22 February 2013

Membaca Alkitab bahasa Inggris

Membaca kitab suci atau Alkitab itu gampang-gampang susah. Kelihatan gampang, bisa dipahami karena berbahasa Indonesia, sering kita dengar di gereja, sangat lazim bagi orang kristiani. Tapi bisakah membaca Alkitab itu menjadi daily habit? Kebiasaan setiap hari?

Ini yang susah. Kadang semangat membaca Alkitab begitu menggebu, bisa beberapa buku sekaligus, tapi kadang semangat itu padam. Bahkan berbulan-bulan tidak baca kitab suci. Paling hanya baca potongannya saat misa di gereja.

Itu yang sering saya alami. Kasihan juga Alkitab di kamar, seakan dia berteriak: read me! read me!

Akhirnya, suatu ketika saya mampir ke kiosnya si Lia di Jalan Semarang. Pusat buku-buku bekas di Surabaya. Wow, ada buku berjudul GOOD NEWS BIBLE. Alkitab dalam bahasa Inggris sehari-hari.

Tanpa menawar lagi, saya langsung membeli Alkitab USA itu. Isinya sama dengan ALKITAB BIS (bahasa Indonesia sehari-hari) dari Lembaga Alkitab Indonesia yang sudah saya miliki bertahun-tahun. Tentu saja Alkitab utama tetap versi terjemahan baru yang digunakan hampir semua gereja di Indonesia.

GOOD NEWS BIBLE ini beda dengan KING JAMES BIBLE yang kata-kata Inggrisnya sangat sulit. Orang Indonesia yaang kosa katanya sedang-sedang saja sangat sulit, bahkan mustahil, memahami KING JAMES dengan cepat.

GOOD NEWS BIBLE, puji Tuhan, memberi keasyikan tersendiri bagi saya dalam membaca firman Tuhan. Sambil menyelam minum air. Membaca Alkitab + belajar bahasa Inggris setiap hari.

Jumat 22 Februari 2013, Gereja Katolik di seluruh dunia merefleksikan Matius 16:13-20. Perikop injil ini tentang PETER'S DECLARATION ABOUT JESUS.

Menjadi sangat relevan karena Paus Benediktus XVI akan mundur empat hari lagi. Dus, bagi orang Katolik, Paus adalah pengganti Peter alias Santo Petrus. Kata-kata Yesus kepada Petrus sangat menggetarkan:

"PETER, YOU ARE A ROCK, AND ON THIS ROCK FOUNDATION I WILL BUILD MY CHURCH... I WILL GIVE YOU THE KEYS OF THE KINGDOM OF HEAVEN...."

Bahasa Inggris memang punya power dan kedahsyatan tersendiri.

7 comments:

  1. Berbahagialah kita yang jaman sekarang boleh membaca di dalam bahasa sehari-hari (vernacular language). Pada waktu terjemahan bermunculan seiring diciptakannya mesin cetak dan Reformasi di akhir abad ke-15, Vatikan dan Raja Inggris Henry VIII sangat terusik karena takut autoritas mereka tertantang. Mereka menganiaya dan bahkan menghukum mati para penerjemah seperti John Wycliffe dan William Tyndall. Baru pada era pemerintahan King James (pada saat itu Inggris sudah menganut Anglikan setelah perpecahan dari Roma) akhirnya terjemahan Alkitab boleh diterbitkan untuk masyarakat umum.

    Bahasa Alkitab King James memang kuno, tetapi bagi mereka yang terbiasa, indah dan puitis. Kualitas terjemahan dalam bahasa Inggris memang lebih bagus dibandingkan kualitas terjemahan bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih banyak atas penjelasan dan respons sampean, Cak Amrik!
    Good News Bible ini kayaknya dibuat untuk non english speaking nation. Saya cermati kata-katanya sederhana banget, hanya sedikit kata yang sulit Saya selalu bandingkan dengan King James karena versi ini yang dulu banyak beredar di Indonesia dan bahkan gratis.

