03 February 2013

Sumi Yang presenter Metro Xinwen



Setelah Catherine Keng mengundurkan diri dari Metro TV, kini praktis Sumi Yang menjadi satu-satunya presenter berita berbahasa Mandarin di stasiun televisi Indonesia. Wanita kelahiran Bagansiapiapi, Kepulauan Riau, 1984, ini  menjadi guru bahasa Mandarin pertama di  stasiun televisi Indonesia.

Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah, Malang, Sumi Yang tampak santai dan selalu menebar senyum. Dia kemudian menyapa anak-anak muda itu dengan sapaan khas: "Ni hao ma!"

Para mahasiswa yang memenuhi auditorium UMM ini pun menjawab senada: "Ni hao ma!"

Sumi pun tertawa kecil. "Yang benar, kalian harus menjawab, wo hen hao!" ujarnya ramah.

"Saya ulangi ya! Ni hao ma!"

Mahasiswa UMM pun kompak menjawab, "Wo hen hao!"

"Bagus sekali, murid-murid!" tukas Sumi Yang disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa.

Laoshi (guru) cantik ini pun kemudian mengajak murid-murid dadakannya itu untuk menyimak beberapa ungkapan sederhana bahasa Mandarin di giant screen. Meski hanya sekitar lima menit, pelajaran bahasa Mandarin ala Wide Shot Metro TV ini cukup berkesan bagi pemirsa.

Sebelum menjadi presenter Wide Shot, bersama Gilang Ananda dan Putri Ayuningtyas, Sumi Yang dikenal sebagai pembaca berita atau presenter Metro Xinwen. Program berita berbahasa Mandarin Metro TV. Sumi sering mewawancarai pengusaha maupun pejabat Tiongkok dalam bahasa Mandarin yang sangat fasih. Karena itu, tak sedikit pemirsa yang mengira Sumi Yang ini orang Taiwan atau Tiongkok. Bukan warga negara Indonesia.

Anggapan itu terpatahkan setelah melihat penampilan Sumi Yang di Wide Shot. Presenter bernama lengkap Yang Jingling ini ternyata mampu berbahasa Indonesia dengan lancar, ceplas-ceplos, layaknya presenter televisi lainnya. Hanya saja, Sumi Yang masih diberi porsi khusus untuk membawakan Xinwen alias berita bahasa Mandarin di tengah program Wide Shot.

"Sumi Yang memberikan kejutan dalam Wide Shot. Kalau biasanya dia selalu tampil dengan full bahasa Mandarin, maka kini dia menunjukkan kepada pemirsa, kalau dia memang asli orang Indonesia yang juga fasih berbahasa Indonesia," kata Eddy Ginting, produser berita Metro TV.

Sebagai presenter Xinwen, Sumi Yang merasa perlu membumikan bahasa Mandarin agar dikenal dan dipelajari masyarakat di Indonesia. Sebab, bahasa nasional negeri Tiongkok ini sudah menjadi bahasa internasional, selain bahasa Inggris dan Arab. Kian melejitnya Tiongkok sebagai macan ekonomi baru juga semakin membuat Mandarin sebagai bahasa internasional yang strategis.

Karena itulah, setiap hari Sumi Yang setia mengajarkan ungkapan-ungkapan Mandarin praktis untuk pemirsa. Dia rekan presenternya dijadikan model siswa, sementara Sumi berperan sebagai laoshi.

"Pintar murid-muridku," katanya setiap kali dua rekan presenternya bisa mengucapkan lafal Mandarin dengan benar.

Suatu ketika, di acara Xinwen, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan statement dalam bahasa Mandarin tentang ekonomi dan kebudayaan. Sumi Yang bersam dua temannya di studio rupanya tidak menyangka kalau Dahlan Iskan, yang asli Jawa, kelahiran Magetan, ternyata mampu berbicara dalam bahasa Mandarin dengan fasih.

Setelah rekaman wawancara dengan Dahlan Iskan diputar, Sumi dan dua presenter Metro TV senyam-senyum.

"Kamu bisa nggak bicara kayak Pak Dahlan Iskan," tanya Sumi kepada Robert, salah satu presenter yang dari segi fisiknya keturunan Tionghoa.

