15 July 2013

Khofifah gagal maju pilgub Jatim



Akhirnya KPU Jatim mendiskualifikasi Khofifah Indar Parawansa. Maka peluang ketua Muslimat NU itu untuk revans dengan Soekarwo hilang. Pakde tinggal berhadapan dengan Bambang DH yang dianggap tidak seberat Khofifah dalam pilgub Jatim 29 Agustus 2013.

Eggi Sudjana calon independen sejak awal cuma dianggap figuran belaka. Sebab dia tak punya akar di Jatim, rekam jejaknya pun tak menarik. Akankah Pakde menang mudah? Kita tunggu saja.

Politik sering tak terduga. Siapa sangka Jokowi mampu mengalahkan Foke di Jakarta? Padahal Foke punya segalanya. Mirip Pakde yang sama-sama berkumis tebal.

Soekarwo sangat serius maju lagi. Berbagai persiapan dia lakukan bersama Gus Ipul. Sebagai ketua Partai Demokrat, dia punya perahu bagus untuk maju. Dia juga pintar merangkul puluhan partai lain.

PDIP juga kendaraan bagus tapi terlambat start. Baru-baru ini saja dia mengusung Bambang DH-Said Abdullah setelah cukup lama tak punya greget pilgub. Malah Khofifah mau diduetkan dengan Bambang.

Ketika PDIP mengusung Bambang giliran PKB yang keblingsatan. Sebab suara PKB tak sampai 15%, syarat minimal untuk mengajukan cagub. Sementara partai-partai kecil sudah lama dirangkul inkumben.

Di sini kelihatan betapa PKB kurang cermat memperhitungkan skenario terburuk. PKB rupanya sangat yakin bisa gandeng PDIP. PKB lupa suara PDIP jauh lebih banyak dan moncong putih tak mau hanya jadi wagub. PDIP ingin mengusung kadernya sendiri biarpun kalah daripada mengusung orang luar yang biasanya melupakan PDIP setelah jadi gubernur atau bupati atau wali kota.

PDIP punya banyak pengalaman soal ini. Termasuk yang dialami sendiri Bambang DH di Surabaya yang beberapa kali minta mundur sebagai wawali. Maka pilgub ini dijadikan ajang konsolidasi PDIP menjelang pemilu 2014.

Inilah yang rupanya dilupakan PKB dan Khofifah. PKB lupa merangkul partai menengah seperti PAN, PPP, Golkar, Hanura agar bisa maju pilgub. Mengandalkan partai nonparlemen jelas sangat berisiko karena partai-partai ini sejatinya sudah bubar.

Nasi sudah jadi bubur.

1 comment:

  1. masih ada perlawanan, semoga hukum ditegakkan. KPU Jatim perlu diusut dugaan penyuapan.

    ReplyDelete