    Versi King James ini dulu juga sering terlihat di Alkitab Dwibahasa (Indonesia-Inggris) yang saya temui saat SMA di Malang. Tapi saya (dan kayaknya sebagian besar orang Indonesia) sangat sulit menangkap kata2 puisi lama Inggris. Bagaimana bisa ngerti kalau kita masih belajar kata2 sederhana. .

    ReplyDelete
  3. Betul banget, Alkitab terjemahan Indonesia yg kita pakai kadang2 agak sulit dimengerti bagi umat yg tidak punya pengetahuan mendalam tentang kitab suci. Ayat itu dalam versi Indonesia demikian:

    ENGKAU ADALAH PETRUS DAN DI ATAS BATU KARANG INI AKU AKAN MENDIRIKAN JEMAATKU.

    Petrus di sini artinya ROCK atau batu karang. Tapi kita biasanya menangkap Petrus sebagai nama orang: Simon. Kata GEREJA tentu lebih tegas ketimbang JEMAAT.

    Sekian sumbang saran dari saya.

    ReplyDelete
  4. Bung Hurek, kalimat tersebut setelah diterjemahkan dari bahasa Injil aslinya (yaitu bahasa Yunani se-hari2) jadi ada nuansanya yang hilang. Dalam bahasa Inggris, ini disebut "pun". Dalam versi aslinya, nama Petrus ialah Kefas, yang berarti batu karang. Yesus tahu bahwa si Petrus atau Kefas itu namanya berarti batu karang, Ia bermain-main dengan arti nama tsb. ketika menunjuk Petrus sebagai pemimpin.

    Sedangkan kata Yunani "ekklesia", arti asalnya memang jemaat. Dalam perkembangannya ekklesia diserap oleh bahasa Portugis menjadi igreja (Spanyol: iglesia, Prancis: eglise), dan lewat penjelajah Portugis di Malaka diserap oleh bahasa Melayu menjadi Gereja.

    Pada saat itu, mungkin Yesus sebagai 100% manusia belum membayangkan bahwa jemaatNya akan tumbuh sebagai agama global yang paling banyak penganutnya di dunia, sebagai Ekklesia dengan huruf E besar. Ia hanya ingin agar ajaranNya diteruskan dan disebarkan, dimulai dari para rasul dan pengikutNya, jemaatnya saat itu yang merupakan ekklesia dengan huruf e kecil. Jadi, terjemahan "jemaat" sebenarnya sudah sangat tepat. Jaman sekarang pun, jika kita mengertikan Gereja sebagai komunitas orang beriman dan pengikut Kristus, terjemahan jemaat pun masih tepat.

    ReplyDelete
  5. Matur nuwun cak Amrik atas penjelasan sampean. Wah, gak nyangka ternyata sampean hebat eksegese kitab suci.

    ReplyDelete
  6. Bung Lambertus, gak hebat, hanya meneruskan apa yang sudah dibaca.

    ReplyDelete
  7. om hurek, kita harus bersyukur bahwa Alkitab di Indonesia mengikat secara nasional, yg paling umum dipakai adalah Terjemahan Baru versi LAI (plus Deuterokanonika dari LBI)... walaupun LAI juga menerbitkan versi Terjemahan Lama, Bahasa Indonesia Sehari-Hari, tetapi Terjemahan Baru dipakai secara nasional di hampir seluruh gereja...

    begitu juga versi bahasa daerah (Batak, Jawa, Sunda, dll) semua mengacu dari buatan LAI...

    bandingkan dgn Alkitab bahasa Inggris, kita bingung mau membaca versi yg mana... setiap gereja punya versi masing2, ada yg pake King James, ada Contemporary English Version (CEV), ada Good News Bible (seperti yg dibaca om hurek), ada New International Version (NIV), New Jerusalem Bible, dan masih banyak yg lainnya...

    ReplyDelete