28 February 2013

Menikmati Lontong Cap Go Meh di Kapasan


Kawasan Kapasan dan sekitarnya Ahad pagi (24/2/2013) dilanda hujan deras. Sementara sekitar 200 jemaat dan warga sekitar tampak asyik menikmati atraksi barongsai di Kelenteng Boen Bio, Jl Kapasan, Surabaya. Tepuk tangan bergemuruh usai grup kesenian tradisional Tionghoa ini usai unjuk kebolehan.

Charles Tee, seorang jemaat, pun maju memberikan angpao setelah melihat barongsai berhasil berjalan di atas bola raksasa. Sembari menyaksikan permainan barongsai, umat Khonghucu menikmati hidangan lontong cap go meh. Kuliner peranakan Tionghoa itu rupanya sangat lezat. Buktinya, beberapa orang meminta tambah satu porsi lagi.

"Lontong cap go meh ini sangat khas karena dinikmati saat Cap Go Meh," kata seorang jemaat.

Tak hanya di Boen Bio, Kapasan, warga Tionghoa di berbagai daerah kemarin ramai-ramai mengadakan perayaan Yuan Xiao atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan Cap Go Meh. Sesuai namanya, Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 bulan pertama penanggalan Imlek atau bulan purnama pertama dalam tahun ular.

Di Tiongkok, Yuan Xiao ini berlangsung sangat meriah dengan arak-arakan dan pesta meriah sekaligus menutup perayaan Sincia atau tahun baru Imlek. Di negara-negara Barat disebut Lantern Festival alias Festival Lampion.

Di Indonesia, khususnya Jawa, Cap Go Meh ini tidak lengkap tanpa menikmati lontong cap go meh. "Lontong seperti ini tidak dikenal di Tiongkok. Tapi kita selalu sediakan untuk dinikmati bersama seluruh jemaat," kata Charles Tee, yang juga aktivis Boen Bio Kapasan.

Tak hanya barongsai dan lontong cap go meh, perayaan Yuan Xiao di Boen Bio juga dimeriahkan dengan konser musik Tionghoa. Berbusana khas Tionghoa, para pemusik memainkan komposisi-komposisi pentatonik ala Tiongkok. Grup ini berlatih dua kali sepekan di rumah ibadah Khonghucu terkenal di Surabaya itu.

Sebelum perayaan Cap Go Meh, umat Khonghucu tampak khusyuk mengadakan doa bersama.

1 comment:

  1. lontong capgomeh enak rasanya kalo bumbunya pas.

    ReplyDelete