"Nggak bisa," jawabnya.

"Makanya, belajar dong biar bisa seperti Pak Dahlan Iskan," pesan Sumi, alumnus Universitas .Bina Nusantara, Jakarta, ini.

Kedua  presenter pun tertawa bersama,

Melihat kemampuan Dahlan Iskan, yang baru belajar bahasa Mandarin pada usia yang tidak muda lagi, Guru Sumi sangat yakin bahwa bahasa Mandarin itu tidak sesulit yang diperkirakan banyak orang. Bisa dipelajari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Karena itu, cukup aneh kalau generasi muda keturunan Tionghoa justru tidak mampu berbicara atau menulis dalam bahasa leluhurnya.

"Saya ingin generasi muda Tionghoa di Indonesia punya sense of belonging yang kuat terhadap bahasa Mandarin, selain bahasa Inggris," katanya di sebuah situs internet.

Di era globalisasi ini, menurut Sumi, kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin (juga bahasa asing lain) menjadi nilai tambah ketika terjun ke dunia kerja. Sayang, begitu banyak peuang lepas begitu saja gara-gara kendala bahasa.

13 comments:

  1. sumi yang memang unik dan memberi warna baru di televisi kita. salut!!!!

    ReplyDelete
  2. dulu ada beberapa presenter mandarin tapi yg menonjol memang sumi yang. salut ama metro yg punya program xinwen.

    ReplyDelete
  3. kayaknya perlu ada presenter Xinwen baru biar ada variasi. xiexie ni.

    ReplyDelete
  4. PELAJARANNYA TERLALU CEPAT N SINGKAT, AQ GAK BISA NGIKUTIN... KAYAKNYA SULIT BANGET MENANGKAP BAHASA MANDARIN.

    ReplyDelete
  5. Sumi Yang bisa dikontak via twitter

    https://twitter.com/Sumi_Yang

    ReplyDelete
  6. Will you marry me Sumi Yang?

    ReplyDelete
  7. Metro Xin Wen adalah program berita setengah jam yang disajikan dalam bahasa Mandarin dan lengkap dengan informasi yang berhubungan dengan masyarakat Tionghoa, seperti berita bisnis, ekonomi, sosial, budaya, internasional dan olahraga. Pertama kali mengudara pada tanggal 4 Desember 2000, program ini ditayangkan setiap hari pada pukul: 07.05-07.30 WIB. Saat ini Metro Xin Wen tayang mulai pukul 14.00 WIB dan kini mulai 25 November 2011, Metro Xin Wen menjadi segmen dalam program Wide Shot dan ditayangkan setiap Sabtu-Minggu pukul 10.30 WIB.

    ReplyDelete
  8. Wǒ bú huì shuō zhōngwén...
    hehehe...

    ReplyDelete
  9. Lebih bagus MetRO XINWEN daripada format sekarang yg hanya nunut di WIDE SHOT. Sepertinya cuma sisipan saja di acara itu. Yah... tapi syukurlah masih ada berita berbahasa mandarin.

    ReplyDelete
  10. aku ingin punya pacar yg cakep n pintar n setia n mau tahan menderita.
    ah... sumi....
    aku hanya bisa bermimpi....
    tapi di sebelah rumah kayaknya ada gadis mirip sumi yang
    hehehehehe

    ReplyDelete
  11. Ayune kan hanya karena makeup. Aslinya ndeso, untung dia mau belajar bahasa Mandarin sampe bisa jadi penyiar. Namanya kan dulu Sumiyatun, begitu ke kota jadi Sumi

    ReplyDelete
  12. hehehehe... aq punya kenalan artis lokal n beberapa presenter tv. orangya sih biasa2 aja tapi kalo di tv kelihatan cakep banget krn intervens make up tebal. makane jangan terkecoh sama cewek. yg asli cakep itu kalo kita lihat dia baru bangun pagi n memang cakep natural. kalo sumi yang mah gak cakep blasss....

    ReplyDelete
  13. setuju!!! konsep ide shot kurang bagus, bertele2 n gak fokus. cuma menghabiskan waktu aja.

    ReplyDelete