12 July 2013

Tak Ada Lagi Penerbangan Murah ke NTT

Sebelum 2011 tiket kapal terbang ke Kupang, NTT, begitu murahnya. Saya masih ingat harganya tak sampai Rp 350 ribu kalau naik Lion Air dari Bandara Juanda Surabaya malam hari pukul 19.00. Tiket maskapai lain pun di bawah Rp 400 ribu. Karena itu, banyak orang NTT, termasuk mahasiswa, yang sering bolak-balik Surabaya-Kupang kalau libur satu dua hari.

Waktu itu memang ada semacam jor-joran atau perang tarif penerbangan ke NTT. Begitu murahnya, bahkan tiket Surabaya-Kupang lebih murah daripada Surabaya-Jakarta. Mengapa harus ke Jakarta kalau ke Kupang lebih murah. Itulah sebabnya orang-orang NTT di Jawa yang bertahun-tahun tidak pulang kampung akhirnya kembali ke kampung halamannya.

Tapi itu dulu. Rupanya dalam dua tahun terakhir ini tak ada lagi yang namanya tiket murah ke Kupang. Tiket di bawah 500 ribu tinggal sejarah. Jumat 12 Juli 2013, saya lihat di internet tiket Lion Air Surabaya-Kupang IDR 1,6 juta. Lion malam hari 1,2 juta. Sriwijaya Air 1,5 juta.

Artinya, era penerbangan murah ke NTT sudah selesai. Maskapai memasang tarif paling atas, bukan lagi tarif tengah atau bawah. Benar-benar perubahan kebijakan yang ekstrem sekali.

Tarif penerbangan Surabaya-Kupang selama 100 menit jauh lebih mahal ketimbang Surabaya-Kuala Lumpur yang hanya IDR 608 ribu. Setengah harga ke NTT. Padahal, lama penerbangan ke Malaysia itu 145 menit.

Tarif Surabaya-Singapura pun hampir sama dengan Malaysia, yakni IDR 648 ribu utuk Lion Air dan IDR 597 untuk Mandala.

Tarif Surabaya-Jakarta malah lebih murah lagi: IDR 307 ribu (Merpati), IDR 355 (Lion), atau IDR 427 (Citilink).

Artinya, tarif penerbangan ke Jakarta hari ini jauh lebih murah ketimbang tahun lalu atau dua tahun lalu. Sebaliknya, tarif penerbangan ke NTT dinaikkan ke tingkat maksimal meskipun kita menggunakan pesawat dengan layanan minimum, bukan sekelas Garuda yang premium.

Bagi orang NTT yang berdomisili di Jawa, yang penghasilannya biasa-biasa saja, perkembangan tarif penerbangan ke NTT ini benar-benar pukulan berat. Kita sudah tidak bisa terbang bolak-balik Surabaya-Kupang hanya dengan modal di bawah satu juta. Kini, uang satu juta rupiah pun tak bisa lagi dipakai untuk membeli satu tiket sekali perjalanan.

Berlibur ke Jakarta karena tarif murah, 300.000, memang baik, tapi macetnya itu lho? Jalan-jalan ke Malaysia atau Singapura pun sudah biasa kita lakukan.

Cuti di kampung halaman? Jelas pilihan terbaik, tapi tarif penerbangan kini menjadi rintangan terbesar. Saya rasa tarif Surabaya-Kupang yang wajar adalah di bawah IDR 800.000. Jangan lebih dari satu juta lah!

No comments:

Post a Comment