20 March 2013

Jessica Jordanius guru cello di Surabaya

Sejak kanak-kanak Jessica Jordanius sudah gandrung musik klasik. Berbagai instrumen dia pelajari. Namun, akhirnya dia jatuh cinta pada cello.

Di kalangan penggemar musik klasik di Surabaya, nama Jessica Jordanius memang identik dengan cello. Maklum, sebagian besar remaja pemain cello di Kota Pahlawan ini merupakan murid-murid Jessica.

"Saya memang senang membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada anak-anak muda yang mau serius belajar musik, khususnya cello," kata ibu satu anak ini seraya tersenyum.

Ahad (17/3/2013), Jessica ikut mendampingi beberapa anak didiknya yang mengikuti ABRSM High Scorers' Concert di Hotel Bumi Surabaya. Mereka adalah Felicia Liviani Tandiono (Grade 4), Tee Jennifer (Grade 1), Allana Madeline Wibowo (Grade 2), dan Albert Nathanael (Grade 5). Grade atau level seorang pemusik versi ABRSM London mulai Grade 1 (paling rendah) hingga Grade 8 (paling tinggi).

Jessica mengaku sangat gembira melihat kemajuan permainan anak-anak asuhnya itu. Sebab, tidak mudah bagi siswa sekolah atau kursus musik mencapai skor tertinggi di grade masing-masing. "Saya tentu sangat bangga karena ada empat siswa saya yang bisa tampil di konser khusus ini," katanya.

Sebagai pemain cello yang belajar dari bawah, Jessica mengaku tahu persis berbagai kesulitan untuk menaklukkan alat musik gesek berbadan besar itu. Dia pun sudah beberapa kali mengikuti master class bersama sejumlah cellist tingkat dunia. Di antaranya, Rebecca Harris asal Australia. Dia juga sering tampil bersama orkestra besar maupun kecil ini bisa dengan mudah memberikan arahan kepada para siswanya.

"Kalau ada kemauan untuk belajar serius, dan suka, pasti bisa memainkan cello dengan baik. Mereka juga harus rajin berlatih di rumah setiap saat," kata Jessica yang tampak makin langsing ini.

Konsistensi Jesicca dalam mengembangkan alat musik cello di Surabaya berbuah manis. Pada 26 Agustus 2009 lalu dia mendapat penghargaan Muri sebagai pemrakarsa ansembel cello pertama di Indonesia. Ansambel ini menampilkan 26 cellist anak-anak yang tergabung dalam Surabaya Cello Ensemble (SCE). Jaya Suprana, pianis senior yang juga bos Muri, terkagum-kagum dengan kehebatan anak-anak Surabaya bermain cello.

Menurut Jaya Suprana, cello merupakan alat musik dengan suara yang paling indah dalam keluarga musik gesek. Namun, karena sulit dipelajari, tidak banyak orang yang tertarik mempelajarinya. "Tapi Surabaya membuat sejarah dengan menghadirkan ensemble cello. Ini benar–benar dahsyat," katanya.

Apresiasi dari Jaya Suprana ini membuat Jessica makin bersemangat untuk mencetak sebanyak mungkin pemain cello di Surabaya.

7 comments:

  1. salut sama jesica yg mau jd guru musik cello. moga2 selalu diberkati Tuhan.

    ReplyDelete
  2. Anak saya berumur 23 tahun ingin kursus musik khusus cello. apakah ini usia yg memungkinkan?

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas doanya. @ibu agnes,umur tdk masalah selama ada kemauan yg kiat dan kecintaan terhadap musik.

    ReplyDelete
  4. salam kenal Ibu Jessica, anak saya ingin belajar cello. Bisa minta no telp Ibu n alamat lesnya dimana? Terima kasih infonya
    Saya Ifony, email : angelinehong2001@yahoo.com

    ReplyDelete
  5. Bisa minta contact nya? mau kursus cello. Thanks :D

    ReplyDelete
  6. Bisa minta kontaknya pengen kursus. Dimana ya tempat kursusnya? Thanks

    ReplyDelete
  7. Maaf balasnya lama. Bisa email jessicajordanius@gmail.com atau whatsapp 08123523619.thanks

    ReplyDelete