12 March 2013

Katolik Surabaya menunggu Paus baru

Kor SMAK Sint Louis saat misa novena konklaf di Katedral Surabaya.


Umat Katolik sedunia tengah menunggu asap putih yang keluar dari cerobong di Kapel Sistina, Vatikan. Asap putih itu menandakan para kardinal dari seluruh dunia sudah berhasil memilih paus baru. Sidang raya pemilihan paus pengganti Benediktus XVI diselenggarakan Selasa (12/3/2013) petang waktu Vatikan (waktu di Surabaya, WIB, lebih cepat 6 jam).

Umat Katolik di gereja-gereja di Surabaya pun mengadakan doa khusus dalam misa mingguan untuk mendoakan konklaf tersebut. "Kita berharap Bapa Suci yang baru segera terpilih karena konklaf akan diadakan hari Selasa," kata Vikjen Keuskupan Surabaya Romo Didik Tri Budi Utomo saat memimpin misa pagi di Gereja Kati Kudus Yesus (Katedral) Surabaya, Minggu (10/3).

Doa untuk pemilihan paus baru ini bahkan diadakan sembilan hari berturut-turut atau biasa disebut dengan Doa Novena. Novena konklaf ini akan terus dilaksanakan hingga asap putih itu terlihat dari cerobong Kapel Sistina.

"Kita hanya bisa berdoa dan memohon penyelenggaraan Tuhan. Sebab, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita," kata Ignatius Indra, umat Katolik asal Sidoarjo, karyawan swasta.

Seperti biasa, hasil dan durasi konklaf sangat sulit diprediksi. Itu tergantung nama yang mengerucut dari 115 kardinal peserta konklaf. Pada 19 April 2005, konklaf hanya berlangsung hanya sekitar 24 jam dengan empat kali pemungutan suara. Hasilnya Kardinal Joseph Ratzinger dari Jerman yang terpilih sebagai paus. Kardinal Ratzinger kemudian mengganti namanya menjadi Paus Benediktus XVI. Paus berusia 85 tahun ini memilih lengser pada 28 Februari 2013.

Akankah konklaf kali ini pun berlangsung singkat? Para pengamat memperkirakan proses pemilihan pemimpin umat Katolik sedunia ini hanya berlangsung dua sampai empat hari. Kita tunggu saja asap putih dari Vatikan.

2 comments:

  1. Semoga lekas terpilih Bapa Paus yang baru. Amin ;p

    ReplyDelete
  2. Akhirnya datang juga..Slamat berkarya Paus Fransiskus I

    ReplyDelete