05 March 2013

Fredrik Ong Ketua Teochew Jatim



Perhimpunan Teochew  Jawa Timur akhirnya diresmikan. Terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Teochew Jawa Timur periode 2013-2016 adalah Fredrik Ong. Fredrik dilantik oleh Ketua Teochew Indonesia, Eka Tjhandranegara di Hotel JW Marriott Surabaya, Senin (4/3/2013) malam.

Eka mengatakan, Teochew Jatim merupakan cabang ke-18 di Indonesia. Dalam waktu dekat, ada beberapa tempat menusul seperti Kalimantan Barat. "Teochew Jatim seharusnya sudah dua tahun lalu dibentuk. Namun, karena ketua yang lama dalam proses di tengah jalan sudah mendahului kita, akhirnya baru sekarang ini ada ketua baru. Yaitu Pak Fredrik," kata Eka yang juga pemilik Mulia Group.

Menurut Eka, tidak gampang bagi Fredrik yang juga pengusaha untuk mau terlibat sebagai ketua Perhimpunan Teochew Jawa Timur. Sebab, organisasi ini bersifat sosial kemanusiaan. Beberapa program yang dilakukan selama ini antara lain bantuan sosial kemasyarakatan, kebudayaan, dan kesehatan.

Fredrik Ong, ketua Teochew Jawa Timur berharap, perhimpunan ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang. Jika ada teman yang sakit, maka sebaiknya dibantu. Untuk bisa menjalankan berbagai program sosial ini, kata Fredrik, tentu saja bantuan dari para pengurus dan anggota Teochew Jatim sangat diharapkan.

"Semoga Perhimpunan Teochew Jatim bisa langgeng hingga anak cucu kita kelak," kata Fredrik, yang juga bos Sekawan Cosmetic, Sidoarjo.

Hajatan di Surabaya ini dihadiri oleh para pengurus Perhimpunan Teochew dari 18 daerah di Indonesia. Juga ada 28 perkumpulan/perhimpunan di Jatim dan sekitar 750 undangan lain.

3 comments:

  1. Kalau menurut saya yang turunan Tionghoa, jaman sekarang mendirikan perkumpulan yang berdasarkan daerah asal leluhur itu terlalu sempit.

    ReplyDelete
  2. jadi ingat makanan teochew di kembang jepun yg buka malam hari. baru tau kalo teochew itu salah satu suku tionghoa.

    ReplyDelete
  3. Kelebihan org tionghoa itu tidak pernah lupa sama akar budaya leluhur mereka, shg mereka selalu bikin perkumpulan or yayasan utk melestarikan akar budaya itu. itu yg harus kita tiru agar budaya indonesia pun jangan sampai hilang.

    ReplyDelete