04 July 2013

Li Yongbo Pemain dan Pelatih Fenomenal

1368629454521677769
                           Lin Dan & Li Yongbo 

Ketika masih kecil di pelosok desa, saya senang menyaksikan permainan Li Yongbo di televisi. Jalan kaki cukup jauh agar bisa menonton televisi hitam putih.  Menonton permainan Li Yongbo (lahir 1962) yang dulu berpasangan dengan Tian Bingyi.

Cepat, lincah, kuat, tega menghabisi lawan-lawannya.

Bukannya tidak nasionalis, waktu itu saya melihat cara main Li Yongbo dan pemain-pemain Tiongkok sudah berbeda dengan pemain-pemain negara lain. Mereka seperti sudah dicetak untuk menang, menang, menang. Ada kalanya kalah, tapi lebih banyak menangnya. Sejak itu anak-anak di kampung saya sering mengidentikkan diri dengan Li Yongbo, Yang Yang, Zhao Jianhua, Xiong Guaobao.

Setelah pensiun, gantung raket, 1993, Li Yongbo tak meninggalkan bulutangkis. Dia ternyata sudah dikader menjadi pelatih tim nasional Tiongkok. Ini kelebihan tersendiri karena tidak semua bekas pemain bisa jadi pelatih hebat.

"Saat itu bulutangkis Tiongkok sedang jatuh di titik terendah," kata Li Yongbo mengenang. Revolusi pun terjadi di bulutangkis negara panda itu. "Saya tidak punya cukup pengalaman untuk menjadi pelatih kepala."

Pada 1994, Asian Games di Hiroshima, Jepang, tim bulutangkis Tiongkok gagal total. Tak dapat medali sama sekali. Setahun kemudian Li Yongbo berhasil membawa anak asuhnya memenangi Piala Sudirman 1995. Tahun 1996 mulai mendapat medali emas di Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat.

Malang tak dapat ditolak, pada 1998 Li Yongbo didakwa melakukan korupsi. Namun, dia dinyatakan bersih oleh pengadilan. Karier Li di jagat badminton pun kian berkibar.

Pemain-pemain Tiongkok makin merajalela di dunia dan nyaris tak punya lawan. Sebaliknya, Indonesia semakin lemah seiring menuanya Taufik Hidayat. Nama Li Yongbo pun kian berkibar sebagai orang yang sangat berjasa mengembalikan kejayaan bulutangkis Tiongkok.

Pada Olimpiade di London, 2012, hasil polesan Li Yongbo lebih fenomenal lagi. Tim Tiongkok memborong semua medali emas. Men’s Singles Lin Dan. Women’s Singles Li Xuerui. Men’s Doubles Cai Yun/Fu Haifeng. Women’s Doubles Tian Qing/Zhao Yunlei. Mixed Doubles Zhang Nan/Zhao Yunlei

Begitulah. Li Yongbo sangat sukses mengangkat prestasi bulutangkis Tiongkok, yang sempat terpuruk, menjadi menjulang tinggi ke puncak gunung. "Saya tidak akan pernah meninggalkan bulutangkis. Itu sudah menjadi bagian dari hidup saya," kata Li Yongbo.

No comments:

Post a Comment