29 July 2013

Ahok dan Pembunuhan Akal Sehat

Di negeri ini terjadi pembunuhan akal sehat secara besar-besaran. Pak Dahlan Iskan, yang sekarang menteri  BUMN, menulis di bukunya yang berjudul MENEGAKKAN AKAL SEHAT, begini:

"Akal sehat yang tidak pernah digunakan lama-lama akan mati juga. Lalu, lama-lama sesuatu yang tidak masuk akal sehat dikira sudah sehat. Lama-lama lagi orang yang berakal sehat menjadi kelihatan aneh sendirian."

Rupanya inilah yang sedang terjadi di Jakarta. Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama, wakil gubernur DKI Jakarta, dinilai tidak waras oleh Abraham, anggota DPRD Jakarta. Abraham meminta Ahok memeriksa kesehatan jiwanya ke rumah sakit. 

Ahok menjawab santai, "Saya memang sedikit sakit jiwa." Menurut pejabat yang sering bicara lurus, tegas, blakblakan, ini, mengurus Jakarta yang sudah ruwet perlu pejabat yang sedikit gila. 

Persoalannya sederhana saja. Gubernur dan wakilnya sedang serius membenahi kemacetan di Jakarta. Para pedagang kaki lima selama puluhan tahun berjualan di jalan raya. Makin lama makin banyak PKL yang jualan meskipun jalan raya itu fungsinya bukan untuk berjualan. Sementara para PKL itu, begitu yang saya ikut di media, sudah disedikan tempat di Blok G Tanahabang.

Ahok yang masih antusias, penuh energi, rupanya ingin menegakkan akal sehat yang sudah mati puluhan tahun di Jakarta itu. Para PKL mau dikembalikan ke Blok G, yang selama ini tidak dipakai. Sementara jalan raya dikembalikan ke fungsinya buat lalu lintas kendaraan bermotor. Anak TK juga tahu bahwa jalan raya itu bukan tempat berdagang.

Sederhana sekali!

Tapi begitulah jadinya kalau akal sehat dibunuh secara massal selama bertahun-tahun. Pak Abraham, anggota parlemen yang mengklaim wakil rakyat, rupanya ikut larut dalam gelombang akal yang tidak sehat itu. Maka, ketika Ahok ingin menegakkan akal yang benar-benar sehat, dia menjadi kelihatan aneh sendiri. 

Ahok malah dianggap tidak waras oleh si Abraham. Sementara ratusan, bahkan ribuan pedagang, yang berjualan di jalan raya malah dianggap sehat. Benar juga celetukan Ahok itu: "Saya memang sedikit sakit jiwa!"

Sebelum jadi dirut PLN, kemudian menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan sudah menulis banyak kasus pembunuhan akal sehat di Indonesia. Ada pembunuhan akal sehat di sepak bola, bandara, bahan bakar minyak, birokrasi, kereta api, partai politik, jalan tol, hingga pidato pejabat yang membosankan.  

3 comments:

  1. Artikel detiknews, Senin, 17/02/2014.
    Ahok : Aku Juga Pernah Hidup Susah.

    Kesusahan-kesusahan ala Ahok :
    1. Uang saku dibatasi oleh ayahnya.
    2. Uang biaya angkot pulang/pergi sekolah diberi pas2-an.
    3. Waktu SMA tidak bisa traktir cewek, uang saku pas2-an,
    setelah kuliah baru bisa traktir cewek.

    Hok, lu ini ternyata anak yang manja, tidak tahu diuntung !
    1. Berapa sih jumlah anak2 sekolah se-Indonesia, yang begitu beruntung seperti lu, bisa diberi uang saku oleh bapaknya, walaupun tidak cukup menurut lu ? Cukup adalah jumlah yang relativ. Gua sendiri belum pernah dapat uang saku sampai usia 26 tahun, bahkan untuk membayar ijasah Doktorat, gua harus utang kepada temanku seorang pribumi.
    2. Berapa banyak anak2 sekolah se-Indonesia yang harus jalan kaki atau bersepeda kesekolah, pulang-pergi, termasuk gua sendiri, tanpa kenal hujan dan terik matahari, bahkan banyak yang tidak punya sepatu ? Gua tidak bisa membayangkan, begitu beruntung seperti lu naik mobil ( angkot ) kesekolah.
    3. SMA sudah ingin main cewek, Masya Allah lu ini, Hok. Cewek apa yang lu taksir, sehingga harus pakai uang ? Untunglah
    papa-lu jadi kaya zaman Pak Harto. Lu tahulah zaman itu, bagaimana orang bisa jadi kaya. Mangkanya lu selalu koar2 Rekonsiliasi : lupakan yang sudah lalu, walaupun jadi kaya melalui KKN, ya untungnya dia.
    Lu pernah bilang, waktu lu jadi pengusaha, keuntungan-lu 150 ribu US $ setiap bulan, jadi setahun 1,8 juta US$, berapakah waktu itu pajak penghasilan yang lu bayar ? Kalau seandainya gua dapat keuntungan 1,8 juta Dollar pertahun, maka pajak penghasilan yang harus gua bayar adalah 900 ribu Dollar.
    Hok, lu itu orang cerdas, tetapi sifat ke-kanak2-lu masih menonjol. Gua kritik lu sebagai orang biasa, sama2 teng-lang, bukan jabatan-lu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tionghoa Indonesia2:34 AM, September 11, 2014

      Hey doktor ngesok dari Eropa, Ahok sangat blak2an soal kekayaan pribadi dia, sudah beberapa kali dia terpilih dan setiap kali selalu diperiksa transparan. Kenapa gak elu lihat saja laporannya yang teliti, barulah koar2 mengkritik. Ahok itu satu dari segelintir pejabat Indonesia yang relatif bersih. Tidak ada manusia yang sempurna, bahkan nabipun ada kesalahannya. Ahok hanya menceritakan bagaimana papanya mendidik anak dengan disiplin, tidak memanjakan, walaupun termasuk berada. Hasilnya ialah anak-anak menjadi orang-orang idealis yang mau berjuang untuk rakyat.

      Biarpun lu posting pake Anonymous, dari gaya bahasa lu yang ngesok udah ketahuan engkong arogan satu ini. Kong, lu itu orang cerdas, tetapi sifat arogan-lu masih menonjol. Gua kritik lu sebagai orang biasa, sama2 teng-lang, bukan gelar doktor-lu.

      Delete
  2. Hahahaha... gua seneng "akal gak sehat" Pak AHOK apasih yg udah dibuat si ABRAHAM ? gua gak tau. Banyak anggota DPR"waras" yang dicokok KPK hihihihihihihihi, gua sayang AHOK. hihihihihihihihih.

    ReplyDelete