10 July 2013

Masjid Cheng Hoo Surabaya Punya Kanopi


Wajah Masjid Cheng Hoo, Surabaya, menjelang bulan Ramadan 1434 Hijriah, atau 10 Juli 2013, sedikit berubah. Masjid berarsitektur Tionghoa di Jalang Gading 2 itu sudah dilengkapi kanopi untuk menghindari jamaah dari siraman air hujan dan panas matahari.

"Sekarang ini sudah masuk musim kemarau, tapi masih sering hujan. Jadi, kanopi itu bisa membantu jamaah melaksanakan ibadah salat tarawih dengan khusyuk," ujar Hasan Basri, office manager Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia.


Selama ini masjid yang telah berusia 10 tahun itu selalu memasang terop di halaman untuk menmpung banyaknya jamaah yang melaksanakan salat tarawih. Sistem bongkar pasang tenda ini kemudian dikritik oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma meminta YHMCHI dan pengusaha Tionghoa untuk membuat kanopi yang permanen.


"Alhamdulillah, target para pengurus agar kanopinya bisa dimanfaatkan saat Ramadan bisa terpenuhi. Tapi pengerjaannya masih terus dilanjutkan karena belum selesai. Dananya malah masih kurang," ujar Hasan lantas tertawa kecil.


Ustad Haryono Ong menambahkan, pengurus Masjid Cheng Hoo, Surabaya, akan memulai salat tarawih dengan mengacu pada jadwal   dari Kementerian Agama RI. "Kami dari dulu mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah, soal awal puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha," kata Haryono.


Sejak pekan lalu pengurus masjid berusaha maksimal agar jamaah merasa nyaman saat beribadah salat tarawih. Berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan disiapkan sebaik mungkin. "Yang paling berat memang pemasangan kanopi. Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit," kata Ong.


Ong menjelaskan, masjid yang berdiri di lahan seluas 21 x 11 meter persegi dengan luas bangunan utama 11 x 9 meter persegi itu termasuk sangat kecil untuk ukuran Surabaya. Hanya memiliki daya tampung sekitar 300 orang. 


Karena itu, selama ini ratusan jamaah dari dalam dan luar kota beribadah di halaman masjid, yang juga lapangan basket. 


"Insya Allah, dengan adanya kanopi ini jamaah bisa lebih khusyuk," katanya. 

No comments:

Post a Comment