03 April 2013

Sejit Dewi Kwan Im di Pamekasan


Kompleks Kelenteng Kwan Im Kiong di Pamekasan, Madura, Jumat (29/3/2013), dipenuhi ribuan warga Tionghoa dari berbagai kota. Tak hanya dari Jawa Timur, banyak pula rombongan peziarah yang datang dari Jakarta, Tangerang, Semarang, bahkan Sumatera. Kedatangan mereka untuk merayakan hari kelahiran (sejit) Dewi Kwan Im.

Tempat ibadah Tridharma di pesisir pantai wisata Talangsiring, Candi, Pamekasan, itu memang sejak dulu dikenal sebagai rumah persembahyangan untuk dewi welas asih asal negeri Tiongkok itu. "Hari kelahiran Dewi Kwan Im ini diperingati setiap tanggal 19 bulan ketiga penanggalan Imlek," jelas Kosala Mahinda, ketua Yayasan TITD Kwan Im Kiong, yang saya hubungi via telepon.

Kebetulan di awal tahun ular air 2564 ini, perayaan sejit Dewi Kwan Im bersamaan dengan hari libur nasional peringatan wafat Yesus Kristus. Karena itu, pengunjung yang melakukan Jut Bio ke Kwan Im Kiong, Pamekasan, lebih banyak dari biasanya. Sejak Kamis malam sejumlah rombongan dari luar kota bahkan sudah tiba di lokasi acara.

Meski dibanjiri ribuan pengunjung dari luar kota, menurut Kosala Mahinda, perayaan sejit Dewi Kwan Im berlangsung sederhana saja. Pengurus kelenteng dan panitia menekankan pada kebaktian atau sembahyang untuk mengucapkan syukur dan perlindungan kepada Tuhan kepada semua umat dan bangsa Indonesia. Acara resmi dimulai pukul empat sore. Kebaktian bersama itu dipimpin para bhiksu dari Sangha Agung Indonesia.

Umat yang hadir didoakan secara khusus dan mendapat percikan air suci dari para rohaniwan Buddhis itu. Mereka juga berebut menyentuh rupang mungil berwarna keemasan itu.

Menurut Kosala, patung atau rupang Avalokitesvara Boddhisatva atau Makco Kwan Im Po Sat sudah ada di lokasi kelenteng sekarang sejak era Kerajaan Majapahit pada tahun 1600-an. Itulah sebabnya, Kelenteng Kwan Im Kiong, Pamekasan, sejak dulu selalu menjadi jujugan warga Tionghoa yang ingin berdoa atau meminta belas kasihan Dewi Kasih Sayang itu.

Seperti biasa, para pengunjung juga dihibur kelompok karawitan dan barongsai binaan Kwan Im Kiong. "Juga ada tari-tarian dari Focus Group Surabaya dan Golden Dragon Band dari Jogjakarta," papar Kosala, alumnus Universitas Kristen Petra Surabaya.

Di akhir acara, panitia mengadakan lelang kalung Makco Kwan Im.

No comments:

Post a Comment