17 July 2013

Pelajar Jatim study tour ke Zhejiang




Mengisi liburan panjang, sebanyak 220 siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Jawa Timur mengadakan study tour ke Tiongkok. Selama 12 hari mereka mengikuti berbagai program di kampus Zhejiang University of Technology.

"Peserta study tour ini paling banyak dari SMP Al Hikmah Surabaya 100 orang. Kemudian 60 orang dari SMP-SMA Arrisallah, Lirboyo, Kediri, 10 orang dari SMAN 3 Malang, dan 17 orag dari SMAN 5 Surabaya," ujar Andre Su, pengurus Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC), kepada saya.

Andre yang juga pemandu wisata dan penerjemah ini menambahkan, darmawisata ke Tiongkok tahun ini bahkan diikuti 10 siswa SMA Athiirah, Makassar. Sebelumnya pihak ITCC, yang bermarkas di Graha Pena Lantai 7 Surabaya, sudah berkoordinasi dengan Zhejiang University of Technologi. Sehingga, mereka bisa menginap di asrama mahasiswa asing di kampus itu dengan nyaman. 

"Kampus-kampus di Tiongkok memang sangat luas dan punya fasilitas asrama setaraf hotel. Jadi, berapa pun peserta yang kita bawa pasti bisa ditampung semua. Ini jauh lebih murah ketimbang menginap di hotel," kata Andre.

Di kampus terkenal di Provinsi Zhejiang itu, menurut Andre, para pelajar bersama guru-gurunya diberi kesempatan untuk belajar bahasa Mandarin dengan para pelajar setempat sebagai native speaker. Meski sebelumnya sudah belajar bahasa Mandarin di tanah air, mereka sering kesulitan menangkap kata-kata Mandarin yang diucapkan warga asli Tiongkok. Mereka juga belajar menggambar dan membuat kaligrafi Tionghoa. 

"Pihak universitas memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan kampusnya kepada peserta study tour. Maklum, mereka sudah lama menawarkan beasiswa kepada para mahasiswa Indonesia," ucap pria kelahiran Gorontalo ini.

Selain itu, peserta study tour mengadakan kunjungan ke beberapa tempat wisata sejarah di Kota Hangzhou, Shanghai, dan Yiwu. Anak-anak muda dari Indonesia ini terkesan dengan keseriusan pemerintah setempat untuk melestarikan bangunan-bangunan cagar budaya sebagai objek wisata yang menyedot ribuan wisatawan dari seluruh dunia. 

"Bu Nyai dari Pondok Arisallah sangat terkesan dengan kemajuan yang dicapai Tiongkok. Guru-guru lain juga begitu. Maklum, mereka ini kebanyakan baru pertama kali berkunjung ke Tiongkong," kata Andre. (*)

1 comment:

  1. Semoga program program ini bisa lebih mengeratkan persahabatan atau persaudaraan antar dua negara sehingga pada akhirnya kita bisa tertular menjadi lebih maju dan makmur.

    Om Hurek, saya sangat terlambat baru komen, karena saya memang telat sekali baru tahu artikel artikel anda he he he

    ReplyDelete