01 February 2013

Liem Ouyen tetap andalkan sempoa


Di era internet ini, ternyata masih banyak pengusaha Tionghoa yang menggandalkan sempoa ketimbang kalkulator dalam mengelola bisnisnya. Alat hitung tradisional asal Tiongkok itu bahkan dianggap lebih cepat dan akurat ketimbang kalkulator paling canggih sekalipun.

Liem Ouyen, yang bermarkas di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, merupakan salah satu pengusaha yang tak bisa lepas dari sempoa. Di atas meja kerjanya ada sebuah sempoa klasik. "Saya punya kalkulator, tapi saya lebih suka pakai sempoa. Menghitung pakai sempoa itu pasti lebih cepat dan akurat," ujar Liem Ouyen kemarin.

Pria 67 tahun ini kemudian meminta seorang tamunya menghitung dengan kalkulator. Liem sendiri memakai sempoa kesayangannya. Hasilnya, dalam waktu singkat Liem sudah menyelesaikan hitungannya. Sementara sang tamu baru selesai beberapa menit kemudian.

"Singkatnya, kalau kita sudah tahu cara pemakaiannya, maka menghitung dengan sempoa itu pasti lebih cepat dan hasilnya benar. Kemungkinan salah sangat kecil karena bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan bisa kita lihat di sempoa," ujarnya seraya tersenyum.

Liem Ouyen sendiri tidak menafikan kecanggihan kalkulator dan alat hitung modern lain, termasuk komputer. Hanya saja, menurut dia, hasil hitungan bisa keliru jika entry datanya salah. Belum lagi kalau terjadi gangguan (error) atau baterai lemah.

"Sempoa tidak pakai baterai atau listrik. Jadi, kemungkinan keliru hampir tidak ada," tukas Liem lantas tertawa kecil.

Selain alasan praktis, menurut koordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya ini, alat hitung tradisional sempoa ini bisa membantu meningkatkan kualitas memori seseorang. Orang tidak cepat lupa atau pikun. Dan, itu dirasakan betul oleh pria kelahiran Muara Teweh, Kalimantan Tengah, 31 Juli 1945, itu.

"Saya ini walaupun sudah tidak muda, tapi tidak cepat lupa. Saya bisa mengingat dengan cepat, ya, antara lain karena tiap hari menggunakan sempoa," katanya.

Karena itu, Liem mengusulkan agar para pelajar, khususnya murid sekolah dasar, diberi pelajaran berhitung dengan sempoa. Jangan membiarkan anak-anak termanja dengan kalkulator. "Waktu kami sekolah dulu, sempoa ini menjadi alat peraga dalam pelajaran berhitung. Dan saya masih merasakan manfaatnya sampai sekarang," katanya.

1 comment:

  1. Alm. Engkong saya dan papa saya (73) pun pintar pakai sempoa (Mandarin: suànpán atau papan hitung).

    ReplyDelete