19 April 2013

Lydia Natalia: Dulu Penyanyi, Kini Dokter

Lydia Natalia bersama kedua putrinya di sudio JK Records, 2013.

Bagi Dokter Lydia Natalia Hadidjaja, menyanyi hanya sekadar hobi, bukan profesi. Padahal, wanita kelahiran Jakarta, 16 Februari 1969, ini pernah populer sebagai penyanyi pop manis pada era 1980-an. Dia bahkan dikenal sebagai penyanyi yang sukses membawakan lagu-lagu karya Pance Pondaag, Obbie Messakh, Maxie Mamiri, dan Judhi Kristianto.

"Sekarang ini saya sibuk bekerja melayani sesama di bidang  kesehatan. Hampir tidak ada waktu lagi untuk menyanyi," ujar dr Lydia Natalia belum lama ini.

Lydia cukup gencar  memberikan semacam penyuluhan tentang hubungan antara imunitas (kekebalan) tubuh dengan penyakit, khususnya penyakit kanker. Penyakit yang satu ini sedemikian ganasnya dan sering baru didasari orang setelah terlambat. Stadiumnya sudah lanjut.

Dalam sebuah artikelnya dr Lydia Natalia menulis:

"Jika seseorang dinyatakan bebas dari kanker, ini hanya berarti bahwa dokter tidak dapat menemukan kanker itu. Ini berarti sel-sel kanker itu dapat bersembunyi bertahun-tahun. Sistim imun kita dapat menahan sel-sel kanker, tetapi tidak cukup kuat dan tidak cukup pintar untuk membunuh sel-sel tersebut. Inilah sebabnya, orang tersebut harus selalu meningkatkan dan menjaga sistim kekebalan tubuhnya walaupun kankernya telah lama hilang."

Selain menekuni profesinya sebagai dokter, spesialis kecantikan (aesthetic consultant), Lydia Natalia pun sibuk mendampingi kedua putrinya yang sudah beranjak remaja. Kedua anaknya ternyata ikut menekuni dunia musik seperti mamanya. Putri Lydia sangat piawai bermain piano. Mereka juga mengikuti perkembangan musik saat ini, khususnya musik dari luar negeri.

"Saya malah ketinggalan jauh," tutur penyanyi yang populer dengan lagu Kangen ini.

Meski tidak aktif lagi di blantika musik, Lydia belum lama ini datang lagi ke studio rekaman JK Records, Jakarta, untuk merilis ulang lagu-lagu lamanya. Suasana menjadi kian seru karena kedua anaknya pun ikut berdiskusi tentang musik. "Musik itu membuat kita lebih semangat," katanya.


Lydia Natalia, 1984, siswi SMAK Santa Ursula, Jakarta.

TIGA PULUH tahun lalu, nama Lydia Natalia mulai terdengar di belantika musik pop lewat album yang dirilis Musica Studio. Dari tempat yang sama, dua tahun kemudian, ia menelurkan Diskoria. Tapi ia kemudian membelot ke JK Records. 

Meskipun namanya ada embel-embel Natal, si bungsu dari dua bersaudara putri Prof. Dr. dr. Pinardi Hadidjaja (guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) ini, tidak lahir pada hari Natal. “Saya lahir pada 16 Februari 1969,” ujar Lydia Natalia lantas tertawa kecil.

Gemar menari dan menyanyi sejak usia 12, Lydia pernah selama emat tahun belajar vokal pada Meyer Hutabarat. Tapi, karena tidak begitu teratur, kemajuan yang diperolehnya kurang begitu mengejutkan. Pada 1980 misalnya, ia hanya bisa meraih predikat harapan I pada lomba menyanyi anak-anak yang diselenggarakan di Taman Ria Monas, Jakarta.

Tiga tahun kemudian ia ikut lagi berlomba. Karena usia meningkat kategori pop singer yang diikutinya pun menaik, jadi remaja. “Puji Tuhan, saya jadi juara dua,” katanya.

