualitas?

Itu sikap yang sangat keliru. Mungkin mereka belum tahu kalau produk-produk yang dibuat di dalam negeri punya kualitas yang tak kalah dengan luar negeri. Bahkan, produk dalam negeri banyak yang lebih bermutu. Kita bisa membandingkan mutu produk-produk luar negeri yang ada di pasar. Banyak sekali yang mutunya jelek, cepat rusak, dan sebagainya.

Saya sendiri dari berani menjamin kualitas produk-produk dalam negeri. Makanya, saya mau menjadi bintang iklan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk Indonesia. Kalau kualitasnya tidak bagus, buat apa saya muncul di televisi?

Kita sebenarnya bisa saja mengimpor produk-produk dari luar negeri dan tinggal dipasang label Maspion saja. Tapi cara seeprti itu kan tidak akan memberikan nilai tambah. Saya harus menekan gaya hidup yang import minded. Kita harus bangga dengan produk kita sendiri.

Bagaimana dengan promosi di luar negeri?

Upaya itu juga terus kita lakukan meskipun fokus utama kita mengajak bangsa Indonesia bangga menggunakan produk-produk Indonesia. Sambil jalan, kita juga mengikuti pameran atau ekspo dagang di luar negeri. Salah satunya, dalam waktu dekat (November 2013) akan ada Canton Fair di Guangzhou, Tiongkok. Dari dulu kita selalu ke sana untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia di forum internasional. Sebab, Canton Fair ini diikuti 211 negara di dunia. Kita juga mengajak pengusaha-pengusaha dunia untuk datang investasi di negara kita. (*)

No comments:

Post a Comment