08 April 2013

Surabaya juara barongsai lantai di Makassar


Grup barongsai Surabaya kini mulai unjuk prestasi di tingkat nasional. Dalam kejuaraan barongsai di Makassar, pekan lalu, Lima Bhakti Surabaya tampil sebagai jawara di nomor barongsai lantai atau tradisional. Dua grup barongsa Lima Bhakti yang diturunkan dalam kejuaraan itu berhasil menjadi juara pertama dan kedua.

Grup Lima Bhakti A meraih nilai 8,08, sementara Lima Bhakti B mndapat skor 8,05. Skor tertinggi dalam kejuaraan barongsai adalah 10. Adapun tempat ketiga diraih GX Lion Dance B dari Makassar dengan nilai 7,36.

Kejuaraan nasional yang berlangsung dua hari ini menampilkan barongsai lantai dan tonggak. Kategori lantai atau tradisional diikuti sembilan tim, sedangkan kategori tonggak 12 tim. Peserta merupakan utusan dari daerah-daerah yang dikenal jago barongsai seperti Jakarta, Surabaya, dan tuan rumah Makassar.

Di nomor tonggak, yang tingkat kesulitannya tinggi, juara pertama diraih Suaka Insan (Jakarta) dengan nilai 9,19. Juara kedua dan ketiga diborong Kong Ha Hong dari Jakarta. Menurut Erni, perolehan nilai dua pemenang di nomor tonggak ini sangat tinggi, yakni 9,1.

Prestasi tim barongsai asal Surabaya ini memang sudah terlihat sejak awal tahun 2013 lalu. Dalam kejuaraan barongsai Piala ITC dalam rangka perayaan tahun baru Imlek, Lima Bhakti pun tampil sebagai juara umum.

"Sekarang ini kualitas permainan barongsai di Surabaya, dan Jawa Timur umumnya, semakin meningkat. Ini tidak lepas dari kejuaraan dan turnamen yang sering kita adakan di Surabaya," kata Chandra Wurianto, ketua umum Persatuan Olahraga dan Seni Barongsai Indonesia (Persobarin) Jawa Timur.

Sebelumnya, tim-tim barongsai asal Jawa Timur sulit berbicara di tingkat nasional. Daerah-daerah yang terkenal unggul barongsainya adalah Jakarta, Makassar, Medan, dan Tarakan.

"Syukurlah, sekarang kita sudah diperhitungkan di tingkat nasional. Kuncinya adalah pembinaan dan pengalaman bertanding. Kalaupun belum menang, ya, jangan putus asa karena masih ada kesempatan lain untuk berprestasi," tegas Chandra.

No comments:

Post a Comment