Musica kemudian menggaetnya. Di tempat ini Lydia sempat menelurkan dua volume. Tapi agaknya rekaman Lydia tak sukses di pasaran. “Malah kata mereka bisnis kaset saya merugi," ungkap Lydia.

Karena itukah, Lydia cabut dari Musica dan bergabung dengan Judhi Kristianto di JK Records?

“Gimana ya? Untuk bisa tampil di TVRI saja harus saya yang pontang-panting sendiri. Dari Musica boleh dibilang kurang ada perhatian. Kesan saya: setelah kelar rekaman ya sudah. Tidak ada apa-apa lagi. Promosi pun kurang sekali. Makanya, album saya kurang sukses. Tapi saya keluar dari Musica secara baik-baik. Saya minta izin sekalian mencari pengalaman."

Dan ia kemudian bertemu dengan Judhi Kristianto, bos JK Records, perusahaan yang pada 1980-an sukses mengangkat nama-nama penyanyi baru macam Chintami Atmanagara, Meriam Bellina, Dian Piesesha, Heidy Diana, Ria Angelina... dan Lydia Natalia!

Album perdana Lydia di JK Records berjudul UNTUKMU KUSERAHKAN karya Obbie Messakh, komposer lagu andalan JK. “Saya tidak ingin Lydia gagal lagi," ujar Judhi.

Judhi Kristianto benar. Perjalanan waktu membuktikan bahwa Lydia Natalia tak hanya sukses sebagai penyanyi, tapi juga sukses menjadi dokter, dan menjadi ibu rumah tangga yang bahagia. Ah, jadi ingat suara melankolis Mbak Lydia saat menyanyikan lagu Kangen:

KANGEN KANGEN KANGEN
AKU KANGEN PADAMU
MUNGKINKAH DIRIKU TELAH JATUH CINTA

9 comments:

  1. kalau gak salah, bu dr lydia ini konsultan sebuah produk food suplemen terkenal di indonesia. orangnya ramah dan rendah hati. buah jatuh gak jauh dari pohonnya, makanya lydia jadi seorang dokter kayak ayahnya yg sangat terkenal di dunia kedokteran. para mahasiswa FK gak asing lagi dgn buku2 karya Prof Pinardi, ayahnya Lydia. semoga makin sukses ya bu Lydua!!!!!

    ReplyDelete
  2. artis lawas... nostalgia masa kecil dulu bung!!!!

    ReplyDelete
  3. Mba masa kclku .hnby kg2 Jk record.lagu kamgen sm satu cinta 3 hati,sampe skrg aku suka dengerin buat nostalgia.slm hangat slalu

    ReplyDelete
  4. Lydia Natalia Hadijaya, bgt yg saya tau nama lengkapnya, dirumah biasanya di panggil "Noni"... Apa kbrnya Lydia y ? Jadi Kangen.. Hehehehe

    ReplyDelete
  5. kayaknya jarang ada artis yg jadi dokter deh.. biasanya terlalu fokus di entertainment sehingga pendidikan tingginya kurang diseriusi. kalo artis lawas kayaknya nyanyi cuman hobi doang.. sekolah nomer satu..

    ReplyDelete
  6. Jadi ingat masa masa dulu disana banyaak lagu lagu bagus gak kaya sekarang lagunya bikin bosanbosan salam kangen dari penggemar lamamu shalom

    ReplyDelete
  7. Bu dokter dimanasih buka prakteknya ? Aq sakit kangen sama lagu lagunya KANGEN, Melankolis benar '. Lagu lagunya sering aq bawa bawa di kendaraan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya, kangeeeen pingin tau kabarnya

      Delete
  8. tetap caantik dan makin cantik, makin anggun dan lembut seiring bertambahnya usia,mba!pantas jdi konsultan kecantikan!kapan nongol di TV atau media cetak?aku ingin tau kabar mbak sekrang!

    ReplyDelete