21 March 2013

Laptop, internet, dan gairah menulis

Dulu, sebelum ada laptop, kita memakai komputer biasa (PC) untuk menulis, bikin draf, mutar lagu dan sebagainya. Komputer PC lebih mirip mesin ketik elektronik. Belum ada internet karena ISP masih sangat terbatas.

Tapi justru dengan PC lawas yang monitornya besar itu saya sangat rajin menulis. Begitu komputer dinyalakan ada saja ide untuk mengetik artikel, cerita, curhat, atau apa saja. Saya pun sering mencoba menerjemahkan artikel (tepatnya menyadur) ke dalam bahasa Indonesia.

Beberapa waktu kemudian PC lawas yang makan tempat plus makan listrik itu diganti laptop. Komputer seukuran buku, dimasukkan tas, dibawa ke mana saja. Pun tidak boros listrik. PC bersejarahku pun pensiun.

Era laptop dibarengi dengan akses internet yang makin mudah. Semua operator menawarkan paket data sekian mega, sekian giga, untuk internet. Maka, laptop tak hanya berfungsi sebagai mesin ketik atau komputer mobile, tapi jadi ajang untuk browsing. Masuk ke berbagai situs di internet. Kebiasaan yang pada tahun 2006 atau 2007 hanya bisa kita nikmati di warnet atau kantor.

Dengan laptop kita tak perlu lagi ke warnet untuk mengakses internet. Cukup sarungan di kamar sudah membaca berbagai laman yang kita suka. Juga bisa menikmati musik dan video di youtube sambil mengunduh alias download.

Belakangan saya baru sadar terjadi perubahan habit yang luar biasa. Sekarang ini saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk browsing via laptop, termasuk membaca banyak tulisan yang kurang penting. Akibatnya, produktivitas menulis sangat berkurang. Kalau dulu sebelum punya laptop bisa menulis 3-4 artikel, bahkan 7 artikel sehari, sekarang... waduh sangat menyedihkan. Bisa menulis lima artikel dalam seminggu saja sudah bagus.

Internet memang penemuan yang luar biasa. Ibarat perpustakaan raksasa dengan koleksi buku dan informasi yang tak terbatas. Sarana hiburan dan media sosial yang efektif. Tapi juga alat yang ampuh untuk melumpuhkan produktivitas menulis seseorang... kayak saya. Hehehe...

1 comment:

  1. Gan, harus tetap semangat terus untuk menulis artikelnya lagi.

    ReplyDelete